SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana memasang dua portal pempemisah tinggi kendaraan di jalur tanjbakal Silayur, Keckajian Ngaliyan.
Kebijbakal ini diambil sebagai langkah pencegahan kecelakaan nan sering melibatkan kendaraan bertonase besar di area tersebut.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupbakal hasil pertimbangan berbareng sejumlah lembaga terkait, menyusul tingginya potensi kecelakaan di letak itu.
“Untuk sementara, kendaraan berat tetap kami batasi meskipun sudah mengantongi izin. Kondisi lampau lintas di sana cukup berisiko, terutama bagi truk trailer, tronton, maupun kendaraan gandeng,” ujarnya.
Ia menambahkan, portal pempemisah bakal ditempatkan di dua titik strategis, ialah di sekitar Pasar Jrakah dan depan Kantor Sabhara.
Selain itu, portal nan telah ada di area industri juga bakal dimaksimalkan fungsinya dengan pengawasan langsung petugas di lapangan.
Menurutnya, tinggi portal dirancang sekitar 3,4 meter.
Ukuran ini memungkinkan bus Trans Semarang tetap melintas, namun bakal menghalangi kendaraan berat dengan dimensi lebih besar.
“Ketinggian portal disesuaikan sekitar 3,4 meter. Bus Trans Semarang tetap bisa melintas, tetapi kendaraan besar nan berpotensi menimbulkan kecelakaan bakal dibatasi,” jelasnya.
Dishub juga bakal menerapkan sistem buka-tutup portal sesuai kondisi.
Pada malam hari, tepatnya pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, portal bakal dibuka untuk mendukung kelancaran pengedaran logistik saat lampau lintas relatif sepi.
“Pada waktu tertentu, khususnya malam hari, portal dibuka agar pengedaran peralatan tetap melangkah tanpa mengganggu keselkajian pengguna jalan lain,” imbuhnya.
Diharapkan, kebijbakal ini dapat mengurangi akibat kecelakaan di tanjbakal Silayur nan selama ini dikenal rawan, terutama akibat kendaraan berat nan kerap mengalami rem blong saat melintasi jalur tersebut. (*)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·