Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Darurat Dan Permanen Usai Tanggul Sungai Plumbon Jebol

Sedang Trending 21 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM — Pemerintah menyiapkan langkah penanganan darurat hingga solusi jnomor panjang menyusul jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Keckajian Tugu, Kota Semarang.

Upaya tersebut dilakukan melalui kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan perihal itu saat melakukan peninjauan letak sekaligus rapat terpemisah berbareng Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jawa Tengah Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Kepala BBWS Pemali-Juana Sudarto di Semarang, Selasa (19/5/2026).

Suharyanto menjelaskan, kondisi banjir saat ini sudah tertangani dan genangan air telah surut. BBWS Pemali-Juana juga telah mengambil tindbakal darurat dengan menutup titik sumber banjir.

Penanganan sementara terhadap tanggul nan jebol sudah dilakukan dan selanjutnya bakal dibangun secara permanen.

“Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bekerja sama dengan BBWS bakal membebaskan lahan agar sungai bisa dilebarkan sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi di tempat nan sama,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat terdampak musibah telah memperoleh penanganan nan memadai. Warga nan mengungsi di rumah kerabat juga disebut telah terpenuhi kebutuhan dasarnya.

“Pemprov Jateng dan Pemkot sudah memberikan bantuan. Kami juga secara simbolis memberikan support awal untuk kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, air bersih dan sebagainya. Nanti jika kurang bakal kita tambah,” ujarnya.

Setelah pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah bakal mempersiapkan kediaman bagi penduduk terdampak.

Usai rapat tersebut, Pemkot Semarang bakal menentukan letak serta menghitung kebutuhan pemgedung kediaman sementara (huntara) nan nantinya dibangun BNPB, segimana nan telah diterapkan di sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah.

Sementara penduduk nan memilih tidak tinggal di huntara bakal didata untuk menerima support sebesar Rp600 ribu per bulan hingga kediaman tetap tersedia.

“Baru kemudian dipikirkan soal kediaman tetap, khususnya bagi masyarakat nan sudah tidak bisa tinggal di tempat semula, lantaran berpotensi terdampak musibah serupa,” jelas Suharyanto.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng telah mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan musibah mulai tingkat desa hingga provinsi.

Saat musibah terjadi, seluruh organisasi perangkat wilayah langsung bergerak sigap sesuai tugas dan kegunaan masing-masing.

“Seperti nan hari ini dilakukan di sekitar Sungai Plumbon. Dinas Kesehatan sudah turun ke letak melalui program Speling, kemudian Dinas Ketahanan Pangan turun memberikan support bahan pokok penting, Dinas PUPR memberikan support alat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menyerahkan support simbolis dari Pemprov Jateng dengan total nilai Rp124 juta.

Bantuan tersebut meliputi logistik makanan dan nonmakanan senilai Rp10,096 juta dari BPBD, support logistik senilai Rp73,039 juta dari Dinas Sosial, support 1 ton beras dan 500 balut mi mocaf senilai Rp15,75 juta dari Dinas Ketahanan Pangan, paket obat-obatan senilai Rp11,77 juta serta jasa master ahli keliling (Speling) dari Dinas Kesehatan, hingga support tas dan perlengkapan sekolah senilai Rp13,35 juta dari Dinas Pendidikan. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->