SEMARANGUPDATE.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang menggelar audiensi dengan ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono dari Frtindakan PKS.
Dalam pertemuan tersebut, HMI menyerahkan kajian kritis berpatokan info sekaligus mendesak adanya langkah nyata, bukan sekadar janji alias penjelasan normatif mengenai persoalan tata kelola Pemerintah Kota Semarang.
Kajian nan diberi titel “Penguatan Kolaborasi Multi-Aktor dalam Mendorong Integritas Pemerintah Kota Semarang” itu disusun secara kolektif oleh pengurus HMI Cabang Semarang, dengan merujuk pada data, regulasi, serta temuan di lapangan.
Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Nabil Mualif, menegaskan bahwa audiensi tersebut bukan sekadar menyampaikan aspirasi biasa, melainkan corak penagihan tanggung jawab kepada pemerintah daerah.
“Kita bukan menyampaikan keluhan, kami menagih atas tanggung jawab nan selama ini diabaikan Pemerintah Kota Semarang”.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Demokrasi HMI Cabang Semarang, Thoriq Zhafar, menekankan pentingnya peran DPRD sebagai penghati-hati jalannya pemerintahan dan kreator kebijakan.
“DPRD semestinya menjadi garda terdepan kerakyatan perwakilan Masyarakat dengan Fungsi Pengawasan dan Legislasi nan kuat dalam mengawal penerapan roda Pemerintahan Kota Semarang” ujar Thoriq Zhafar Kabid Politik Demokrasi HMI Cabanh Semarang
Menanggapi perihal tersebut, Suharsono menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa nan dinilai sebagai bagian dari sistem kontrol sosial dalam demokrasi.
“Saya menyambut baik penyampaian Kajian dari teman-teman HMI sebagai corak langkah Check and Balance dari Mahasiswa”
Melalui audiensi ini, HMI Cabang Semarang juga mendesak DPRD Kota Semarang untuk segera melakukan audit terhadap Pemerintah Kota Semarang, sebagai upaya menjaga kualitas tata kelola serta gambaran Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah. (*)
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·