Dprd Jateng Minta Pemprov Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Kemarau Panjang

Sedang Trending 14 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menyiapkan langkah mitigasi secara menyeluruh guna menghadapi potensi musim tandus panjang nan diperkirbakal terjadi tahun ini.

Menurut Saleh, antisipasi perlu dilakukan sejak awal agar akibat tandus terhadap beragam sektor, seperti pertanian, kesiapan air bersih, hingga akibat kebakaran, bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Mitigasi kudu dipersiapkan dari sekarang agar akibat tandus panjang tidak menimbulkan persoalan nan lebih besar di masyarakat,” ujarnya di Kota Semarang.

Ia menjelaskan, berasas prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim tandus pada Mei 2026.

Bahkan, musim tandus tahun ini diperkirbakal berjalan lebih lama, ialah sekitar empat hingga lima bulan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama bagi wilayah-wilayah nan selama ini kerap mengalami kekeringan.

Karena itu, wilayah rawan kekeringan perlu dipetbakal sejak awal agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami mendorong Pemprov Jateng dan pemerintah wilayah memperkuat kesiapan pengedaran air bersih bagi masyarakat andaikan terjadi krisis air di wilayah terdampak kekeringan,” kata Saleh.

Selain persoalan air bersih, Saleh juga menyoroti akibat tandus terhadap sektor pertanian nan berpotensi memengaruhi produksi pangan masyarakat.

Menurutnya, penguatan sistem irigasi, pengelolaan persediaan air, hingga pendampingan kepada petani kudu diperkuat agar produktivitas pertanian tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan adanya potensi peningkatan kebakaran rimba dan lahan selama musim kemarau.

Oleh karena itu, koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih sigap dan efektif.

Saleh turut mendorong pemerintah wilayah berbareng BPBD dan lembaga mengenai untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan penggunaan air serta langkah pencegahan kebakaran lingkungan.

“Kesadaran masyarakat juga sangat penting, baik dalam penggunaan air secara bijak maupun pencegahan kebakaran lingkungan,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Selain penanganan jnomor pendek, Saleh menilai pemerintah juga perlu memperkuat langkah jnomor panjang, seperti pemgedung embung, revitalisasi jaringan irigasi, serta penghijauan area resapan air guna mengurangi akibat kekeringan di masa mendatang.

“Mitigasi tandus tidak cukup hanya berkarakter sementara, tetapi juga kudu dibarengi penguatan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia berambisi kesiapan pemerintah nan didukung sinergi seluruh pihak dapat membantu masyarakat menghadapi musim tandus dengan lebih baik sehingga akibat nan ditimbulkan dapat diminimalkan. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->