Viral Istilah "mythomania" Di Medsos, Ternyata Ini Arti Dan Ciri-cirinya

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Viral Istilah Mythomania di Medsos, Ternyata Ini Arti dan Ciri-cirinya/Foto: Feepik/pressfoto

Mythomania menjadi istilah nan viral di media sosial belakangan ini. Tak sedikit nan bertanya-tanya, apa maknanya, ciri-ciri mythomania, hingga penyebabnya.

Mythomania adalah kondisi ketika seseorang mendusta secara terus-menerus tanpa ada faedah alias untung nan jelas untuk dirinya sendiri. Orang nan menderita mythomania syndrome alias nan juga dikenal sebagai pathological lying disorder pada akhirnya bisa mengalami kebingungan antara realita dan fiksi akibat ketidakejujuran nan terus dilontarkan.

Semua orang pasti pernah berbohong. Namun, skala ketidakejujuran nan dilakukan orang dengan kondisi mythomania jauh berbeda, ialah terus-menerus dan sering kali di luar kendali mereka.

Yuk, simak ulasan lebih mendalam soal pengertian, penyebab mythomania, ciri-ciri, hingga langkah mengatasinya!

Mythomania artinya kondisi ketika seseorang mempunyai kecenderungan nan tidak terkendali untuk mendusta terus menerus, apalagi ketika tidak ada faedah alias argumen nan jelas untuk melakukannya, segimana dikutip dari lkondusif Hope Therapy & Counselling Services.

Istilah ini pertama kali muncul dari master Jerman berjulukan Dr. Delbruck pada 1891, dikutip dari GoodTherapy. Lima pasien Dr. Delbruck mempunyai kebiasaan mendusta nan sangat besar. Ia menambakal perilsaya mereka pseudologia phantastica.

Mythomania syndrome ini bisa membikin penderitanya sering mengatbakal ketidakejujuran nan dibesar-besarkan dan menarik perhatian orang lain. Selain itu, mereka juga mungkin mengalami kebingungan antara realita alias fiksi. Bahkan, di beberapa kasus, mereka jadi ikut mempercayai ketidakejujuran nan mereka ucapkan sendiri.

Penyebab Mythomania

Kebiasaan orang red flag ketika berbohong/foto: freepik.com/rawpixel.comPenyebab mythomania/Foto: freepik.com/rawpixel.com

Penyebab mythomania rupanya cukup beragam, Beauties. Mythomania syndrome bisa berasal dari intertindakan kompleks antara ftokoh psikologis, lingkungan, dan sosial.

Dilansir dari Hope Therapy & Counselling Services, berikut ini beberapa penyebab mythomania:

1. Pengalkondusif Masa Kecil

Beberapa pengalkondusif hidup saat mini dapat menjadi penyebab mythomania. Misalnya, seseorang pernah diabaikan alias ditelantarkan saat kecil, pola asuh nan tidak konsisten, lingkungan rumah nan tidak stabil, hingga mengalami kekerasan emosional alias fisik.

2. Ftokoh Psikologis

Ada beberapa ftokoh psikologis tertentu nan menjadi penyebab mythomania. Misalnya, merasa tidak bisa hingga memengaruhi langkah seseorang memandang dirinya sendiri, dunia, dan bisa jadi menghalang potensi mereka.

Lalu, ada pula rasa takut bakal penolbakal dari orang lain juga bisa menjadi salah satu ftokoh timbulnya mythomania. Ftokoh lainnya nan juga dianggap berpengaruh seperti kebutuhan bakal perhatian dan pengesahan dan kesulitan memproses emosi.

Orang nan mempunyai mythomania syndrome sering kali mempunyai latar belakang trauma. Seiring berjalannya waktu, trauma ini kemudian muncul dalam perilsaya mereka sebagai coping mechanism alias langkah mengatasi masalah alias stres.

Anak-anak nan pernah mengalami trauma signifikan menjadikan mendusta sebagai strategi memperkuat hidup. Mereka bisa saja mendusta untuk menghindari hukuman, melindungi diri dari bahaya, alias mendapatkan perhatian nan tak pernah mereka terima. Pada akhirnya, kebiasaan mendusta nan awalnya hanya sebagai strategi ini berubah menjadi pola nan tidak terkendali saat dewasa, alias singkatnya, menjadi sebuah kebiasaan nan tak bisa dihindari.

Ciri-Ciri Mythomania

Ilustrasi wanita nan sedang mengobrol dengan temannya/ Foto: FreepikCiri-ciri mythomania/Foto: Freepik

Lantas, apa saja ciri-ciri mythomania? Orang dengan mythomania syndrome sering mendusta dalam kehidupan sehari-hari, mengarang cerita nan dilebih-lebihkan agar mereka merasa lebih baik atas diri sendiri dan menarik perhatian orang lain.

Orang dengan mythomania syndrome condong menganggap perilsaya mereka sebagai bagian dari identitas dan merupbakal perihal nan wajar. Karena mereka menganggap ketidakejujuran sebagai perihal nan wajar, mereka pada akhirnya ikut mempercayai ketidakejujuran mereka sendiri.

Lantas, gimana langkah mengetahui apakah seseorang menderita mythomania alias sedang mendusta biasa? Rupanya, ada ciri-ciri mythomania nan menonjol, Beauties, yaitu:

  • Kebohongan sudah menjadi kebiasaan. Berbohong menjadi menjadi respons otomatis alias bawaan dalam beragam situasi, bukan hanya sesekali.
  • Cerita-cerita bohong nan dilontarkan orang dengan mythomania syndrome biasanya rumit, detail, dan dramatis.
  • Isi dari cerita tiruan sering kali bermaksud untuk membikin dirinya terlihat hebat, misalnya dia menjadi pahlawan dan melakukan perihal dahsyat alias menjadi korban nan mengalami penderitaan luar biasa.
  • Kebohongan nan diucapkan biasanya terjadi tanpa motivasi alias argumen nan logis nan bisa dipahami orang lain.
  • Teguh mempertahankan ketidakejujuran mereka, apalagi ketika ada bukti nan kuat untuk membantah kisah bohong mereka.

Itulah ciri-ciri mythomania nan perlu diperhatikan. Agar lebih mudah dipahami, berikut ini beberapa contoh kasus mythomania, dikutip dari GoodTherapy:

  • Kebohongan diselipi "sedikit kebenaran": seseorang nan hanya flu bisa melebih-lebihkan bahwa indikasi nan dialaminya adalah AIDS alias penyakit serius lain.
  • Kebohongan bisa tampil dalam gambaran nan positif: seseorang mendusta tentang prestasi nan mengesankan (misalnya, mengsaya punya gelar Ph.D) daripada mengakui hal-hal nan merendahkan diri (misalnya, putus sekolah).

Cara Mengatasi Mythomania

Ilustrasi sesi konseling dengan seorang ahli /Foto: Freepik/DC StudioCara mengatasi mythomania/Foto: Freepik/DC Studio

Cara mengatasi mythomania memerlukan pendekatan komprehensif nan kudu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi spesifik setiap individu. Perlu dipahami, mendiagnosis mythomania bisa menjadi perihal nan cukup menantang bagi para ahli kesehatan mental. Sebab, indikasi mythomania bisa mirip dengan indikasi kondisi psikologis lainnya, seperti gangguan kepribadian antisosial, bipolar, hingga gangguan kepribadian narsistik.

Tantangan lainnya adalah pasien bisa saja mendusta alias mengubah indikasi nan dia alami selama proses penilaian. Untuk mengatasinya, tenaga ahli kudu membangun hubungan nan kuat dengan pasien sembari tetap berkarakter objektif dalam pendekatan klinis mereka.

Biasanya tenaga ahli menggunbakal beragam strategi terapi untuk membantu penderita mythomania syndrome mengelola perilsaya mendusta kompulsif dan mengatasi masalah nan mendasarinya.

Pertama, melalui pendekatan psikoterapi, seperti terapi perilsaya kognitif (CBT), terapi perilsaya dialektis (DBT), dan terapi psikodinamik.

Melalui CBT, penderita mythomania syndrome dapat mengenali hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilsaya mendusta mereka. Sementara itu DBT menggabungkan strategi berpatokan penerimaan dengan teknik berorientasi perubahan, membantu perseorangan untuk mengelola emosi kuat nan mungkin memicu perilsaya berbohong.

Lalu, terapi psikodinamik menggunbakal pendekatan nan menggali jauh ke dalam pengalkondusif masa lampau nan mungkin telah berkontribusi pada perkembangan kecenderungan mythomania. Tenaga ahli kesehatan mental nan berkualifikasi dapat membantu menentukan pendekatan terapi alias kombinasi pendekatan mana nan paling sesuai untuk situasi spesifik penderita mythomania syndrome.

Meskipun tidak ada obat unik sebagai langkah mengatasi mythomania, namun, obat-obatan tertentu dapat membantu mengelola kondisi terkait. Misalnya antidepresan (SSRI) nan membantu menstabilkan suasana hati dan mengurangi indikasi kekhawatiran nan dapat memicu perilsaya berbohong, obat anti kecemasan, hingga obat nan dapat menstabilkan suasana hati.

Perlu diperhatikan, keputusan untuk menggunbakal obat memerlukan pemikiran dan pemantauan nan jeli oleh ahli perawatan kesehatan nan berkualifikasi.

Selain pendekatan psikoterapi dan penggunaan obat-obatan, langkah mengatasi mythomania juga dapat dilakukan dari mengubah style hidup. Mulai dari memerhatikan kesehatan fisik, kesejahteraan mental, dan hubungan sosial.

Misalnya, olahraga teratur, mempunyai agenda tidur nan konsisten, menerapkan stres manajemen, hingga mengikuti group support. Banyak penderita mythomania syndrome nan merasa terbantu dengan menggabungkan aktivitas bentuk dengan intertindakan sosial, seperti mengikuti kelas kebugaran golongan alias berperan-serta dalam aktivitas volunteer.

Cara Menghadapi Orang dengan Mythomania

Memahami langkah menghadapi orang dengan mythomania secara tepat juga berkedudukan krusial dalam proses pengobatan kondisi ini, Beauties. Jika Anda mempunyai orang terdekat alias nan dikenal mempunyai mythomania syndrome dan sedang dalam proses penyembuhan, ada beberapa perihal nan perlu Anda lakukan.

Kamu kudu mendengarkan mereka secara aktif tanpa menghakimi. Selain itu, krusial juga untuk terus memotivasi dan mendorong mereka untuk berkomunikasi secara jujur tanpa menutup-nutupi apa pun, apalagi menciptbakal ketidakejujuran baru.

Ketika mereka menunjukkan adanya progres ataupun perubahan positif sekecil apa pun, hargai dan raybakal perihal tersebut, ya. Ini bisa membikin mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam proses ini.

Namun, tentu, proses pengobatan memerlukan waktu dan tidak selamanya melangkah lancar. Jika terjadi hal-hal susah nan menyebabkan progres menjadi lambat alias mundur, ingatlah untuk terus bersabar dan memberikan dukungan.

Apakah Mythomania Bisa Disembuhkan?

Perempuan Dikenal Punya Sifat Empati nan Tinggi/Foto: Pexels/Liza SummerApakah mythomania bisa disembuhkan?Foto: Pexels/Liza Summer

Lantas, apakah mythomania bisa disembuhkan? Orang dengan mythomania syndrome dapat diobati, namun, perseorangan tersebut kudu terlebih dulu mengenali kondisinya, menginginkan pengobatan, dan berkomitmen menjalani prosesnya.

Pemulihan dari mythomania memerlukan dedikasi dan kekuatan dari dalam diri nan tak mudah goyah. Proses pengobatan memerlukan waktu, dan tentu bakal menghadapi kemajuan alias kemunduran. Mereka nan sedang dalam proses pengobatan kudu menerima realita ini sembari tetap berkomitmen untuk membikin perubahan.

Hal-hal nan kudu diperhatikan bagi pengidap mythomania syndrome adalah membangun kepercayaan, baik dengan terapis alias orang terdekat, memerlukan waktu. Progres terjadi secara bertahap, setiap fase nan dilalui bakal membantu mereka untuk berkembang.

Keberhasilan dalam mengatasi mythomania terletak pada penerimaan kebenaran bahwa kondisi ini bukan sesuatu nan bisa dihilangkan begitu saja dalam semalam. Meskipun begitu, bukan berarti tidak bisa diatasi, Beauties. Kuncinya adalah tetap konsisten dan tidak mudah menyerah dalam menjalani beragam corak pengobatan alias terapi nan direkomendasikan.

Itulah penjelasan soal mythomania nan viral di media sosial beserta ciri-ciri, penyebab, hingga langkah mengatasinya. Jika ada orang terdekatmu mempunyai mythomania syndrome, jangan lupa tunjukkan support kepada mereka untuk menjalani pengobatan, ya!

***

Ingin jadi salah satu pembaca nan bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke organisasi pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Selengkapnya
Sumber
-->