CEKLANGSUNG.COM – Bayangkan Anda sedang presentasi di ruang rapat besar, alias mau menonton movie dari ponsel ke TV di bilik hotel, namun jaringan Wi-Fi lemot alias apalagi tidak tersedia. Situasi nan membikin frustrasi, bukan? Di CES 2026, Belkin tampaknya punya jawaban elegan: sebuah dongle nirkabel nan memungkinkan Anda berbagi layar tanpa berjuntai pada Wi-Fi alias Bluetooth sama sekali. Inilah ConnectAir Wireless HDMI Display Adapter.
Dengan nilai $150 alias setara dengan sekitar Rp 2,3 juta, perangkat plug-and-play ini datang dengan dua komponen utama: sebuah transmitter dongle USB-C nan ditancapkan ke laptop, tablet, alias smartphone Anda, dan sebuah receiver USB-A ke HDMI nan disambungkan ke TV, monitor, alias proyektor tujuan. Keajaibannya terletak pada kemampuannya untuk mentransmisikan sinyal video secara langsung antara kedua perangkat tersebut, dengan jangkauan nan diklaim mencapai 40 meter alias 131 kaki. Jarak nan lebih dari cukup untuk kebanybakal skenario penggunaan di rumah maupun kantor.
Lantas, gimana performanya? Menurut Belkin, ConnectAir Wireless bisa menstransmisikan video dengan resolusi 1080p pada refresh rate 60Hz, dengan latensi di bawah 80 milidetik. Angka latensi ini cukup menjanjikan untuk konten film, presentasi slide, alias apalagi browsing biasa. Meski mungkin belum ideal untuk gaming kompetitif nan memerlukan respons instan, untuk keperluan produktivitas dan intermezo sehari-hari, ini adalah solusi nan sangat layak. Konektivitas langsung semacam ini sering kali lebih stabil dibandingkan solusi casting nan berjuntai pada jaringan Wi-Fi nan ramai, seperti nan mungkin Anda alami saat menyambungkan HP ke TV dengan metode konvensional.
Dari sisi kompatibilitas, Belkin menyebut bahwa transmitter USB-C-nya mendukung perangkat dengan DisplayPort Alt Mode. Ini mencakup laptop Windows, macOS, dan ChromeOS, tablet seperti iPad Pro M1/M2 dan iPad Air, serta smartphone nan mendukung output video. Fleksibilitas ini membikin ConnectAir menjadi perangkat nan berfaedah bagi pengguna ekosistem campuran. Misalnya, Anda bisa dengan mudah beranjak dari presentasi menggunbakal Asus Zenbook S 13 OLED nan tipis ke streaming video dari iPad, tanpa perlu konfigurasi ulang nan rumit.
Satu fitur menarik lainnya adalah support untuk screen sharing multi-pengguna. Belkin menyatakan adapter ini dapat menangani hingga delapan transmitter nan terhubung secara bersamaan. Bayangkan dalam sesi kerjasama tim di ruang rapat, setiap personil bisa dengan sigap menampilkan layar mereka ke monitor utama secara bergantian, tanpa perlu repot mencolok dan mencabut kabel. Ini adalah peningkatan signifikan dari pengalkondusif berbagi layar nan biasanya dilakukan satu per satu.
Kehadiran ConnectAir di CES 2026 ini menarik untuk diamati. Pameran teknologi terbesar di bumi itu, nan berjalan di Las Vegas dari 4 hingga 9 Januari, selampau menjadi arena peluncuran penemuan nan memcorak tren. Dalam beberapa tahun terakhir, kita memandang percepatan mengambil kerja hybrid dan kebutuhan bakal perangkat kerjasama nan lebih fleksibel. Produk seperti Belkin ConnectAir merespons kebutuhan itu dengan menghilangkan salah satu penghkepalang terbesar: ketergantungan pada prasarana jaringan nan ideal. Terkadang, solusi paling pandai adalah nan paling sederhana—menghubungkan titik A ke titik B, tanpa perantara nan rumit.
Lalu, gimana dengan perangkat gaming? Meski latensi 80ms mungkin kurang cocok untuk game FPS, perangkat seperti ROG Zephyrus G14 nan powerful bisa memanfaatkan ConnectAir untuk menampilkan konten non-gaming alias game santuy ke layar nan lebih besar. Atau, bagi Anda nan mau memaksimalkan fitur produktif smartphone flagship untuk presentasi klien, dongle ini menawarkan kemudahan nan susah diabaikan.
Sayangnya, untuk saat ini, Belkin ConnectAir Wireless HDMI Display Adapter nan datang dalam warna hitam ini belum tersedia untuk dibeli. Perusahaan memperkirbakal produk ini bakal dirilis pada awal tahun 2026. Ini memberi kita waktu untuk bertanya: seberapa besar kebutuhan pasar bakal solusi semacam ini? Di satu sisi, teknologi casting via Wi-Fi Direct alias Miracast sudah ada. Di sisi lain, pengalkondusif nan benar-betul plug-and-play, dengan jangkauan nan lebih panjang dan tanpa bentrok jaringan, bisa menjadi nilai jual nan kuat. Apalagi untuk ahli nan sering mobile dan tidak mau repot meminta password Wi-Fi alias mengatur hotspot setiap kali hendak presentasi.
Pada akhirnya, penemuan dari Belkin ini mengingatkan kita bahwa dalam bumi nan serba terhubung, kemudahan dan kejagoan tetap menjadi raja. ConnectAir bukan sekadar dongle lain; dia adalah pernyataan bahwa berbagi konten antar layar semestinya menjadi pengalkondusif nan mulus dan bebas hambatan. Ketika produk ini akhirnya meluncur, bakal menarik untuk memandang apakah janji “tanpa Wi-Fi” ini benar-betul bisa mengubah langkah kita bekerja-sama dan menghibur diri. Bagaimana menurut Anda, apakah solusi bentuk seperti ini tetap relevan di era cloud, alias justru menjadi penawar atas kompleksitas konektivitas modern?
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·