CEKLANGSUNG.COM – Jika Anda berpikir peta persaingan chipset smartphone di penghujung tahun 2025 hanya berkutat pada dua nama besar, Anda perlu memandang info terbaru ini. Laporan kuartal keempat (Q4) 2025 dari AnTuTu untuk pasar China baru saja dirilis, dan hasilnya cukup mengejutkan. Qualcomm memang tetap duduk nykondusif sebagai penguasa pasar, namun munculnya nama baru dalam daftar pangsa pasar chipset membikin industri teknologi kembali bergairah.
Berdasarkan info nan dihimpun, Qualcomm mencatatkan kekuasaan absolut dengan menguasai 71,2 persen pangsa pasar perangkat Android. Angka ini secara efektif menerjemahkan bahwa tujuh dari setiap sepuluh smartphone Android nan beredar di pasar China saat ini ditenagai oleh silikon buatan perusahaan asal San Diego tersebut. Dominasi ini tidak lepas dari portofolio produk mereka nan sangat luas, mulai dari kelas entry-level hingga flagship premium nan menjadi standar industri.
Sementara itu, MediaTek menempati posisi kedua dengan pangsa pasar sebesar 27,4 persen. Meski terpaut cukup jauh dari sang pemuncak klasemen, pabrikan asal Taiwan ini menunjukkan tren kenaikan nan stabil dalam beberapa tahun terakhir. Menariknya, kekuatan utama MediaTek justru bukan terletak pada segmen high-end semata, melainkan cengkerkondusif kuat mereka di pasar kelas menengah nan volumenya sangat masif. Persaingan ini mengingatkan kita pada dinamika Chipset Android nan selampau berubah setiap tahunnya.

Strategi Segmentasi dan Dominasi Kelas Menengah
Kunci keberhasilan Qualcomm mempertahankan takhta terletak pada strategi segmentasi nan sangat rapi. Seri Snapdragon 8 Elite dan Gen series menjadi pilihan default bagi nyaris semua smartphone flagship Android. Sementara itu, seri Snapdragon 7 dan Snapdragon 6 mengisi kekosongan di segmen menengah, dan seri Snapdragon 4 menjadi jagoan untuk ponsel dengan nilai terjangkau. Ketersediaan stok nan stabil juga menjadi ftokoh kunci, berbeda dengan masa lampau saat industri sempat dihantui rumor Krisis Prosesor global.
Di sisi lain, MediaTek memainkan strategi nan sedikit berbeda namun sangat efektif. Chipset seri Dimensity 9000 mereka memang terkenal di kalangan produsen nan mau menyeimbangkan performa tinggi dengan biaya produksi nan efisien. Namun, kemenangan terbesar MediaTek justru datang dari segmen budget dan mid-range. Chipset Helio serta seri Dimensity 7000 dan 8000 menjadi primadona di sini.
Fakta menarik dari laporan AnTuTu menunjukkan sungguh perkasanya MediaTek di kelas ini: dalam ranking smartphone kelas menengah untuk Desember 2025, 9 dari 10 ponsel nan masuk daftar ditenagai oleh chip MediaTek. Ini membuktikan bahwa untuk urusan efisiensi daya dan performa harian di nilai nan masuk akal, MediaTek tetap menjadi raja tanpa mahkota. Bocoran performa terbaru seperti pada Dimensity 8400 juga menunjukkan ambisi mereka nan belum surut.
Kejutan Xiaomi dan Posisi Samsung
Hal paling menarik dari laporan Q4 2025 ini bukanlah kekuasaan Qualcomm, melainkan munculnya Xiaomi dalam daftar pangsa pasar prosesor. Pabrikan smartphone ini sukses mencuri perhatian dengan meraih 0,4 persen pangsa pasar. Angka ini mungkin terlihat kecil, namun sangat signifikan mengingat ini adalah chip hasil pengembangan berdikari mereka.
Prosesor berjulukan XRING O1 ini saat ini eksklusif hanya digunbakal pada dua perangkat premium mereka, ialah Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra. Fakta bahwa hanya dengan dua perangkat saja Xiaomi sudah bisa masuk ke dalam radar statistik AnTuTu menunjukkan bahwa chip buatan mereka telah mendapatkan trtindakan nan cukup kuat di lanskap smartphone nan begitu luas. Ini adalah sinyal ancaman bagi pemain lama jika Xiaomi memutuskan untuk memperluas penggunaan chip in-house mereka ke lebih banyak model di masa depan.
Sementara itu, Samsung kudu puas berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar nan sangat sederhana, ialah 0,6 persen. Angka ini sebagian besar terpemisah pada perangkat Galaxy mereka sendiri nan tetap setia menggunbakal prosesor Exynos. Di luar tiga nama besar dan satu pendatang baru ini, kejuaraan menipis dengan cepat, menyisbakal sedikit ruang bagi pemain lain.
Peta persaingan di tahun 2026 diprediksi bakal semakin panas. Apakah Xiaomi bakal memperbesar porsi kue mereka dengan XRING O1? Dan mampukah MediaTek merebut sebagian pasar premium Qualcomm? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·