Terobosan Besar, Ini Sederet Hal Yang Perlu Kamu Tahu Soal Vaksin Kanker Payudara

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Terobosan Besar, Ini Sederet Hal nan Perlu Kamu Tahu Soal Vaksin Kanker Payudara/Foto: Freepik.com/diana.grytsku

Vaksin kanker tetek menjadi salah satu angan untuk bisa mengobati kanker payudara. Kabar terbaru, ada terobosan besar nan dilakukan oleh perusahaan bioteknologi Anixa Biosciences, mereka mengumumkan bahwa vaksin kanker tetek nan sedang dikembangkan telah menyelesaikan fase pertama pengetesan klinisnya, Beauties.

Kanker tetek menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Dilansir dari lkondusif Kementerian Kesehatan RI, kanker tetek adalah jenis kanker nan terjadi ketika sel-sel galak tumbuh di dalam jaringan payudara. Sel-sel ini dapat memcorak tumor nan bisa teraba pada pemeriksaan bentuk alias terdeteksi melalui pemeriksaan mamografi. Biasanya, kanker ini dimulai di saluran susu alias lobulus (kelenjar penghasil air susu). 

Menurut info dari Organisasi Dunia, terdapat 2,3 juta wanita nan didiagnosis mengidap kanker tetek dan ada 670 ribu kematian di seluruh bumi akibat penyakit ini pada 2022.

Di Indonesia sendiri, kanker nan sering menyerang kaum wanita ini menempati urutan pertama mengenai jumlah kanker terbanyak, Beauties. Menurut info nan dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah kematian akibat kanker tetek mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus di tahun 2020.

Lantas, gimana perkembangan vaksin kanker tetek dari perusahaan Anixa Biosciences? Dirangkum dari lkondusif Vogue, berikut hal-hal nan perlu Anda ketahui!

Hasil Uji Klinis Fase Satu Tunjukkan Hasil Positif

Ilustrasi vaksin antirabies/Foto: Pexels/Thirdman

Ilustrasi/Foto: Pexels/Thirdman

Perusahaan bioteknologi Anixa Biosciences mengumumkan pada awal Juni 2025 bahwa vaksin kanker tetek nan mereka rancang dengan support Klinik Cleveland, telah menyelesaikan fase pertama pengetesan klinisnya. Vaksin ini bakal maju ke tahap pengembangan berikutnya, dan jika semuanya melangkah sesuai rencana, master mungkin bakal segera dapat menghentikan pembuatan tumor kanker.

“Vaksin ini dirancang untuk memobilisasi sistem kekebalan tubuh pasien guna menemukan, mengenali, dan menghancurkan sel kanker tetek untuk pencegahan primer,” tutur Amit Kumar, Ph.D, CEO Anixa Biosciences, Inc., kepada Vogue.

“Jika pasien divaksinasi dan sistem kekebalan tubuh [mereka] dilatih untuk menghancurkan sel kanker saat kanker muncul, sistem kekebalan tubuh nan divaksinasi bakal menghancurkan sel-sel tersebut sebelum sel-sel tersebut dapat tumbuh menjadi tumor sel,”  tambahnya.

Vaksin ini diberikan dalam tiga suntikan kepada pasien dengan jarak dua minggu antar suntikan. Target spesifik dari vaksin ini adalah alfa-laktalbumin, ialah protein susu nan diproduksi selama menyusui.

Protein ini biasanya tidak ditemukan setelah menyusui di jaringan tetek normal. Namun, para intelektual telah menemukan bahwa protein tersebut muncul dalam sekitar 70 persen kasus kanker tetek triple-negatif (TNBC).

Ahli onkologi dan asisten guru besar di bagian hematologi dan onkologi medis di Mount Sinai, Rima Patel, MD, berambisi vaksin kanker tetek nan sedang dikembangkan ini dapat melatih sistem kekebalan tubuh orang untuk mengenali protein tersebut sebagai protein berancaman dan menyerangnya sebelum berubah menjadi kanker.

“Vaksin ini dirancang untuk memberi sinyal kepada sistem imun untuk menyerang tumor payudara, sebelum tumor tersebut dapat berkembang alias kambuh, dan mencegahnya tumbuh,” kata Dr. Patel.

Lebih lanjut, menurut dr Patel, vaksin ini telah diuji dalam uji klinis fase satu awal, nan melibatkan 35 perempuan nan mempunyai riwayat TNBC stadium awal dan berisiko tinggi untuk kambuh kembali. Selain itu, vaksin ini juga telah diuji kepada pasien nan tidak mempunyai riwayat kanker tetapi berisiko tinggi terkena kanker tetek lantaran predisposisi genetik alias ftokoh lainnya.

"Studi sejauh ini menunjukkan bahwa vaksin tersebut secara keseluruhan ditoleransi dengan baik dan menghasilkan respons imun pada sebagian besar pasien," tambah dr Patel.

Langkah Besar untuk Mengobati Kanker Payudara

Ragam tkamu kanker tetek di usia muda nan kudu diwaspadai/Foto: Freepik.com/jcomp

Ilustrasi/Foto: Freepik.com/jcomp

Sementara itu, penelitian nan dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa vaksin ini sukses mengaktifkan sistem imun terhadap alfa-laktalbumin dan mencegah tumor tetek pada tikus.

Meskipun vaksin tersebut menunjukkan hasil nan menjanjikan pada manusia, Dr Kumar mengatbakal bahwa penelitian ini tetap kudu dilanjutkan. Diperlukan uji coba dalam jumlah nan lebih besar dan dengan golongan kontrol pada tahap berikutnya untuk memastikan bahwa vaksin kanker tetek ini dapat bekerja dengan baik dan kondusif terhadap manusia.

Sebagai informasi, kanker tetek jenis triple negatif (TNBC) dianggap sebagai salah satu corak kanker tetek invasif nan paling agresif, ialah bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya dengan pertumbuhan nan sangat cepat. 

Menurut American Cancer Society, kanker ini condong tumbuh dengan sigap dan lebih mungkin menyebar pada saat didiagnosis dan memengaruhi sekitar 14 dari 100.000 wanita di Amerika Serikat. Kanker ini juga sangat mungkin muncul kembali apalagi setelah pasien menjalani perawatan, sehingga tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 77 persen lebih rendah daripada corak kanker tetek lainnya.

Meskipun vaksin saat ini ditujukan hanya untuk mencegah dan mengobati TNBC, belum termasuk jenis kanker tetek lainnya, hal ini tetap merupbakal langkah besar dalam memerangi salah satu kanker paling umum nan ditemukan pada perempuan, Beauties.

“Vaksin ini merupbakal kemajuan nan menggembirbakal dan unik lantaran tujuannya untuk mencegah TNBC, nan lebih susah diobati lantaran kurangnya perawatan nan tepat sasaran,” kata Dr. Patel.

“Kami sangat gembira. Jika datanya terus bagus, vaksin ini bakal menjadi terobosan besar,” tutupnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca nan dapat ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke organisasi pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Selengkapnya
Sumber
-->