SEMARANGUPDATE.COM – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menyoroti pentingnya peran pemerintah wilayah dalam keberhasilan Program Mbakal Bergizi Gratis (MBG) melalui pemaparan hasil riset terbaru dalam Dialog Nasional Mbakal Bergizi Gratis nan digelar di Hotel Gumaya, Semarang, kemarin.
Rektor Unwahas, Helmy Purwanto, menyampaikan hasil kajian berjudul “Peran Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Program Mbakal Bergizi Gratis (MBG)” dalam forum nan melibatkan beragam pemangku kepentingan nasional dan internasional.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kota Semarang, Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), Badan Gizi Nasional, dan Kementerian Luar Negeri.
Program ini juga merupbakal bagian dari proyek internasional “Boosting school meals in ASEAN cities: from knowledge to action” nan berada dalam kernomor Cities Feeding The Future Initiative dan School Meals Coalition.
Dalam paparannya, Helmy menegaskan bahwa pemerintah wilayah memegang peran kunci sebagai pelaksana utama kebijbakal MBG di tingkat lokal. Ia menyebutkan, keberhasilan program sangat ditentukan oleh koordinasi lintas sektor, pemantauan status gizi, agunan keamanan pangan, serta pengelolaan limbah nan berkelanjutan.
“Pemerintah wilayah menjadi ujung tombak penerapan MBG. Tanpa koordinasi nan kuat, program ini susah melangkah optimal,” ujarnya, dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Hasil riset juga menunjukkan bahwa program MBG memberikan akibat luas, tidak hanya pada peningkatan gizi anak sekolah, tetapi juga pada aspek sosial-ekonomi. Di antaranya peningkatan permintaan produk pangan lokal, terbukanya pesenggang bagi UMKM, serta kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Forum perbincangan ini turut menghadirkan perwakilan dari beragam kota dan kabupaten personil MUFPP nan berbagi pengalaman, tantangan, serta penemuan dalam penyelenggaraan program mbakal bergizi di wilayah masing-masing.
Melalui aktivitas ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat kerjasama lintas negara dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan golongan rentan, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam kerja sama dunia di bagian ketahanan pangan dan gizi. (*)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·