Perusahaan migas internasional, Total Energies kembali masuk ke Indonesia melalui akuisisi kepemilikan saham 24,5% di wilayah kerja (WK) migas Bobara. Saham tersebut didapatkan total dari pelepasan Petronas.
"Masuknya Total Energies ke WK Bobara menjadi tonggak krusial dalam upaya pencapaian sasaran lifting migas nasional. Ini adalah hasil nyata dari kerja keras berbareng seluruh jajaran, termasuk aktivitas penanammodal engagement nan terus dijalankan oleh SKK Migas di beragam forum internasional,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tri Winarno dalam siaran pers, dikutip Selasa (24/6).
ESDM mengatbakal masuknya perusahaan Migas asal Perancis ini menjadi angin segar bagi industri hulu migas nasional sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia tetap punya persediaan migas nan menjanjikan.
Tri menyebut tetap banyak wilayah-wilayah di Indonesia nan menyimpan emas hitam selain WK Bobara, misalnya, WK Gaea I dan II di Papua Barat, WK Akimeugah I dan II di Papua Selatan dan Papua Pegunungan, nan dapat digarap oleh Total Energies di Indonesia.
Vice President of International Assets Upstream Petronas Mohd Redhani Abdul Rahman menuturkan, saat ini pihaknya memegang 100% kewenangan partisipasi pengelolaan Blok Bobara dengan penyerahan PI 24,5% berarti tersisa 75.5% milik Petronas.
"Saya pikir ini pertkamu nan sangat bagus bahwa perusahaan seperti Total mempertimbangkan kembali ke Indonesia dan kami juga ceria untuk mendatangkan kerjasama kami berbareng dengan Total di Indonesia", ujar Redhani.
Chairman dan CEO Total Energies Patrick Pouyanne menyambut baik kerjasama antara Petronas dan Total Energies dalam mengelola blok migas di Indonesia. Hal ini bakal mendatangkan untung di masa depan juga bakal meneguhkan posisi Total Energies sebagai produsen gas, baik di Malaysia maupun negara lainnya.
Dia mengatakan, Total Energies telah memantapkan dirinya sebagai produsen gas nan signifikan di Malaysia.
"Kami senang dapat memperluas kehadiran kami di negara ini, nan kami lihat sebagai platform strategis untuk produksi berbiaya rendah dan rendah karbon serta pertumbuhan arus kas kami di masa mendatang, nan didukung oleh paparan terhadap pasar LNG Asia," ujar Patrick.
Akuisisi PI Total Energies dari Petronas ditumpama dengan Penandatanganan Farm Out Agreement (FOA) antara Petronas dan Total Energies, nan berjalan pada gelaran Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur.
Petronas nantinya bakal tetap menjadi operator di WK Bobara melalui anak perusahaannya, Petronas Energy Bobara Sdn Bhd. Sementara Total Energies, dengan skill teknis dan pengalkondusif global, bakal memperkuat eksekusi program eksplorasi dan pengembangan blok tersebut.
Sebagai informasi, WK Bobara dengan luas area 8.444,49 km2, mempunyai potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 6.8 Billion Barrel Oil Equivalent (BBOE). Kontrak Bagi Hasil WK Bobara merupbakal WK Eksplorasi dengan jnomor waktu 30 tahun nan ditandatangani pada Mei 2024 lalu, dengan komitmen pasti senilai US$ 16,92 juta, terdiri dari 3 studi Geologi dan Geofisika (G&G) dan survei seismic resolution seluas 2.000 km2, serta bingkisan tkamu tangan sebesar US$ 50 ribu.
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·