Temui Putin Di Moskow Menlu Iran Bawa Surat Dari Khamenei, Apa Isi Pesannya?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

ILUSTRASI. Ayatollah Ali Khamenei, mengirim Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi ke Moskow untuk meminta support dari Presiden Rusia Vladimir Putin.. REUTERS/Morteza Nikoubazl

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

CEKLANGSUNG.COM - JAKARTA. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengirim Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi ke Moskow pada Senin (waktu setempat) untuk meminta support lebih lanjut dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Langkah ini dilakukan menyusul serangan militer terbesar Amerika Serikat terhadap Republik Islam tersebut sejak Revolusi Iran tahun 1979.

Menurut sumber Reuters, Araqchi membawa surat pribadi dari Khamenei nan ditujukan langsung kepada Putin. Dalam surat tersebut, Iran meminta Moskow untuk meningkatkan dukungannya, khususnya dalam menghadapi anckondusif dari Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Pentagon Bongkar Misi Rahasia Serangan ke Iran: Jet Siluman Tembus Tanpa Terdeteksi!

Meski belum dijelaskan secara spesifik support seperti apa nan diminta, para pejabat Iran menyatbakal bahwa support Rusia sejauh ini belum memuaskan.

Kekhawatiran atas Rencana AS dan Israel

Presiden AS Donald Trump dan sekutunya di Israel secara terbuka telah memperkirakan tentang kemungkinan pembunuhan Khamenei dan mendorong perubahan rezim di Iran.

Skenario ini memicu kekhawatiran besar di Moskow, nan menilai tindbakal tersebut dapat menyeret Timur Tengah ke dalam kekacauan nan lebih dalam.

Putin sendiri belum mengomentari langsung serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran, namun sebelumnya dia telah mengutuk serangan udara Israel dan menyerukan deeskalasi ketegangan.

Ia juga menyatbakal kesiapan Rusia untuk menjadi mediator dalam menyelesaikan krisis nuklir Iran.

Rusia Berhati-Hati, Tapi Tetap Bermain Peran

Putin, nan saat ini tengah memimpin perang berkepanjangan di Ukraina, tampaknya belum bersedia secara terbuka menghadapi AS dalam bentrok Iran.

Baca Juga: Kemenkeu Sebut Ruang Fiskal Masih Aman Redam Dampak Perang Iran-Israel

Meskipun begitu, Rusia tetap menjadi tokoh krusial dalam perundingan nuklir Iran lantaran statusnya sebagai personil tetap Dewan Keamanan PBB dan penandatangan kesepakatan nuklir nan ditinggalkan Trump pada masa kedudukan pertamanya.

Kremlin telah mengonfirmasi bahwa Presiden Putin bakal menerima Araqchi di Moskow, namun tidak memberikan rincian isi pembicaraan. Araqchi, seperti dikutip instansi buletin Rusia TASS, menyatbakal bahwa Teheran dan Moskow sedang menyelaraskan posisi mereka dalam menyikapi eskalasi di Timur Tengah.

Putin juga mengatbakal bahwa Israel telah memberikan agunan kepada Rusia bahwa para teknisi Rusia nan sedang membangun dua retokoh tambahan di akomodasi nuklir Bushehr, Iran, tidak bakal menjadi sasaran serangan. Pernyataan ini menunjukkan adanya komunikasi langsung antara Moskow dan Tel Aviv untuk melindungi kepentingan Rusia di kawasan.

Selanjutnya: MIDI Buka JA-DI dan Lepas Lawson, Begini Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: 5 Zodiak Paling Manipulatif nan Pumpama Memengaruhi Orang Lain, Siapa Saja?




Selengkapnya
Sumber
-->