Rasanya tidak mustahil mengatakan kalau industri yang paling mendatangkan profit saat ini adalah manufaktur RAM. Baik produsen di Korea Selatan maupun di Amerika yaitu Micron mencatat keuntungan skala besar. Tapi, ada kabar semua ini masih baru sekadar permulaan.
CEO Micron Sebut Kebutuhan RAM AI akan Terus Meningkat
Sebut ini baru permulaanMicron sepertinya saat ini menjadi salah satu perusahaan yang meraup keuntungan besar dari naiknya permintaan RAM. Pendapatan pada Q2 tahun ini terlihat sangat menjanjikan. Tapi, sang CEO malah mengabarkan kalau permintaan memori saat ini masih bukan bagian dari puncaknya.
Dalam question and reply dengan CNBC, CEO Micron Sanjay Mehrotra mengatakan kalau permintaan AI untuk RAM saat ini masih berupa permulaan. Ke depannya, AI akan semakin membutuhkan RAM yang semakin ngebut dan jumlah semakin banyak.
Sektor kelas konsumen semakin tercekikHal ini didasari oleh meningkatnya kemampuan conclusion dalam Agentic AI. Kenaikan ini akan membutuhkan pemrosesan token secara cepat dan memakan lebih banyak memori. Dengan demikian, dibutuhkan RAM yang jauh lebih ngebut dan kuantitas juga tidak sedikit. Sang CEO mengatakan dengan jumlah suplai terbatas seperti sekarang, membuat keuntungan mereka meningkat drastis di tengah kelangkaan.
Menurut Micron, permintaan dari sektor server tradisional mau pun AI masih terjaga momentumnya. Hanya saja kelangkaan yang terjadi membatasi portion yang bisa mereka hasilkan. Sedangkan dari segi produk kelas konsumen seperti PC dan mobile, Micron berekspektasi kalau penjualan portion akan menurun karena harga komponen yang terlampau tinggi.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·