CEKLANGSUNG, Jakarta Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah baru-baru ini tampaknya tidak menyurutkan optimisme upaya di Tiongkok mengenai pesenggang di area tersebut.
Bear Huo, manajer umum Tiongkok di FundPark, perusahaan rintisan teknologi finansial, memperkirbakal bahwa pengiriman peralatan Tiongkok ke pusat logistik Dubai telah meningkat sebesar 20% bulan ini dibandingkan tahun lalu.
Perkembangan tersebut didorong oleh langkah masyarakat setempat nan menimbun kebutuhan sehari-hari.
“Secara keseluruhan, pedagang Tiongkok relatif optimis,” kata Bear Huo, dikutip dari CNBC International, Selasa (24/6/2025).
Hal itu sebagian juga disebabkan oleh kebangkitan Timur Tengah nan relatif baru-baru ini sebagai pasar nan tumbuh cepat.
Dilaporkan, sejumlah jerusahaan Tiongkok semakin beranjak ke area Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, baik untuk mengumpulkan duit dari penanammodal lokal alias untuk memanfaatkan pasar baru untuk mobil listrik di tengah ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Huo memandang perang Iran-Israel bakal segera berakhir, mengingat bahwa serangan AS menargetkan letak strategis tertentu, dan lantaran pertempuran tidak menyebar di sepanjang perbatasan.
Namun demikian, akibat tetap tinggi lantaran pelabuhan Dubai berada tepat di seberang Selat Hormuz dari Iran.
“Kapal bergerak lebih lambat dan penerbangan lebih sedikit,” kata Huo.
Perdagangan Tiongkok-Iran Turun Tajam
Dilaporkan, perdagangan antara Tiongkok dan Iran telah menurun tajam dalam dua tahun terakhir, menurut info bea cukai nan diakses melalui Wind Information.
Eksportir minyak mentah nan dikenai hukuman AS tersebut sangat berjuntai pada pembelian Beijing.
“Timur Tengah nan lebih stabil bakal menguntungkan kepentingan ekonomi dan strategis Tiongkok,” kata Yue Su, kepala ahli ekonomi Tiongkok di Economist Intelligence Unit nan berkantor di Beijing.
“Beijing bakal tertarik untuk memposisikan dirinya sebagai kekuatan konstruktif nan bisa berkontribusi pada stabilitas global,” katanya.
Ia mencatat bahwa upaya Tiongkok kemungkinan bakal berintertindakan dengan hati-hati dengan Iran, mengingat kekhawatiran atas kemungkinan hukuman sekunder.
Iran Tutup Selat Hormuz, RI Perlu Lakukan 4 Langkah Antisipasi Ini Untuk Selamatkan Ekonomi
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyarankan Pemerintah untuk mempertimbangkan 4 langkah antisipasi buntut pecahnya ketegangan militer Iran-Israel.
Pertama, mengamankan komitmen investasi dari negara timur tengah khususnya GCC (UAE, Qatar, Arab Saudi) sebelum eskalasi bentrok di Timur Tengah terus meningkat.
“(Juga) mendorong pengembangan daya terbarukan lebih sigap sehingga ketahanan daya dapat terjaga, tidak terlampau berjuntai pada impor bbm dan LPG,” jelasnya.
Langkah ketiga adalah mempercepat serapan anggaran khususnya nan berorientasi pada pembuatan lapangan kerja.
Selain itu, Bhima juga menyarankan Bank Indonesia (BI) memastikan transmisi suku kembang nan lebih rendah ke bank domestik.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·