CEKLANGSUNG.COM – Bayangkan sebuah laptop nan layarnya bisa bertambah besar dengan menekan satu tombol, lampau sisa panel fleksibelnya melingkari bagian belakang casing, menciptbakal layar kedua nan menghadap ke bumi luar. Itulah nan Lenovo pamerkan dengan konsep terbarunya, XD Rollable Concept, di arena CES 2026. Konsep ini bukan sekadar gimmick, melainkan langkah eksperimental berikutnya dalam perjalanan panjang Lenovo menggarap teknologi layar gulung nan suatu hari kelak bisa mengubah langkah kita berintertindakan dengan perangkat komputasi.
Lenovo bukan nama baru dalam arena laptop layar gulung. Mereka telah bereksperimen lebih banyak daripada kreator PC lainnya, dan XD Rollable Concept adalah bukti nyata bahwa eksplorasi itu belum berhenti. Konsep ini dibangun di atas fondasi rekayasa nan sama dengan ThinkBook Plus Gen 6, nan diluncurkan setahun sebelumnya. Dengan sentuhan tombol, panel OLED elastis berukuran 13,3 inci dapat meluas menjadi 16 inci, memberi Anda tambahan ruang layar sekitar 50 persen hanya dalam hitungan detik. Namun, Lenovo tidak puas hanya menyembunyikan sisa layar di bawah keyboard. Mereka membawanya ke level baru.
Perbedaan utama XD Rollable Concept terletak pada caranya menangani bagian layar nan tidak terpakai. Alih-alih menyimpannya di bawah papan ketik, panel fleksibelnya membungkus ke atas dan melintasi tutup laptop, menciptbakal apa nan Lenovo sebut sebagai “world-facing display” di bagian belakang. Ini memungkinkan orang nan duduk di seberang laptop untuk memandang konten. Fitur ini bisa digunbakal untuk memantulkan komponen dari layar utama alias berfaedah sebagai monitor sekunder kecil, misalnya untuk presentasi alias sekadar menunjukkan cuplikan video kepada rekan di meja nan sama.
Desainnya sendiri terlihat sangat futuristik, dilapisi kaca Gorilla Glass Victus 2 nan membungkus 180 derajat. Lenovo apalagi menyematkan animasi bertema luar angkasa nan muncul dengan mulus saat layar diperluas, menambah kesan “wah” pada pengalkondusif pengguna. Namun, di kembali kemewahan visual itu, pertanyaan praktisnya muncul: seberapa berfaedah sebenarnya layar nan menghadap ke belakang ini?
Antara Gimmick dan Nilai Tambah
Setelah memandang langsung, kreasi XD Rollable memang terasa agak gimmick. Dalam penggunaan normal, Anda tidak bakal bisa memandang layar belakang lantaran posisinya di sisi lain tutup laptop. Meskipun bisa digunbakal untuk rapat alias presentasi, kebanybakal orang mungkin bakal lebih memilih menghubungkan laptop ke monitor sekunder alias proyektor unik nan jauh lebih besar dan nykondusif dilihat. Ini menjadi titik kritis nan memisahkan konsep nan hanya mau terlihat keren dari penemuan nan benar-betul memecahkan masalah.
Namun, ada sisi positif nan patut diacungi jempol. Dibandingkan dengan pendahulunya, ThinkBook Plus Gen 6, dengan mengekspos bagian layar nan tidak terpakai alih-alih menyembunyikannya, XD Rollable Concept memberikan sedikit nilai tambah ekstra. Setidaknya, itu lebih baik daripada menyimpan panel di tempat nan sama sekali tidak terlihat. Estetika tanpa bezel di bagian atas layar juga terlihat premium, dan tepian layar apalagi dapat digunbakal untuk kontrol sentuh nan mengatur widget alias memicu ekspansi layar fleksibel.
Menariknya, bagian terkeren dari XD Rollable mungkin bukan layarnya, melainkan sistem motor dan rel nan digunbakal Lenovo untuk memperluas layar. Rangkaian sistem presisi ini dapat dilihat dengan jelas di kembali kreasi kaca transparan, memberikan glimpse nan memukau tentang kerumitan engineering di kembali kesan sederhana “layar nan melebar”. Ini adalah pengingat bahwa magic teknologi sering kali terletak pada hardware nan dirancang dengan cermat.
Spesifikasi dan Realitas di Balik Konsep
Sementara bagian layarnya sangat futuristik, sisa dari XD Rollable Concept justru sangat membumi. Lenovo melengkapinya dengan keyboard nan nykondusif dan touchpad berukuran cukup. Namun, ada beberapa trade-off nan jelas. Tutup kaca membikin konsep ini sedikit lebih berat dibandingkan notebook 13 inci tradisional. Dari segi konektivitas, hanya tersedia dua port USB-C. Tapi, mengingat Lenovo tidak berencana memproduksi massal perangkat ini, kurangnya konektivitas dan info perincian mengenai spesifikasi internalnya (seperti prosesor alias RAM) semestinya tidak mengejutkan.
XD Rollable Concept adalah kanvas untuk bereksperimen. Tujuannya adalah untuk menguji air, mengumpulkan umpan balik, dan mengeksplorasi batas-pemisah kreasi baru. Meskipun konsep ini sendiri mungkin tidak pernah menjadi produk ritel, elemen-elemen desainnya—seperti sistem rollable nan efisien alias pendekatan terhadap ruang layar tambahan—sangat mungkin menginspirasi dan diterapkan pada gadget masa depan Lenovo. Eksperimen semacam inilah nan pada akhirnya mendorong industri ke depan, seperti nan juga terlihat pada perangkat Samsung Galaxy Z Flip dengan kreasi futuristiknya.
Lalu, gimana dengan konteks nan lebih luas? Inovasi layar gulung tidak hanya terpemisah pada laptop produktivitas. Dunia gaming, dengan tuntutan imersif dan portabilitas, juga menjadi lahan subur. Bayangkan sebuah laptop gaming khusus nan bisa mengubah ukuran layarnya sesuai kebutuhan game, dari mode kompak untuk mobilitas ke mode lebar untuk pengalkondusif nan lebih luas. Potensinya sangat besar.
CES 2026 di Las Vegas sekali lagi menjadi panggung bagi visi masa depan seperti ini. Di tengah hiruk-pikuk peluncuran produk nyata, konsep-konsep seperti Lenovo XD Rollable mengingatkan kita bahwa penemuan sering kali dimulai dari langkah mini nan terlihat aneh, sebuah prototipe nan memancing pertanyaan “untuk apa ini?”, sebelum akhirnya menemukan corak dan kegunaannya nan sesungguhnya di tangan konsumen. Jadi, meski layar nan membungkus ke belakang ini mungkin belum menjawab kebutuhan praktis hari ini, dia membuka percakapan tentang gimana ruang pada perangkat kita dapat digunbakal dengan lebih bergerak dan pandai di masa mendatang.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·