Jakarta -
Kelahiran bayi merupbakal hidayah luar biasa nan membawa kebahagiaan bagi keluarga. Dalam tradisi Islam, kehadiran bayi baik wanita maupun laki-laki sering disambut dengan angan dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an sebagai corak syukur serta perlindungan.
Membacbakal surah tertentu sejak awal diyakini memberikan keberkahan dan menjadi angan terbaik bagi Si Kecil. Tidak hanya kitab suci umat Islam, tetapi Al-Qur'an juga sumber petunjuk dan ketenangan hati.
Membacbakal surah-surah tertentu kepada bayi nan baru lahir dipercaya dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak usia dini. Di samping itu, kebiasaan ini juga menjadi salah satu corak pendidikan spiritual awal nan lembut namun bermakna.
Setiap surah dalam Al-Qur’an mempunyai keistimewaan dan pesan tersendiri. Beberapa surah sangat dianjurkan untuk dibacbakal kepada bayi baru lahir lantaran maknanya nan mendalam serta doanya nan mengandung angan baik.
8 Surah Al-Qur'an untuk Bayi Baru Lahir Perempuan dan Laki-laki
Saat menyambut bayi nan baru lahir, baik wanita maupun laki-laki Bunda dapat membacbakal surah-surah berikut ini nan dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam oleh Rosidin.
1. Surah Al-Qadr ayat 1-5
Bunda dapat membacbakal Surah Al-Qadr ayat 1-5 sebagai corak rasa syukur menyambut hidayah bayi wanita dan laki-laki. Berikut deretannya:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ١
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢
wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
Tahukah Anda apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤
tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr
Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr
Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.
2. Al-Fatihah ayat 1-7
Selain surat Al-Qadr, Bunda juga dapat membaca surat Al-Fatihah sebagai pembuka untuk menyambut tahap selanjutnya dengan Si Kecil. Berikut selengkapnya.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١
Bismillahir-rahmannir-rahim(i)
Dengan nama Allah nan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢
Al-hamdu lillahi rabbil-‘alamin(a)
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣
Ar-rahmanir-rahim(i)
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤
Maliki yaumid-din(i)
Pemilik hari Pembalasan.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥
Iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in(u),
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦
Ihdinasirat¯al-mustaqim(a)
Bimbinglah kami ke jalan nan lurus,
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ٧
Sirat¯al-ladzina an‘amta ‘alaihim, gairil-maghdubi ‘alaihim wa ladhollin(a)
(yaitu) jalan orang-orang nan telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka nan dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang nan sesat.
3. Al-Kafirun ayat 1-6
Saat menyambut kehadiran Si Kecil, Bunda dan Ayah dapat membaca surat Al-Kafirun sebagai penegasan tauhid anak untuk menyembah kepada Allah:
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١
qul yâ ayyuhal-kâfirûn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,
لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢
lâ a‘budu mâ ta‘budûn
saya tidak bakal menyembah apa nan Anda sembah.
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣
wa lâ antum ‘âbidûna mâ a‘bud
Kamu juga bukan penyembah apa nan saya sembah.
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤
wa lâ ana ‘âbidum mâ ‘abattum
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa nan Anda sembah.
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥
wa lâ antum ‘âbidûna mâ a‘bud
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa nan saya sembah.
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ ٦
lakum dînukum wa liya dîn
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.
4. Al-Insyirah 1-8
Bunda dapat membaca surat Al-Insyirah sebagai corak memohon perlindungan kepada Allah saat Si Kecil tertidur, disarankan untuk membaca tujuh kali. Berikut selengkapnya:
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ ١
a lam nasyraḫ laka shadrak
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad),
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ ٢
wa wadla‘nâ ‘nomor wizrak
meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ ٣
alladzî angqadla dhahrak
yang memberatkan punggungmu,
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ ٤
wa rafa‘nâ laka dzikrak
dan meninggikan (derajat)-mu (dengan selalu) menyebut-nyebut (nama)-mu?
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥
fa inna ma‘al-‘usri yusrâ
Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦
inna ma‘al-‘usri yusrâ
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ ٧
fa idzâ faraghta fanshab
Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk amal nan lain).
5. Surat Al-Baqarah ayat 255
Surat Al-Baqarah ayat 255 alias sering dikenal sebagai ayat kursi, Bunda dapat membacbakal ayat tersebut untuk berlindung kepada Allah dari bujukan setan-setan nan senang menyelakai anak kecil. Berikut selengkapnya.
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi'idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ', wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, nan Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilkamu oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa nan ada di langit dan apa nan ada di bumi. Tidak ada nan dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa nan ada di hadapan mereka dan apa nan ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, selain apa nan Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah nan Maha Tinggi lagi Maha Agung.
6. Ali Imran ayat 36
Pada ayat ini, berisi tentang kisah Siti Maryam nan mempunyai anak seorang diri ialah Nabi Isa AS. Namun, Bunda juga dapat bacbakal untuk meminta perlindungan pada bayi nan baru lahir. Berikut selengkapnya:
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰىۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ ٣٦
fa lammâ wadla‘at-hâ qâlat rabbi innî wadla‘tuhâ untsâ, wallâhu a‘lamu bimâ wadla‘at, wa laisadz-dzakaru kal-untsâ, wa innî sammaituhâ maryama wa innî u‘îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy-syaithânir-rajîm
Ketika melahirkannya, dia berkata, “Wahai Tuhanku, saya telah melahirkan anak perempuan.” Padahal, Allah lebih tahu apa nan dia (istri Imran) lahirkan. “Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan nan terkutuk.”
7. Surat Luqman ayat 19
Sebagai corak rasa syukur kepada Allah, Bunda dapat membaca surat Luqman ayat 19 nan bercerita tentang angan bahwa anak dapat tumbuh menjadi pribadi nan rendah hati terhadap sesama manusia dan pandai serta haus untuk mencari pengetahuan pengetahuan.
وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِࣖ ١٩
waqshid fî masy-yika waghdludl min shautik, inna angkaral-ashwâti lashautul-ḫamîr
Berlakulah wajar dalam melangkah dan lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk bunyi adalah bunyi keledai.”
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·