SEMARANGUPDATE.COM — Nyeri sendi kronis, terutama pada bagian dengkul dan panggul nan disebabkan osteoarthritis, tetap menjadi persoalan kesehatan nan cukup serius di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.
Selain menimbulkan rasa nyeri, kondisi ini juga berisiko mengurangi keahlian bergerak serta menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa penyakit sendi termasuk dalam 10 besar penyakit tidak menular nan paling sering dikeluhkan masyarakat.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia menyebut osteoarthritis sebagai salah satu penyebab utama disabilitas pada golongan lanjut usia di dunia.
Seiring meningkatnya nomor angan hidup, jumlah kasus diprediksi bakal terus bertambah dan menjadi tantangan kesehatan jnomor panjang.
Di Jawa Tengah, persoalan ini semakin menonjol seiring tingginya jumlah masyarakat usia produktif dan lansia.
Gangguan mobilitas akibat nyeri sendi tidak hanya berakibat pada kondisi kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat secara luas.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Columbia Asia Hospital Semarang menghadirkan jasa penanganan terpadu melalui prosedur Total Knee Replacement (TKR) dan Total Hip Replacement (THR) dengan pendekatan integrated care.
Layanan ini ditujukan untuk membantu pasien mengurangi rasa nyeri, meningkatkan keahlian bergerak, serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.
Melalui konsep jasa terintegrasi, pasien dapat memperoleh perawatan secara menyeluruh, mulai dari tahap pemeriksaan hingga rehabilitasi dalam satu fasilitas.
Pendekatan ini dinilai bisa mempermudah alur perawatan sekaligus meningkatkan efektivitas hasil terapi.
Fasilitas penunjang seperti CT Scan 128 Slices dan MRI 1.5 Tesla digunbakal untuk memastikan pemeriksaan nan lebih akurat.
Selain itu, tindbakal medis dilakukan dengan teknik modern nan dipadukan dengan program rehabilitasi terstruktur guna mempercepat proses pemulihan pasien.
“Kami memahami bahwa keberhasilan tindbakal medis bukan hanya pada operasi itu sendiri, tetapi gimana pasien dapat kembali menjalani hidup dengan optimal,” ujar dr. Herman Kristanto, M.S., Sp.OG, Subsp.KFm, CHQP, MQM.
“Pendekatan integrated care memungkinkan setiap tahapan melangkah secara terkoordinasi, sehingga pasien dapat pulih lebih sigap dan kembali produktif.”
“Pendekatan ini juga merupbakal bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan solusi kesehatan berkepanjangan bagi masyarakat. Harapannya, semakin banyak perseorangan tetap aktif, mandiri, dan mempunyai kualitas hidup nan baik meskipun menghadapi tantangan pada sistem gerak,” tambahnya.
Layanan tersebut ditangani oleh master subspesialis ortopedi berpengalaman, ialah Dr. dr. Robin Novriansyah, M.Si.Med., Sp.OT, Subsp. PL dan dr. Bunarwan Prihargono, Sp.OT, Subsp. PL, dengan support tim multidisiplin nan terdiri dari master rehabilitasi medik serta fisioterapis.
“Banyak pasien datang ketika kondisi sudah cukup berat. Padahal, dengan penanganan nan tepat sejak dini, pesenggang untuk kembali aktif tanpa nyeri jauh lebih besar,” jelas Dr. dr. Robin Novriansyah.
Melalui jasa nan berfokus pada pasien serta didukung pendekatan medis terintegrasi, Columbia Asia Hospital Semarang menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra masyarakat dalam menjaga mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup. (*)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·