Columbia Asia Hospital Semarang Hadirkan Teknologi Ercp, Solusi Penanganan Batu Empedu Tanpa Operasi

Sedang Trending 9 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM — Columbia Asia Hospital Semarang menghadirkan jasa teknologi Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) sebagai solusi penanganan batu empedu dan gangguan saluran empedu tanpa prosedur bedah konvensional.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus batu empedu di Indonesia nan dipicu perubahan style hidup modern, seperti pola mbakal tinggi lemak dan minim aktivitas fisik.

Kondisi ini membikin gangguan saluran empedu semakin banyak ditemukan, termasuk pada usia produktif.

Berdasarkan info epidemiologi, prevalensi batu empedu di Indonesia diperkirbakal mencapai 10 hingga 15 persen dari populasi dewasa. Risiko penyakit ini juga disebut lebih tinggi pada wanita dibanding laki-laki.

Melalui teknologi ERCP, pasien dapat menjalani tindbakal diagnostik sekaligus terapi pada saluran empedu dan pankreas tanpa operasi besar.

Prosedur ini memungkinkan master melakukan pengangkatan batu empedu maupun pemasangan stent dalam satu tindbakal medis.

“Banyak pasien nan terlambat ditangani lantaran takut bakal operasi besar. Padahal, dengan teknologi ERCP, kami bisa melakukan tindbakal intervensi tanpa sayatan perut. Pasien tidak hanya mendapatkan pemeriksaan nan akurat, tetapi juga tindbakal langsung seperti pengambilan batu alias pemasangan selang mini (stent) dalam satu prosedur,” jelas Dr. dr. B. Parish Budiono, Msi.Med., Sp.B, Subsp. BD (K), Spesialis Bedah Digestif Columbia Asia Hospital Semarang.

Ia menjelaskan, indikasi awal batu empedu kerap dianggap sebagai gangguan lambung biasa, seperti nyeri ulu hati alias mual.

Padahal, jika tidak segera ditangani, penyumbatan saluran empedu dapat memicu komplikasi serius seperti kolangitis maupun pankreatitis.

Direktur Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Herman Kristanto, MS, Sp.OG, Subsp. KFm, CHQP, MQM, mengatbakal kehadiran jasa ERCP menjadi corak komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan medis nan kondusif dan efisien bagi masyarakat.

“Kami memahami bahwa masyarakat menginginkan hasil pengobatan nan maksimal dengan akibat seminimal mungkin. ERCP adalah jawaban bagi mereka nan mencari efektivitas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

Dengan hadirnya akomodasi tersebut, masyarakat Jawa Tengah khususnya Kota Semarang sekarang mempunyai akses terhadap jasa kesehatan berpatokan teknologi tanpa bedah dengan standar internasional.

Rumah sakit juga mengingatkan pentingnya penemuan awal terhadap indikasi gangguan pencernaan agar penanganan dapat dilakukan lebih sigap dan optimal.

Columbia Asia Hospitals sendiri telah berdiri sejak 1996 dan saat ini mengelola 19 rumah sakit di Asia Tenggara, terdiri atas lima rumah sakit di Indonesia, 13 di Malaysia, dan satu di Vietnam. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->