Usai Serangan As, Beberapa Maskapai Kaji Pembatalan Penerbangan Ke Timur Tengah

Sedang Trending 10 bulan yang lalu

ILUSTRASI. Maskapai penerbangan komersial di seluruh bumi pada hari Senin (23/6) mempertimbangkan untuk menangguhkan penerbangan Timur Tengah. Hal ini terjadi usai AS menyerang situs nuklir utama Iran dan Teheran berjanji untuk mempertahankan diri. REUTERS/Christopher Pike

Sumber: Reuters | Editor: Putri Werdiningsih

CEKLANGSUNG.COM – JAKARTA. Maskapai penerbangan komersial di seluruh bumi pada hari Senin (23/6) mempertimbangkan untuk menangguhkan penerbangan Timur Tengah. Hal ini terjadi usai AS menyerang situs nuklir utama Iran dan Teheran berjanji untuk mempertahankan diri.

Wilayah udara nan biasanya nan membentang dari Iran dan Irak ke Mediterania sebagian besar kosong dari lampau lintas udara komersial komersial selama 10 hari sejak Israel memulai serangan terhadap Iran pada 13 Juni lalu. Sejumlah maskapai penerbangan mengalihkan, membatalkan, dan menunda penerbangan melalui wilayah tersebut lantaran penutupan wilayah udara dan masalah keamanan.

Pembatalan dilakukan di beberapa airport internasional tersibuk di bumi seperti Doha di Qatar. Ini semakin menunjukkan gimana kekhawatiran industri penerbangan terhadap area tersebut.

Baca Juga: Maskapai Tanggung Efek Perang di Timur Tengah

Namun, beberapa maskapai penerbangan internasional seperti Singapore Airlines, sudah mulai melunak dan bakal melanjutkan penerbangan ke Dubai pada hari Senin setelah sempat membatalkan penerbangan hari Minggu.

Begitu juga dengan British Airways, nan dimiliki oleh IAG. Maskapai asal Inggris ini pun bakal melanjutkan penerbangan ke Dubai dan Doha pada hari Senin setelah membatalkan rute ke dan dari kedua airport tersebut. Lalu, Air France KLM membatalkan penerbangan dari/ke Dubai dan Riyadh pada hari Minggu dan Senin.

Sedangkan sehari sebelum serangan AS, American Airlines menangguhkan penerbangan ke Qatar, dan United Airlines serta Air Canada melakukan perihal nan sama dengan penerbangan ke Dubai.

Seperti diketahui, di tengah rudal dan serangan udara selama 10 hari terakhir, maskapai penerbangan dialihkan ke utara melalui Laut Kaspia alias ke selatan melalui Mesir dan Arab Ditambah dengan peningkatan biaya bahan bakar dan awak pesawat. Akibat jalan memutar dan pembatalan ini, maskapai juga menghadapi berpotensi mengahadapi kenaikan dalam biaya bahan bakar jet lantaran kenaikan nilai minyak setelah serangan AS.

Baca Juga: Maskapai Penerbangan Global Hindari Wilayah Timur Tengah Usai Serangan AS ke Iran

Sementara maskapai penerbangan internasional mengelak dari wilayah tersebut wilayah tersebut, maskapai lokal di Yordania, Lebanon, dan Irak memilih melanjutkan beberapa penerbangan. Bahkan Israel meningkatkan penerbangan untuk membantu orang kembali ke rumah, dan pergi. Otoritas Bandara negara itu mengatbakal bahwa apa nan disebut penerbangan penyelkajian ke negara itu bakal diperluas pada hari Senin dengan 24 penerbangan sehari. hari, meskipun setiap penerbangan bakal dibatasi hingga 50 penumpang.

Mulai Senin, maskapai penerbangan Israel bakal mulai mengoperasikan penerbangan keluar penerbangan keluar dari Israel. Maskapai penerbangan Israel El Al pada Ahad mengatbakal telah menerima aplikasi untuk meninggalkan negara itu dari sekitar 25.000 orang dalam sekitar satu hari.

Keamanan udara

Tak hanya itu, area bentrok nan semakin meluas juga memicu kekhawatiran maskapai lantaran serangan udara meningkatnya potensi serangan udara nan disengaja alias disengaja terhadap lampau lintas udara komersial.

Pemalsuan letak dan gangguan GPS di sekitar titik-titik hotspot juga mungkin terjadi. Misalnya bisa saja sistem GPS berpatokan darat menyiarkan posisi nan salah posisi nan salah sehingga bisa membikin pesawat komersial keluar jalur.

Flightradar24 mengatbakal kepada Reuters bahwa mereka telah memandang peningkatan mengenai gangguan dan penipuan dalam beberapa hari terakhir di atas Teluk Persia. SkAI, sebuah perusahaan Swiss nan menjalankan peta gangguan GPS, pada hari Minggu mengatbakal telah mengameninggal lebih dari 150 pesawat nan dipalsukan dalam 24 Safe Airspace, sebuah situs web nan dijalankan oleh OPSGROUP, sebuah organisasi berpatokan keanggotaan organisasi berpatokan keanggotaan nan berbagi info akibat penerbangan.

Serangan AS terhadap situs nuklir Iran dapat meningkatkan anckondusif terhadap operator Amerika di wilayah tersebut. Hal ini dapat meningkatkan akibat wilayah udara tambahan di negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Arab.

Selanjutnya: Ukraina Klaim Kuasai 90 Kilometer Persegi Wilayah Rusia

Menarik Dibaca: Tayang di Bioskop Mulai 26 Juni, Ini Sinopsis Film Jodoh 3 Bujang




Selengkapnya
Sumber
-->