Jakarta -
Sebagian suami dan istri memutuskan untuk berpisah lantaran argumen tertentu. Meski mereka dapat rujuk dan menikah kembali, ada talak nan menyebabkan suami tidak boleh lagi rujuk dengan istri.
Dilansir dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, talak dibagi menjadi dua bagian, ialah talak raj’i dan talak bain.
Talak raj’i dikenal sebagai talak nan bisa dirujuk oleh suami nan menjatuhkan talak selama istri nan dijatuhi talaknya tetap berada dalam masa iddah, baik dari talak satu maupun dua.
Sedangkan talak bain adalah talak nan tidak bisa dirujuk. Jenis talak ini terbagi menjadi dua, ialah talak bain sugra dan talak bain kubra.
Talak bain sugra
Dari sumber nan sama juga dijelaskan bahwa talak bain sugra adalah talak nan tidak bisa dirujuk selain dengan janji dan mahar nan baru, Bunda. Hal ini juga pernah diungkap oleh az-Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu.
وأما الطلاق البائن: فهونوعان: بائن بينونة صغرى، وبائن بينونة كبرى. والبائن بينونة صغرى: هو الذي لا يستطيع الرجل بعده أن يعيد المطلقة إلى الزوجية إلا بعقد جديد ومهر
Artinya:
“Adapun talak bain ada dua macam: bain sugra dan bain kubra. Talak bain sugra adalah talak dimana setelahnya istri nan diceraikan tidak bisa dikembalikan oleh suaminya kepada ikatan perkawinan selain dengan janji dan mahar nan baru.” (Lihat: Syekh Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, [Damaskus: Darul-Fikr], juz IX/6955)
Talak ini disebabkan oleh habisnya masa iddah dari talak satu alias talak dua. Sehingga suami nan menceraikan tak bisa rujuk kembali dengan mantan istrinya, selain dengan janji dan mahar baru.
Talak bain kubra
Talak bain kubra adalah talak nan tidak bisa dirujuk, meskipun istri nan ditalak tetap berada dalam masa iddah.
Artinya, ketika mantan suami mau menikah kembali dengan mantan istrinya, maka mantan istrinya kudu pernah dinikahi oleh laki-laki lain. Laki-laki lain tersebut kemudian disebut muhallil.
والبائن بينونة كبرى: هو الذي لا يستطيع الرجل بعده أن يعيد المطلقة إلى الزوجية إلا بعد أن تتزوج بزوج آخر زواجاً صحيحاً، ويدخل بها دخولاً حقيقياً، ثم يفارقها أو يموت عنها، وتنقضي عدتها منه. وذلك بعد الطلاق الثلاث حيث لا يملك الزوج أن يعيد زوجته إليه إلا إذا تزوجت بزوج آخر.
Artinya:
“Kemudian talak bain kubra adalah talak dimana setelahnya suami tidak bisa mengamblikan istrinya kepada ikatan perkawinan selain si istri telah dinikah terlebih dulu secara sah oleh laki-laki nan lain, juga dicampuri dengan sebenar-benarnya, kemudian dicerai alias ditinggal wafat, serta iddahnya habis. Talak bain kubra ini biasanya terjadi setelah talak tiga sehingga suami tidak bisa mengembalikan sang istri kepada dirinya selain istrinya itu dinikah dulu oleh laki-laki lain.” (Lihat: az-Zuhaili, juz IX/6955)
Hukum rujuk dengan mantan pasangan
Dalam kitab Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Drs. Rohmat Chozin, M.Ag., dan Drs. Untoro, M.Pd, rujuk adalah kembalinya suami istri pada ikatan perkawinan setelah terjadi talak raj’i dan tetap dalam masa iddah.
Adapun norma rujuk nan perlu Bunda ketahui berikut ini:
- Asal norma rujuk adalah mubah
- Haram jika istri dirugikan serta lebih menderita dibandingkan dengan sebelum rujuk
- Makruh jika diketahui meneruskan perceraian lebih bermanfaat
- Sunat jika diketahui rujuk lebih berfaedah dibandingkan meneruskan perceraian
- Wajib unik bagi laki-laki, jika ditakutkan tidak dapat menahan hawa nafsunya, sedangkan dia tetap mempunyai kewenangan rujuk dalam masa iddah istri.
Nah, itulah talak nan menyebabkan suami tidak bisa rujuk dengan istrinya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·