SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Semarang (USM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarbakal workshop peningkatan supervisi serta pengajar pembimbing lapangan (DPL) untuk persiapan KKN PPM ke-28.
Kegiatan ini berjalan pada Rabu, 6 Mei 2026, di lantai 8 Gedung USM.
Acara tersebut dihadiri oleh jaliran ketua kampus, mulai dari Rektor USM Dr Supari ST MT, Wakil Rektor I Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor II Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, hingga Wakil Rektor III Dr April Firman Daru SKom MKom.
Rektor membuka aktivitas sekaligus memberikan pengarahan awal, nan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat dari para wakil rektor.
Dalam sambutannya, Rektor USM Dr Supari ST MT menekankan bahwa penyelenggaraan KKN ke depan perlu menyesuaikan perkembangan zaman, terutama melalui penerapan digitalisasi dalam beragam program kerja mahasiswa.
Ia menilai mahasiswa tidak hanya datang di tengah masyarakat, tetapi juga kudu bisa menghadirkan solusi berpatokan teknologi, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM dan peningkatan jasa masyarakat.
Sementara itu, dalam wawancara, Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT menyampaikan bahwa workshop ini merupbakal langkah strategis untuk mematangkan penyelenggaraan KKN PPM ke-28 nan dijadwalkan berjalan pada 7 Juli hingga 5 Agustus 2026.
“Pada hari ini dilakukan workshop tentang peningkatan supervisi dan pengajar pembimbing lapangan untuk KKN PPM ke-28 nan bakal diselenggarbakal pada 7 Juli sampai 5 Agustus” ujarnya
Ia menjelaskan, KKN tersebut bakal dilaksanbakal di lima keckajian dengan cakupan 64 kelurahan. Pembagian wilayah dilakukan berasas waktu pelaksanaan, ialah kelas pagi dan kelas sore.
“Untuk kelas pagi ditempatkan di Keckajian Kendal dan Keckajian Brangsong sedangkan kelas sore berada di Keckajian Genuk Semarang Utara dan Ngaliyan” jelasnya
Jumlah peserta KKN PPM ke-28 mencapai 1.675 mahasiswa, terdiri dari 823 mahasiswa kelas pagi dan 852 mahasiswa kelas sore.
Dalam pelaksanaannya, aktivitas ini melibatkan lima supervisor dan 33 DPL, di mana setiap DPL bakal membimbing dua kelurahan.
Selain itu, setiap peserta KKN dikenbakal biaya registrasi sebesar Rp800.000 dan telah mendapatkan perlindungan asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan sektor bukan penerima upah.
“Yang dijamin adalah agunan kecelakaan dan agunan kematian meskipun kami berambisi perihal tersebut tidak terjadi” katanya
Lebih lanjut, dia menegaskan pentingnya integrasi program digitalisasi dalam penyelenggaraan KKN PPM, mengingat perihal tersebut sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini.
“Mahasiswa nantinya bakal membantu masyarakat khususnya pelsaya UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital seperti promosi dan pemasaran melalui internet Ini krusial lantaran masyarakat sekarang dituntut untuk melek digital” ungkapnya.
Ia berambisi melalui workshop ini, para supervisor dan DPL dapat memberikan pengarahan serta pendampingan nan optimal kepada mahasiswa selama aktivitas KKN berlangsung.
“Harapannya dari hasil workshop ini supervisi dan DPL bisa memberikan pengbimbingan dan pendampingan kepada mahasiswa sesuai dengan nan telah dirancang oleh LPPM” pungkasnya. (*)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·