Prospek Emiten Pelayaran Smdr, Elpi Dan Nely Saat Selat Hormuz Terjepit Konflik

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas pasca serangan Israel terhadap sejumlah akomodasi nuklir Iran sejak Jumat (13/7) lalu. Situasi semakin memburuk setelah Parlemen Republik Islam Iran menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global.

"Parlemen telah mencapai konklusi bahwa Selat Hormuz kudu ditutup," kata Mayor Jenderal Esmaeli Kowsari, personil Komisi Keamanan Nasional di Parlemen Iran, segimana disiarkan televisi Iran Press TV, Senin (23/6).

Selat Hormuz merupbakal satu-satunya jalur laut nan menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Selat ini berbpemimpin langsung dengan Iran, Oman dan Uni Emirat Arab. 

Sejak abad pertama, jalur ini sudah dimanfaatkan sebagai rute pelayaran perdagangan, segimana tercatat dalam Periplus of the Erythraean Sea. Menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), sekitar 20% pasokan minyak dunia, setara dengan lebih dari 20 juta barel per hari, melewati Selat Hormuz. 

Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia Andrian A. Saputra mengatakan, jika Selat Hormuz ditutup, kapal-kapal pengangkut minyak kudu mengambil rute nan lebih panjang. Hal ini berpotensi meningkatkan ongkos logistik dan biaya asuransi secara signifikan nan akhirnya bisa memicu lonjbakal nilai minyak mentah global.

“Selain sektor energi, sektor transportasi seperti emiten-emiten perkapalan juga patut dicermati. Jika Selat Hormuz benar-betul ditutup, biaya pelayaran bakal naik tajam dan mempengaruhi keahlian perusahaan pelayaran internasional,” kata Andrian dalam keterangannya dikutip Selasa (24/6).

Lantas seperti apa prospek emiten pelayaran di tengah berita penutupan Selat Hormuz?

Prospek Emiten Pelayaran SMRD, ELPI dan NELY

Prospek Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)

Samudera Indonesia merupbakal perusahaan transportasi kargo dan logistik terpadu nan berdiri sejak 1964. Perusahaan ini mempunyai lima lini upaya utama YAKNI Samudera Shipping, Samudera Logistics, Samudera Ports, Samudera Property dan Samudera Services.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan, saham SMDR diperkirbakal tetap melanjutkan tren penguatannya. Berdasarkan kajian teknikal, saham ini menunjukkan pola uptrend nan tetap utuh dengan proyeksi sasaran nilai jnomor pendek pertama di level 356 dan sasaran nilai kedua di 368. Sementara itu, level support berada di Rp320 dan Rp310.

“Sinyal Stochastic K_D dan RSI juga menunjukkan indikasi positif, ditambah dengan volume transtindakan nan terus meningkat,” ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (24/6). 

Ia merekomendasikan tindakan add alias penambahan posisi, dengan area beli berada di kisaran level 320 hingga 350.

Dari sisi pergerbakal nilai saham, pada perdagangan hari ini, Selasa (24/6) pukul 8.52 WIB, saham SDMR naik 6,98% ke level 368, sementara sejak satu bulan terakhir, sahamnya naik signifikan 23,49%.

Prospek Saham ELPI

Emiten pelayaran selanjutnya adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Perusahaan ini didirikan pada tahun 1992 di Ambon, Maluku. Mulanya, upaya ELPI konsentrasi pada jasa logistik di wilayah Maluku dan Papua. Kini, ELPI juga mengelola galangan kapal di Samarinda dan Gresik sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Retail Research Team Leader. CGS International Sekuritas Indonesia Mino mengatakan, dari sisi teknikal, saham ELPI dinilai tetap belum menarik untuk ditransaksikan. Dia menyebut nilai saham ELPI belum menunjukkan kekuatan untuk menembus level 356. “Kalau sudah menyentuh nilai itu, sebaiknya lepas dulu,” kata dia.

Ia menamapalagi bahwa pergerbakal saham ELPI saat ini condong sideways. Senada, Nafan Aji juga menyatbakal bahwa saham ini tidak direkomendasikan untuk saat ini.

Saham ELPI tidak bergerak dari level 352 pada sesi perdagangan pertama hari ini. Sementara jika memandang info perdagangan sejak bulan lalu, sahamnya turun 0,56%.

Prospek Saham PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY)

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) merupbakal perusahaan pelayaran nan menyedibakal jasa transportasi laut untuk beragam jenis barang, termasuk minyak bumi, gas, dan peralatan curah. Perusahaan ini juga mempunyai anak usaha, PT Permata Barito Shipyard & Engineering, nan bergerak di bagian pemgedung dan perbaikan kapal.

Menurut kajian Mino, tren saham NELY saat ini tetap cukup bearish dan berpotensi melemah ke level 370. “Jadi lebih baik wait and see dulu,” ujar Mino. Sementara itu, Nafan juga menyebut saham NELY belum layak direkomendasikan dalam kondisi pasar saat ini.

Adapun saham NELY terkoreksi 1,04% ke level 380 pada perdagangan pagi ini. Sementara itu, sejak bulan lalu, sahamnya ambruk 6,40%.

Selengkapnya
Sumber
-->