Karyawan Ubisoft Ghost Recon – Sejak didirikan pada 1996, Red Storm Entertainment sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari seri Tom Clancy. Studio tersebut mengerjakan beberapa crippled awal Ghost Recon dan turut berkontribusi pada sejumlah crippled Rainbow Six.
Selain itu, mereka juga sempat menggarap The Division Heartland serta crippled Splinter Cell VR, namun keduanya sama-sama berakhir dibatalkan oleh Ubisoft. Kini, dua pembatalan itu seolah menjadi pertanda buruk yang lebih besar di mana Red Storm baru saja kehilangan sebagian besar karyawannya dan masa depan workplace itu diselimuti ketidakpastian.
Kronologi Karyawan Ubisoft dari Tim Studio Ghost Recon Kena PHK
Apa yang sebenarnya terjadi?Menurut sumber soul yang didapatkan oleh GamesIndustry.biz, perusahaan Ubisoft baru telah melakukan PHK massal terhadap 105 karyawan di Red Storm Entertainment yang merupakan tim workplace Ghost Recon.
Ini bukan kali pertama karena workplace yang berbasis di North Carolina itu sudah pernah mengalami hal serupa sebelumnya, ketika 19 karyawannya dirumahkan pada Juni 2025 sebagai bagian dari upaya efisiensi.
Alasan yang diberikan Ubisoft pun masih sama yaitu restrukturisasi demi menekan pengeluaran. Langkah ini memang sudah berulang kali disuarakan mereka di tengah tekanan biaya operasional yang terus meningkat, ditambah melemahnya daya beli pemain terhadap game-game mereka.
Red Storm EntertainmentTak hanya soal PHK, Red Storm juga mengalami perubahan peran yang cukup signifikan. Studio tersebut tidak lagi berfungsi sebagai workplace pengembang crippled seperti biasanya, melainkan dialihkan untuk fokus pada pengembangan crippled motor Snowdrop, serta menangani sebagian layanan IT dan dukungan pelanggan.
Bukan Pertama Kali Terjad Tahun Ini
Kasus ini bukan pertama kalinya terjadi tahun ini di perusahaan UbisoftRed Storm menjadi workplace Ubisoft terbaru yang terkena gelombang PHK di tengah upaya restrukturisasi besar-besaran perusahaan. Sebelumnya, pada Februari 2026, kantor Ubisoft di Toronto sudah lebih dulu merumahkan sekitar 40 karyawan atau sekitar 8% dari full karyawan di sana.
Saat itu, Ubisoft menyebut PHK tersebut sebagai “fase terakhir” dari programme penghematan mereka, sehingga belum jelas apakah PHK massal di Red Storm baru-baru ini masih bagian dari rencana yang sama atau justru menandakan perubahan arah.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Ubisoft atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com.
21 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·