PT Pertamina (Persero) berencana mengalihkan rute pengedaran minyak mentah nan diangkut oleh kapal mereka ke jalur nan lebih aman. Hal ini dilakukan di tengah memanasnya perang Iran-Israel di area Timur Tengah.
“Pertamina telah mengantisipasi perihal tersebut dengan mengamankan kapal kami, mengalihkan rute kapal ke jalur aman. Melalui Oman dan India, misalnya,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso kepada Katadata.co.id, Senin (23/6).
Selain pengalihan rute alternatif, Pertamina juga sedang mengkalkulasi nilai bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dengan adanya kondisi ini. “Secara berkala bakal di-review oleh Pertamina Patra Niaga dengan menggunbakal sejumlah parameter, antara lain nilai minyak mentah, kurs rupiah.” ucapnya.
Iran bakal Tutup Selat Hormuz
Parlemen Republik Islam Iran telah menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh aktivitas pelayaran, menyusul serangan Amerika Serikat terhadap akomodasi nuklir Iran.
"Parlemen telah mencapai konklusi bahwa Selat Hormuz kudu ditutup," kata Mayor Jenderal Esmaeli Kowsari, personil Komisi Keamanan Nasional di Parlemen Iran, segimana disiarkan televisi Iran Press TV, Minggu (23/6).
"Keputusan akhir mengenai perihal tersebut bakal ditetapkan oleh Dewan Keamanan Tertinggi Nasional," kata dia, merujuk pada otoritas keamanan tertinggi di Iran.
Menteri Perkapalan Yunani Vassilis Kikilias mengingatkan penutupan Selat Hormuz bakal berakibat serius pada ekonomi global. “Jika Selat Hormuz ditutup bakal mempengaruhi seluruh ekonomi global, bukan hanya sektor pelayaran,” ujarnya kepada stasiun TV SKAI, dikutip Senin (23/6).
Kikilias mengatbakal nyaris 90% perdagangan dunia berjuntai pada jalur laut. Penutupan selat bakal mengganggu rantai pasok dunia jika selat ditutup dan terjadi pengalihan rute kapal melalui Afrika untuk mencapai tujuan utama di Eropa dan Amerika Serikat.
Pengbanget Timur Tengah dari Universitas Ibnu Chaldun, Ezza Habsyi, mengingatkan serangan AS ke Iran bisa menjadi lonceng perang nan menyulut krisis regional menjadi bentrok global, sehingga bukan hanya merupbakal eskalasi militer.
Ezza mengsaya tidak heran jika pasukan Iran bersiaga penuh di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia. “Bila jalur tersebut ditutup, bukan hanya Tel Aviv nan bakal terbakar, melainkan seluruh pasar dunia bakal terguncang oleh lonjbakal nilai energi, inflasi, dan kepanikan finansial," ujarnya.
Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah letak di Iran pada Jumat lalu, termasuk akomodasi militer dan nuklir, nan kemudian mendorong Tehran untuk meluncurkan serangan balasan. Dua hari kemudian AS ikut kombinasi dalam bentrok tersebut dengan menyerang tiga akomodasi nuklir Iran.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·