Dinkes Kota Semarang Perkuat Antisipasi Penyakit Saat Musim Kemarau

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya kasus penyakit di masyarakat.

Berbagai langkah pencegahan pun diperkuat, mulai dari pemantauan kualitas air bersih hingga pengendalian penyakit menular dan tidak menular.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan akibat lonjbakal penyakit selama musim kemarau.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap sumber air nan belum terlayani PDAM dan berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan secara berkala melakukan pengambilan sampel air guna memastikan kandungan mikroorganisme tetap kondusif untuk dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, perhatian juga difokuskan pada potensi peningkatan penyakit seperti diare, demam berdarah, dan leptospirosis.

Bahkan, kasus leptospirosis tercatat mengalami kenaikan sejak akhir 2025 hingga awal 2026 sehingga menjadi salah satu prioritas penanganan.

Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Kota Semarang mengintensifkan program Operasi Tangkap Tikus (OTT), khususnya di wilayah rawan seperti Candi, Semarang Timur, dan Semarang Utara.

Kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia juga menjadi perhatian khusus.

Risiko dehidrasi pada golongan ini dinilai lebih tinggi dan dapat memicu komplikasi, seperti preeklamsia pada ibu mengandung serta menurunnya daya tahan tubuh pada balita dan lansia.

Sementara itu, pada golongan usia produktif, Dinas Kesehatan mengingatkan adanya potensi peningkatan penyakit tidak menular akibat pola konsumsi saat cuaca panas, terutama minuman tinggi gula nan dapat memicu lonjbakal kadar gula darah hingga komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik.

Di sisi lain, upaya pengendalian demam berdarah melalui penemuan Wolbachia dinilai menunjukkan hasil positif, dengan penurunan kasus hingga sekitar 70 persen dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerbakal “Gembira” alias Gerbakal Membuka Jendela Rumah.

Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk meningkatkan sirkulasi udara serta mengurangi kelembapan nan menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->