Kecelakaan Beruntun Di Tanjakan Silayur Disorot, Sudarsono Desak Pengawasan Ketat

Sedang Trending 11 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil 1, Sudarsono, menyoroti seringnya kecelakaan nan terjadi di area tanjbakal Silayur, Kota Semarang.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berbareng kepolisian meningkatkan ketegasan dalam pengawasan keselkajian lampau lintas, terutama bagi kendaraan berat nan melintas di jalur tersebut.

Pernyataan itu disampaikannya saat merespons aspirasi mahasiswa dalam aktivitas “Make & Hope” nan digelar Komunitas Transformasi Kota (Kotta) di Kopi Revolusi Semarang, Jumat (24/2/2026).

Para mahasiswa menyampaikan kekhawatiran jika persoalan ini tidak segera ditangani, kejadian serupa bakal terus berulang.

“Keselkajian masyarakat kudu menjadi prioritas utama. Jalur Silayur ini merupbakal area pbudaya kendaraan dan aktivitas warga. Jangan sampai kelalaian dalam pengawasan justru menimbulkan korban jiwa nan semestinya bisa dicegah,” tegas Sudarsono.

Tanjbakal Silayur di Jalan Prof. Hamka telah lama dikenal sebagai titik rawan kecelakaan, apalagi kerap dijuluki sebagai jalur “tengkorak” lantaran tingginya nomor insiden, khususnya nan melibatkan kendaraan berat akibat rem blong alias kandas menanjak.

Insiden terbaru terjadi pada Jumat (10/4/2026), ketika sebuah truk trailer melaju tak terkendali dan akhirnya terguling sekitar pukul 09.30 WIB, di luar jam operasional nan diperbolehkan.

Tak berselang lama, kecelakaan kembali terjadi pada Rabu (22/4/2026) pukul 01.50 WIB saat sebuah kendaraan kandas menanjak.

Meski tetap dalam waktu operasional, hasil pemeriksaan menunjukkan muatan mencapai 27 ton, melampaui pemisah maksimal nan ditentukan.

Melihat kondisi tersebut, Sudarsono menilai pengawasan terhadap kendaraan berat kudu diperketat, baik mengenai waktu operasional maupun kapabilitas muatan.

Ia menekankan bahwa kendaraan bermuatan berlebih sangat berisiko saat melintasi jalur menanjak seperti Silayur.

“Selain soal jam operasional, beban muatan truk juga kudu benar-betul diawasi. Medan jalan di Silayur ini menanjak dan cukup ekstrem. Kalau kendaraan dipaksbakal membawa muatan berlebih, risikonya sangat besar bagi pengemudi maupun pengguna jalan lain,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga Dinas Perhubungan, agar pengawasan melangkah maksimal dan berkelanjutan.

“Penegbakal patokan kudu diperketat dan tidak boleh hanya berkarakter insidental setelah terjadi kecelakaan. Ini perlu pengawasan rutin dan melibatkan beragam pihak agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.

Sebagai Ketua Frtindakan Gerindra DPRD Jateng, Sudarsono berambisi langkah konkret segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia menegaskan bahwa keselkajian masyarakat kudu menjadi prioritas di atas kepentingan operasional kendaraan berat.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban lantaran lemahnya pengawasan. Aturan sudah ada, tinggal gimana semua pihak serius menegakkannya demi keselkajian bersama,” pungkas Mas Sudar, sapaan akrabnya. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->