CEKLANGSUNG.COM – iQOO 15 Ultra tampaknya tidak main-main dalam urusan manajemen suhu. Bocoran terbaru mengungkap bahwa perangkat ini bakal mengmengambil sistem pendinginan aktif nan cukup radikal, ialah menggunbakal kipas sentrifugal berukuran besar. Tidak sekadar gimmick, sistem ini memaksa perubahan signifikan pada tata letak komponen internal smartphone.
Kabar mengenai kehadiran kipas pendingin pada seri Ultra ini sebenarnya sudah terdengar beberapa waktu lalu, namun perincian mengenai langkah kerjanya baru terkuak sekarang. Berbeda dengan pendekatan pasif pada umumnya, iQOO memilih solusi mekanis untuk menjinakkan panas nan dihasilkan oleh chipset kelas atas nan dibawanya.
Berdasarkan skema nan beredar, sistem pendinginan ini bekerja dengan langkah mengalirkan udara melalui saluran unik di dalam bodi ponsel. Udara segar ditarik masuk melalui lubang ventilasi nan terletak di sisi samping perangkat, tepatnya di area dekat tombol daya dan volume. Udara tersebut kemudian diproses oleh kipas sentrifugal untuk mendinginkan komponen inti sebelum akhirnya dibuang keluar melalui sisi nan berlawanan.
Desain ini menciptbakal sebuah terowongan angin mini nan melintasi lebar perangkat. Hal ini tentu menjanjikan efisiensi termal nan jauh lebih baik dibandingkan metode konvensional, terutama saat perangkat dipacu untuk aktivitas berat seperti nan terlihat pada Skor AnTuTu iQOO 15 Ultra nan fantastis.
Kompromi Desain Baterai
Penerapan sistem pendingin aktif ini mempunyai akibat logis terhadap arsitektur internal ponsel. Untuk mengakomodasi saluran udara nan melintang di tengah bodi, iQOO kudu memutar otak dalam menempatkan baterai. Solusinya adalah dengan memecah baterai menjadi dua bagian terpisah (split battery cells).
Kedua sel baterai ini ditempatkan mengapit saluran udara tersebut. Pendekatan ini mirip dengan apa nan sering kita lihat pada ponsel lipat alias beberapa Smartphone Gaming khusus, namun cukup jarang ditemukan pada kreasi bar standar non-lipat. Keputusan ini menunjukkan prioritas iQOO nan sangat menitikberatkan pada performa berkepanjangan (sustained performance).
Dengan adanya terowongan udara ini, panas nan dihasilkan oleh prosesor dapat dibuang secara langsung dan cepat. Ini menjadi kelebihan komparatif nan signifikan, terutama jika dibandingkan dalam duel Flagship Samsung nan umumnya tetap mengandalkan vapor chamber pasif.
Tantangan Durabilitas
Meski terdengar impresif secara teknis, sistem ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai ketahanan jnomor panjang. Adanya lubang ventilasi terbuka berarti ada jalan masuk bagi ptulisan asing. Hingga saat ini, belum ada info apakah iQOO bakal menyertbakal filter debu pada saluran masuk udara tersebut alias sistem pembersihan otomatis.
Debu nan menumpuk di dalam saluran pendingin alias pada bilah kipas sentrifugal tentu dapat mengurangi efisiensi pendinginan seiring berjalannya waktu, apalagi berpotensi menimbulkan bunyi bising. Selain itu, struktur bodi nan “berlubang” di tengah untuk saluran udara juga menjadi tantangan tersendiri bagi integritas struktural perangkat agar tidak mudah bengkok.
Terlepas dari kekhawatiran tersebut, langkah iQOO menghadirkan kipas sentrifugal aktif pada iQOO 15 Ultra adalah langkah berani nan semakin mengaburkan pemisah antara ponsel mainstream dan perangkat gaming hardcore. Kita tunggu saja apakah penemuan ini bakal menjadi standar baru alias sekadar penelitian nan menarik.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·