Pemkot Semarang Bantah Isu Pembongkaran Tembok Pasar Johar Untuk Toko Kue Gambang

Sedang Trending 4 hari yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang menegaskan tidak ada pelanggaran mengenai keberadaan Toko Kue Gperiode di sisi utara Pasar Johar.

Isu nan menyebut adanya pembongkaran tembok psupaya hingga dugaan pelanggaran gedung csupaya budaya disebut tidak benar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, memastikan tidak pernah ada penjebolan psupaya pasar seperti nan ramai diperbincangkan.

Ia mengsaya heran rumor tersebut berkembang menjadi polemik di masyarakat.

“Saya tidak tahu kenapa sampai jadi polemik. Tidak ada pembongkaran pagar. Justru kami melakukan penataan undbakal agar lebih ramah bagi visitor lansia. Kalau tembok psupaya dijebol, kami takutnya air bakal masuk saat hujan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi Pasar Johar selama ini relatif sunyi dengan sejumlah gerai nan belum terisi.

Karena itu, Pemkot berupaya menghidupkan kembali aktivitas pasar dengan membuka pesenggang bagi pelsaya upaya baru, termasuk kehadiran toko kue.

Menurutnya, para pedagang justru menyambut baik kehadiran upaya tersebut lantaran dinilai dapat meningkatkan keramaian pasar.

Namun, dia menyayangkan munculnya narasi negatif nan apalagi menyeret ranah pribadi family Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

“Pedagang tidak keberatan dengan kehadiran toko kue gambang, malah senang lantaran bisa menambah keramaian. nan saya sesalkan justru adanya narasi nan menyerang ranah pribadi,” tandasnya.

Isu tersebut salah satunya beredar melalui unggahan akun IG @dinaskegelapan_kotasemarang nan menyebut adanya rencana pembongkaran psupaya untuk akses toko kue nan dikaitkan dengan anak wali kota.

Menanggapi perihal itu, pemilik Toko Roti Gambang, Aldin Meidito Wibowo, membantah berita tersebut.

Ia menegaskan tidak pernah diajak berbincang maupun mengusulkan permintaan mengenai pembongkaran psupaya Pasar Johar.

“Untuk pembongkaran (psupaya tembok) jujur kami belum pernah diajak berdiskusi. Kami juga tidak pernah mengusulkan permintaan untuk dibongkar,” ujarnya, Selasa (6/4/2026).

Aldin juga membantah tudingan pelanggaran terhadap gedung csupaya budaya.

Ia memastikan seluruh proses pemgedung dilakukan secara hati-hati dan telah memenuhi perizinan nan berlaku.

“Perihal gedung csupaya budaya nan dipsaya dan sebagainya, kami sudah mengupaybakal dengan sangat hati-hati. Seperti lampu di bagian belakang, semuanya dilapisi terlebih dulu sebelum dipaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya tersebut sepenuhnya merupbakal miliknya.

Adapun keterlibatan anak Wali Kota, menurutnya hanya sepemisah membantu proses manajemen dan perizinan sejak September 2025 hingga upaya mulai beraksi pada pertengahan Maret 2026.

“Saya sebagai marketing sekaligus owner, sebagian besar saham saya nan pegang. Tim saya juga ada mitra nan mengelola produksi. Dia hanya membantu lantaran kawan SMA saya, seperti menunjukkan masalah perizinan dan langkah berkomunikasi dengan pihak csupaya budaya,” paparnya.(*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->