Pemkot Semarang Dorong Sinergi Daerah Atasi Banjir Dan Rob Di Kawasan Kedungsepur

Sedang Trending 37 menit yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menghadiri Rembug Pemgedung Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5), mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Forum nan diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, kepala OPD Pemprov Jateng, serta para kepala wilayah se-Kedungsepur itu memtelaah sejumlah rumor pemgedung strategis, termasuk persoalan lingkungan nan hingga sekarang tetap menjadi tantangan bagi Kota Semarang, ialah banjir dan rob.

Dalam kesempatan tersebut, Iswar mengapresiasi paparan Sekda Jateng nan kembali menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, meski Kota Semarang mempunyai kapabilitas fiskal nan relatif baik dibanding sejumlah wilayah lain, anckondusif lingkungan seperti penurunan muka tanah alias land subsidence di area Pantura tetap memerlukan penanganan bersama.

“Sebagai kota nan berada di wilayah hilir, Kota Semarang berkomitmen menjadi resilient city alias kota nan berketahanan. Namun, beban nan kami hadapi sangat besar lantaran dipengaruhi oleh kondisi di wilayah hulu,” ujar Iswar.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama berada di aliran Sungai Babon nan hulunya mencakup wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal.

Karakter sungai dengan kemiringan cukup curam menyebabkan aliran air bergerak sangat sigap saat hujan deras turun di wilayah atas, sehingga memicu banjir di area hilir seperti Genuk dan Muktiharjo.

Menurut Iswar, pada tahun 2026 terjadi peningkatan gelombang banjir nan cukup signifikan di wilayah Muktiharjo.

Jika sebelumnya banjir besar hanya muncul satu hingga dua kali dalam setahun, sekarang tercatat sudah lima kali terjadi genangan besar.

“Ini adalah keprihatinan nan kudu kita tangkap berbareng sebagai persoalan besar. Anggaran fiskal Kota Semarang tidak bakal pernah cukup jika hanya dihabiskan untuk menangani persoalan klasik ini secara sepihak. Oleh lantaran itu, diperlukan kerja sama antardaerah dalam konsep tata ruang nan jelas,” tegasnya.

Ia menilai langkah teknis seperti pengerukan maupun normalisasi sungai memang krusial dilakukan, tetapi upaya tersebut memerlukan biaya besar andaikan tidak dibarengi perbaikan lingkungan dari wilayah hulu.

Menanggapi usulan Bupati Demak dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Semarang menyatbakal dukungannya terhadap program penghijauan kembali dan penankondusif pohon di area atas sebagai langkah mengurangi laju air menuju wilayah hilir.

Selain mendukung pengendalian banjir, upaya tersebut juga dinilai sejalan dengan pengembangan area Kedungsepur menuju destinasi pariwisata berkepanjangan alias sustainable tourism.

“Kami berambisi forum ini dapat melahirkan pemikiran jnomor panjang agar kita bisa bareng-bareng kembali mengelola dan menjaga lingkungan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” pungkas Iswar. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->