Tanda Autisme Pada Bayi Usia 4-7 Bulan Yang Mudah Dikenali

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Sebagai orang tua, memandang perkembangan bayi adalah tugas sehari-hari. Kita dapat memandang perubahan mini dalam perilaku sehari-hari nan menunjukkan bayi sedang mengembangkan keahlian dan keahlian baru. Dalam memantau perkembangan Si Kecil, orang tua mungkin dapat mendeteksi tanda-tanda awal perbedaan perkembangan seperti autisme.

Hal ini lantaran tanda-tanda awal autisme bukan hanya anak mempunyai perilaku nan tidak terduga, tetapi tidak adanya keahlian alias keahlian nan biasanya berkembang pada usia tertentu, terutama sejak bayi.

Gangguan spektrum autisme (ASD) adalah serangkaian perbedaan perkembangan nan memengaruhi langkah orang berkomunikasi, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain. Menurut psikolog perkembangan dan personil Dewan Penasihat Medis BabyCenter, Kelley Yost Abrams, gangguan spektrum autisme dapat didiagnosis sekitar usia 18 bulan.

"Semakin awal autisme diidentifikasi, semakin awal intervensi kritis dapat dimulai, nan memberikan kesempatan terbaik bagi anak untuk mencapai potensi penuhnya," ungkapnya, dikutip dari BabyCenter.

Meski pemeriksaan baru bisa ditegakkan sekitar 18 bulan, dalam beberapa kasus, tanda autisme bisa juga dilihat sejak bayi usia empat bulan. Dalam tulisan ini, Bunda bakal diberikan info mengenai tanda autisme pada bayi usia 4-7 bulan nan mudah dikenali, penyebab, dan langkah-langkah nan kudu dilakukan orang tua.

Tanda-tanda autisme pada usia 4 hingga 7 bulan

Autisme tidak mengubah penampilan bentuk bayi. Kondisi tersebut memengaruhi langkah bayi berkomunikasi dan langkah mereka berasosiasi dengan bumi di sekitar mereka. Berikut ini beberapa tanda autisme nan perlu diperhatikan pada bayi:

  • Tidak tersenyum kembali saat  tersenyum
  • Menunjukkan sedikit kesukaan pada  dan apa nan  lakukan
  • Tidak menoleh ke arah suara 
  • Tidak bersuara saat  mencoba untuk terlibat alias bermain (tidak mengoceh, cekikikan, meniup buah rasberi, alias menjerit keras)
  • Memiliki kontak mata nan terbatas alias tidak ada sama sekali, tidak menunjukkan kesukaan pada wajah, tampaknya memandang langsung ke arah  atau konsentrasi pada perihal lain
  • Sulit untuk ditenangkan saat kesal, mungkin tidak merasa nyaman dengan bunyi alias sentuhan fisik 

Perlu diingat bahwa bayi dengan autisme mungkin tidak mempunyai semua tanda ini. Selain itu, tidak satu pun dari tanda-tanda ini berfaedah bahwa seorang anak pasti menderita autisme. Namun, jika  melihat salah satu dari tanda-tanda ini alias mempunyai kekhawatiran tentang perkembangan bayi, bicarakan dengan dokter.

Penyebab autisme

Dilansir Healthline, karena autisme mempunyai banyak karakter nan berbeda, para peneliti beranggapan bahwa autisme mungkin mempunyai penyebab nan berbeda. Berikut tentang kemungkinan penyebab nan dapat berkontribusi pada perkembangan ASD:

  • Genetika
  • Paparan racun lingkungan tertentu, seperti polusi udara nan dihasilkan oleh lampau lintas alias pestisida
  • Kondisi kromosom, seperti tuberous sclerosis alias sindrom fragile X
  • Obat-obatan tertentu nan dikonsumsi selama kehamilan, seperti Thalidomide, Asam valproat
  • Lahir dari orang tua nan lebih tua
  • Berat badan lahir rendah
  • Kehilangan oksigen saat melahirkan
  • Ibu dengan diabetes, obesitas, alias gangguan kekebalan tubuh tertentu
  • Gangguan kekebalan tubuh, kondisi metabolisme, dan perbedaan konektivitas otak

Apa nan kudu dilakukan jika bayi menunjukkan tanda-tanda autisme?

Pertama, jangan ragu untuk memeriksakan anak jika Bunda memandang tanda-tanda autisme alias jika Bunda mempunyai kekhawatiran tentang perilaku anak.

Jangan pertanyakan hatikecil alias pengamatan, alias tunggu untuk memandang apakah bayi bakal sembuh dari autisme. Mendapatkan perawatan awal dapat membantu anak menjalani kehidupan nan lebih baik.

Satu penelitian menemukan bahwa balita autis nan menerima perawatan lebih awal ialah pada usia 18 bulan, menunjukkan peningkatan nan lebih besar daripada mereka nan menerima perawatan kemudian pada usia 27 bulan. Peningkatan ini meliputi penggunaan dan pemahaman bahasa, penggunaan keahlian komunikasi sosial, dan keahlian membantu diri sendiri.

Dokter anak dapat memeriksa bayi alias balita untuk mengetahui adanya autisme. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka mungkin merekomendasikan pengetesan dan pertimbangan lebih lanjut oleh seorang ahli alias tim ahli nan mempunyai skill dalam pemeriksaan dan perawatan autisme, Bunda.

Jenis-jenis umum terapi intervensi dini

Dikutip dari Autism Awareness Australia, ada beberapa terapi berbeda nan digunakan dalam intervensi awal untuk autisme. Beberapa nan paling umum meliputi:

1. Terapi wicara

Membantu anak-anak dengan autisme mengembangkan keahlian bahasa dan meningkatkan keahlian mereka untuk berkomunikasi dan mengatasi kesulitan menelan.

2. Terapi okupasi

Berfokus pada pengembangan keahlian nan dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari, seperti berpakaian, makan, dan bermain, dan membantu mengelola tantangan pemrosesan sensorik.

3. Terapi perilaku

Membantu anak-anak mempelajari keahlian dan perilaku baru dan mengurangi perilaku nan menantang.

4. Pelatihan keahlian sosial

Mengajarkan anak-anak langkah berinteraksi dengan orang lain dan menavigasi situasi sosial.

Demikian ulasan mengenai tanda autisme pada bayi 4-7 bulan. Kenali tanda-tanda perkembangan nan tidak normal seperti misalnya bayi tujuh bulan tidak menoleh ketika dipanggil namanya. Segera periksakan ke master untuk mengetahui pemeriksaan nan tepat dari dokter.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya
Sumber
-->