KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Kota Semarang menegaskan keseriusannya dalam meningkatkan pengawasan sekaligus mempercepat penanganan akibat kecelakaan di area tanjbakal Silayur, Jalan Prof. Hamka, Keckajian Ngaliyan.
Langkah ini diambil setelah kembali terjadi kejadian pada Jumat (10/4) lalu.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut penanganan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor nan melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, serta pelsaya upaya di sekitar wilayah tersebut.
Fokus utama diarahkan pada penertiban kendaraan bertonase besar dan penguatan sistem pengawasan di lapangan.
“Tata ruang kita itu memang keliru, ini kudu diakui. Dan dulu itu pembuatan lajur kemiringannya itu menurut saya memang tidak layak untuk mobil-mobil besar. Mobil-mobil dengan tonase nan berat,” ujar Agustina, Sabtu (11/4).
Ia menjelaskan, jalur tersebut merupbakal akses vital bagi aktivitas industri, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan kudu menyeluruh dengan melibatkan beragam pihak.
Pemerintah kota terus berupaya memastikan kendaraan berat lebih tertib sesuai aturan.
“Maka kami tadi berkoordinasi dan mudah-mudahan kelak dari kepolisian dan Dinas Perhubungan lebih bisa menertibkan. Karena jika berat itu pasti meluncur, pasti,” tegasnya.
Agustina juga mengungkapkan bahwa pembenahan prasarana secara total memerlukan biaya besar.
Oleh lantaran itu, saat ini Pemkot memprioritaskan langkah sigap melalui penguatan pengawasan dan kerjasama lintas sektor.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, abdi negara penegak hukum, dan pelsaya upaya menjadi ftokoh krusial untuk menekan potensi kecelakaan berulang.
Ia juga menyoroti perlunya kesadaran berbareng dalam menjaga keselkajian berkendara.
“Satu-satunya langkah bagaimana? Kita kerjasama Dinas Perhubungan, kepolisian dengan para pengusaha nan truknya lewat situ. Ini kudu dikoordinasikan kembali. Sudah dikolaborasikan terus-terus tapi tetap saja terjadi kecelakaan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Semarang bakal terus memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendorong kepatuhan terhadap aturan, khususnya bagi kendaraan pikulan peralatan nan melintas di jalur tersebut.
Agustina menegaskan, penanganan area Silayur memerlukan komitmen berbareng agar keselkajian pengguna jalan dapat terjaga secara berkelanjutan. (*)
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·