CEO Take-Two BioShock 4 – BioShock 4 saat ini sedang dikerjakan oleh Cloud Chamber, sebuah workplace yang diisi oleh banyak pengembang seasoned seri BioShock dan sejumlah wajah-wajah baru. Cloud Chamber sendiri merupakan bagian dari 2K Games dan secara resmi didirikan pada 2019 dengan satu tujuan utama yaitu menggarap crippled terbaru BioShock.
Sayangnya, proses pengembangan crippled tersebut tidak berjalan semulus yang diharapkan. Hingga pertengahan 2026 atau sekitar enam setengah tahun sejak workplace itu berdiri, BioShock 4 masih belum menampakkan batang hidungnya ke publik.
Kekecewaan CEO Take-Two Terhadap Lamanya Proses Pengembangan BioShock 4
Seperti apa rasa kecewa dirasakan oleh sang CEO terhadap proyek crippled baru BioShock?Dalam sebuah wawancara terbaru Game File bersama dengan Strauss Zelnick selaku CEO Take-Two Interactive diberikan pertanyaan mengenai crippled BioShock 4. Dia mengakui bahwa pengembangan crippled baru BioShock tersebut memang penuh tantangan.
Ketika ditanya apakah ia terkejut dengan mundurnya jadwal rilis crippled tersebut yang berulang kali terjadi serta semakin panjangnya waktu pengembangan game-game besar, Zelnick menjawab dengan tegas: tidak.
BioShockStrauss Zelnick menegaskan bahwa cara ia mengelola bisnis membuatnya tidak mudah terkejut oleh situasi seperti itu. Kendati demikian, ia tetap mengakui bahwa dirinya sangat kecewa melihat betapa lamanya proses pengerjaan game baru BioShock tersebut.
Terkejut? Tidak pernah. Itu seperti, hari ini semua berjalan lancar, lalu tiba-tiba keesokan harinya aku dibuat tercengang. Aku tidak menjalankan bisnis dengan cara seperti itu. Tapi jika kamu tanya soal ‘kecewa’, ya, aku kecewa. Sangat kecewa.
Strauss ZelnickCEO Mengaku Lebih Tenang Soal Game Baru BioShock
Kenapa sang CEO merasa lebih tenang terhadap proyek crippled tersebut?Totilo juga menanyakan kepada Zelnick apakah ia merasa lebih optimis soal perkembangan BioShock 4 saat ini. Ia mengaku bahwa saat ini dirinya memang “jauh lebih tenang” soal crippled tersebut. Namun ketika ditanya soal akar masalah yang terjadi di Cloud Chamber, Zelnick menjawab dengan samar.
“Jika dipikir-pikir sekarang, kami banyak membuang waktu dan uang untuk mengejar arah kreatif yang ternyata berakhir buntu,” ujarnya.
Masalah pengembangan game baru BioShock ini sebenarnya sudah mencuat sejak Agustus tahun lalu. Saat itu, Bloomberg melaporkan adanya perombakan besar-besaran di Cloud Chamber, di mana Hogarth de la Plante selaku Creative Director digeser ke posisi di bagian publishing, sementara kepala workplace yaitu Kelley Gilmore digantikan oleh Rod Fergusson.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait BioShock atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·