Acer Indonesia Sulap Limbah E-waste Menjadi Ribuan Pohon Di Bogor

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

<p><b>CEKLANGSUNG.COM –</b> Di tengah pesatnya laju penemuan teknologi nan memanjbakal kita dengan beragam perangkat canggih, seringkali terselip pertanyaan menggelitik di akal Anda: ke mana perginya gadget-gadget lhati-hati nan sudah tak terpakai? Isu limbah elektronik alias <i>e-waste</i> sekarang bukan lagi sekadar wacana pinggiran, melainkan tantangan nyata nan menuntut tindakan konkret. Menjawab kegelisahan tersebut, Acer Indonesia baru saja menuntaskan sebuah misi lingkungan nan patut diacungi jempol melalui inisiatif <b>Acer Indonesia kelola e-waste</b>, nan hasilnya rupanya jauh melampaui ekspektasi awal.</p>

<p>Bogor menjadi stindakan bisu gimana sebuah komitmen korporasi diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Pada 19 Januari 2026, Acer Indonesia secara resmi menutup rangkaian gerbakal berjudul ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi”. Tidak tanggung-tanggung, dari sasaran awal pengumpulan limbah elektronik nan dipatok sebesar 2 ton, perusahaan teknologi ini sukses mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti sah bahwa kesadaran masyarakat dan mitra upaya terhadap <a href=”https://telset.id/gizmo/kurangi-dampak-limbah-elektronik-pt-arah-kenalkan-ecofren/”>dampak limbah</a> elektronik semakin meningkat.</p>

<p>Namun, cerita ini tidak berakhir pada sekadar menumpuk peralatan bekas. Sebagai corak tanggung jawab lanjutan, keberhasilan pengumpulan limbah tersebut dikonversi menjadi tindakan pemulihan ekosistem melalui penankondusif 2.000 pohon. Langkah ini seolah menegaskan bahwa teknologi dan alam tidak kudu selampau berseberangan, melainkan bisa melangkah beriringan dalam harmoni nan saling menguntungkan. Inisiatif ini sekaligus menjadi angin segar di awal tahun 2026, memberikan standar baru bagi industri teknologi dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.</p>

<h2>Melampaui Angka: Komitmen di Balik Tumpukan E-Waste</h2>

<p>Pencapaian 3 ton limbah elektronik ini tentu tidak terjadi dalam semalam. Gerbakal ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” telah bergulir sejak 14 Oktober hingga 31 Desember 2025. Periode intensif ini melibatkan partisipasi aktif dari beragam elemen, mulai dari internal Acer Indonesia Group, lembaga pendidikan seperti sekolah dan madrasah, mitra bisnis, hingga masyarakat umum nan dengan sukarela menyerahkan perangkat elektronik lhati-hati mereka.</p>

<p>Leny Ng, selsaya President Director Acer Indonesia, memberikan pandangan nan mendalam mengenai pencapaian ini. Menurutnya, bagi Acer Indonesia, keberlanjutan bukanlah sekadar program tempelan alias tanggungjawab CSR semata. “Keberlanjutan bukan sekadar program, melainkan panggilan dan komitmen untuk bertindak,” tegas Leny. Pernyataan ini menyiratkan bahwa setiap sirkuit, kabel, dan monitor jejak nan terkumpul membawa angan baru bagi lingkungan nan lebih baik.</p>

<p>Penting untuk dicatat bahwa pengelolaan limbah ini tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh e-waste nan terkumpul diserahkan kepada mitra pengelola resmi. Hal ini krusial untuk memastikan proses daur ulang dan pemusnahan dilakukan secara aman. Kita tahu bahwa komponen elektronik seringkali mengandung material berancaman jika tidak ditangani dengan prosedur nan tepat. Dengan menggandeng mitra profesional, Acer memastikan prinsip <i>good governance</i> dan transparansi tetap terjaga, serta meminimalisir akibat pencemaran lingkungan.</p>

<div class=”read-also”>

<p><strong>Baca Juga:</strong></p>

<ul>

<li><a href=”https://telset.id/news/smartphone-bekas-jadi-bahan-utama-medali-olimpiade/”>Smartphone Bekas jadi Bahan Utama Medali Olimpiade</a></li>

<li><a href=”https://telset.id/ngehits/selamatkan-bumi-para-youtuber-bersatu-tanam-20-juta-pohon/”>Selamatkan Bumi, Para Youtuber Bersatu Tanam 20 Juta Pohon</a></li>

</ul>

</div>

<h2>Menanam Harapan di Sentul Edu Eco Tourism Forest</h2>

<p>Satu perihal nan menarik dari kampanye ini adalah gimana Acer Indonesia menghubungkan pengelolaan sampah dengan pemulihan lahan. Sebagai kelanjutan dari inisiatif #SayangBumi, sebanyak 2.000 bibit pohon telah disiapkan untuk ditanam. Ini adalah manifestasi dari konsep ekonomi sirkular nan terintegrasi, di mana upaya pengurangan limbah berkorelasi langsung dengan upaya <a href=”https://telset.id/news/telko/telkomsel-tanam-pohon-carbon-offset/”>program Carbon Offset</a> alias penyerapan jejak karbon.</p>

<p>Proses penankondusif perdana telah dilaksanbakal tepat pada penutupan acara, ialah 19 Januari, berletak di Sentul Edu Eco Tourism Forest, Bogor. Pemilihan letak ini tentu mempunyai argumen strategis, mengingat area tersebut merupbakal salah satu penyangga ekosistem nan vital. Kegiatan ini tidak dilakukan sendirian; Acer menggandeng organisasi peduli lingkungan Seasoldier Indonesia, karyawan, serta perwakilan sekolah dan mitra bisnis. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa beban pemulihan lingkungan tidak bisa dipikul oleh satu pihak saja.</p>

<p>Penankondusif pohon ini mempunyai tujuan jnomor panjang nan sangat krusial. Selain untuk meningkatkan kapabilitas penyerapan karbon dioksida—yang menjadi biang kerok perubahan iklim—pohon-pohon ini diharapkan bisa mencegah degradasi lahan dan mengurangi akibat musibah lingkungan di masa depan. Leny Ng menambahkan, “Kami percaya bahwa ketika teknologi, tanggung jawab, dan kepedulian dapat melangkah bersama, kita tidak hanya melindungi alam hari ini, tetapi juga mewariskan masa depan bagi generasi mendatang.”</p>

<h2>Edukasi Generasi Muda: Dari Sampah Jadi Heroik</h2>

<p>Mungkin Anda bertanya, gimana memastikan semangat ini tidak padam di generasi kita saja? Acer Indonesia rupanya telah memikirkan aspek regenerasi kesadaran lingkungan. Bersamaan dengan kampanye pengumpulan limbah, mereka juga menyelenggarbakal sesi training berjudul “Dari Sampah Elektronik, Jadi Aksi Heroik”.</p>

<p>Program edukasi ini menyasar lima sekolah dan madrasah, dengan melibatkan sekitar dua ratus lima puluh siswa. Angka ini mungkin terlihat mini jika dibandingkan dengan populasi pelajar nasional, namun dampaknya bisa sangat masif. Para siswa ini tidak hanya diajarkan teori, tetapi dibekali pemahkondusif mendalam mengenai ancaman sampah elektronik dan praktik pemilahan <a href=”https://telset.id/news/smartphone-bekas-jadi-bahan-utama-medali-olimpiade/”>smartphone bekas</a> alias perangkat lainnya di lingkungan sekitar mereka.</p>

<p>Tujuannya jelas: mencetak pemasok perubahan. Para siswa ini diharapkan bisa menularkan virus kepedulian lingkungan di organisasi mereka masing-masing. Dengan menanamkan pola pikir bahwa mengelola sampah adalah tindbakal heroik, Acer berupaya mengubah persepsi bahwa menjaga lingkungan adalah tugas nan keren dan relevan bagi anak muda.</p>

<p>Secara keseluruhan, apa nan dilakukan Acer Indonesia melalui gerbakal ini adalah sebuah cetak biru gimana perusahaan teknologi semestinya beroperasi. Mereka tidak hanya konsentrasi menjual produk, tetapi bertanggung jawab penuh atas siklus hidup produk tersebut hingga menjadi limbah. Dengan kepatuhan terhadap izin dan pendekatan kolaboratif, Acer Indonesia telah membuktikan bahwa <b>Acer Indonesia kelola e-waste</b> bukan sekadar semboyan pemasaran, melainkan tindakan nyata demi bumi nan lebih lestari. Bagi Anda nan mau memantau perkembangan inisiatif ini, info terkini dapat diakses melalui lkondusif resmi mereka di acerid.com/sayangbumi.</p>

Selengkapnya
Sumber Telset
-->