China: Serangan As Ke Iran Rusak Kredibilitas Washington

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

ILUSTRASI. A satellite view shows an overview of Fordow underground complex, after the U.S. struck the underground nuclear facility, near Qom, Iran June 22, 2025. MAXAR TECHNOLOGIES/Handout via REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

CEKLANGSUNG.COM - HONG KONG. Pemerintah China menyatbakal bahwa serangan Amerika Serikat (AS) terhadap akomodasi nuklir Iran telah merusak kredibilitas Washington di mata dunia, serta memperingatkan bahwa situasi saat ini berisiko "lepas kendali".

Pernyataan ini disampaikan melalui siaran stasiun televisi nasional China, CCTV, setelah pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (23/6).

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatbakal bahwa militer AS telah "menghancurkan" situs-situs nuklir utama milik Iran, dalam serangan campuran berbareng Israel.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Minta Dukungan Tambahan dari Putin Usai Serangan AS

Aksi ini menjadi intervensi militer terbesar negara-negara Barat terhadap Republik Islam Iran sejak Revolusi 1979.

Dalam pertemuan darurat DK PBB, Rusia, China, dan Pakistan mengusulkan agar badan nan beranggotbakal 15 negara itu mengmengambil resolusi nan menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Timur Tengah.

Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, mendesak semua pihak untuk menahan diri dari menggunbakal kekuatan, serta tidak memperburuk bentrok alias menambah "api" dalam ketegangan nan sudah tinggi.

“Pihak-pihak nan terlibat, terutama Israel, kudu segera menghentikan serangan guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan meluasnya bentrok ke negara lain,” kata Fu seperti dikutip CCTV.

Baca Juga: Selat Hormuz Jalur Vital Bagi Perdagangan Migas dan Dampak ke Ekonomi Global

Ia menambahkan, meskipun Iran menjadi korban, AS juga kehilangan kredibilitasnya—baik sebagai negara maupun sebagai mitra dalam negosiasi internasional.

Dalam editorial nan diterbitkan Minggu malam, media pemerintah China, Global Times, menyebut langkah AS sangat berancaman dan provokatif.

Dalam opini tersebut, media itu menekankan bahwa intervensi militer asing tidak bakal pernah membawa perdamaian, melainkan hanya bakal memperdalam kebencian dan trauma di kawasan.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Iran menyatbakal bahwa sebagian besar penduduk negara China nan berada di Iran telah sukses dievakuasi ke tempat aman. Mereka nan tetap berada di negara itu disebut tidak tinggal di wilayah berisiko tinggi.

Selanjutnya: Jababeka (KIJA) Menarik Peluang Relokasi Investasi Asing ke Kawasan Industri

Menarik Dibaca: Jadi Salah Satu Penyakit nan Sering Dialami, Allianz Bagikan Tips Penanganan ISPA




Selengkapnya
Sumber
-->