Spesifikasi Pesawat Siluman B-2 Amerika Yang Gempur 3 Fasilitas Nuklir Iran

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Pejabat senior Pentagon mengungkapkan Amerika menggunbakal pesawat siluman B-2 untuk mengebom tiga letak akomodasi nuklir di Iran, ialah Fordow, Natanz, dan Isfahan. Berikut spesifikasinya.

Berbeda dengan jet tempur nan berfokus melakukan serangan presisi, pesawat pengebom seperti B-2 Spirit bekerja menjatuhkan bom.

“Ini merupbakal serangan operasional B-2 terbesar dalam sejarah Amerika. Serangan ini menimbulkan kerusbakal dan kehancuran nan sangat parah pada target,” kata Ketua Misi Jenderal Dan Caine saat pengbimbingan di Pentagon pada Minggu pagi, dikutip dari CBS News, Senin (23/6).

Caine mengatbakal misi tersebut dijuluki ‘Operasi Midnight Hammer’ nan melibatkan tujuh pesawat pengebom B-2 Spirit nan terbang ke timur dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri menuju Iran. Kelompok B-2 lainnya terbang ke barat melintasi Pasifik untuk bertindak sebagai umpan.

Spesifikasi Pesawat Siluman B-2 Milik Amerika

B-2 Spirit, nan dibangun oleh Northrop Grumman, merupbakal bagian dari  teknologi siluman Angkatan Udara AS. Pesawat pengebom jenis ini digunbakal selama tiga dekade. 

Berikut spesifikasi pesawat pengebom B-2 Spirit dikutip dari lkondusif Northrop Grumman

  • Tipe : Pesawat pengebom berat strategis jarak jauh dengan teknologi nan dapat diamati rendah dan keahlian di segala ketinggian untuk menembus pertahanan udara paling canggih dalam misi nuklir dan konvensional.
  • Pembangkit Listrik : Empat turbofan General Electric F118-GE-100, masing-masing berkekuatan sorong 17.300 lbs.
  • Awak : Dua (pilot dan komandan misi)
  • Lebar Sayap : 172 kaki
  • Panjang : 69 kaki
  • Tinggi : 17 kaki
  • Kecepatan Tertinggi : Subsonik Tinggi Ketinggian
  • Ketinggian tempur : 50.000 kaki
  • Jangkauan : 6.000 mil laut (tanpa pengisian bahan bakar) 10.000 mil laut dengan satu kali pengisian bahan bakar .
  • Muatan : > 40.000 pound
  • Berat Lepas Landas Kotor Maksimum : 336.500 pound

B-2 memberikan elastisitas dan efektivitas pada pesawat pengebom berawak. “Kemampuannya untuk menembus pertahanan udara dan menakut-nakuti pembargumen nan efektif memberikan kekuatan pencegah dan tempur nan kuat dan efektif hingga abad ke-21,” demikian dikutip dari Northrop Grumman.

Saat ini B-2 menjadi satu-satunya pesawat pengebom siluman jarak jauh di penyimpanan persenjataan Amerika. Pesawat pengebom ini mempunyai keahlian nan didukung nuklir dan konvensional, support teknologi aerodinamis membuatnya susah diamati, serangan jarak jauh, muatan berat, dan senjata presisi.

Pesawat pengebom B-2 Spirit juga dilengkapi dengan keahlian fungsional terintegrasi nan dapat diterjunkan dan tangkas pertama nan disebut Spirit Realm 1 alias SR 1.

SR 1 menyedibakal peningkatan keahlian krusial bagi sistem komunikasi dan persenjataan melalui arsitektur sistem misi terbuka, nan secara langsung meningkatkan keahlian tempur dan memungkinkan armada memulai fase baru rilis perangkat lunak nan tangkas.

"Metodologi kernomor kerja tangkas dalam SR 1 secara langsung mendukung inisiatif Angkatan Udara untuk mengpenyesuaian keahlian baru pada pesawat, dan melaksanbakal misi,” kata Direktur dan Pelaksana Program Manajer B-2 Northrop Grumman Jerry McBrearty.

SR 1 dilengkapi dengan layar baru dan perangkat keras penerbangan serta pembaruan nan meningkatkan keahlian memperkuat B-2. SR 1 dikembangkan sepenuhnya di dalam pabrik perangkat lunak B-2 Spirit Realm nan didirikan melalui kemitraan dengan Komando Serangan Global Angkatan Udara dan Kantor Program Sistem B-2.

Integrasi pabrik perangkat lunak Spirit Realm menjadikan pesawat pengebom B-2 sebagai platform nuklir lhati-hati pertama nan memanfaatkan proses DevSecOps dan perangkat digital milik Departemen Pertahanan.

Setelah membikin B-2 Spirit, Northrop Grumman sekarang mengembangkan B-21 Raider, pesawat pengebom siluman generasi berikutnya untuk Angkatan Udara AS.

Cara Pesawat pengebom Siluman Amerika Gempur Fasilitas Nuklir Iran

Sekitar pukul 5 sore waktu Timur Sabtu (21/6), tepat sebelum pesawat pengebom B-2 Spirit memasuki wilayah udara Iran, kapal selam Amerika meluncurkan lebih dari dua lusin rudal jelajah Tomahawk terhadap sasaran di letak di Isfahan.

Saat pesawat pengebom B-2 mendekati sasaran, Amerika melakukan beberapa strategi tipu daya, termasuk umpan. Pesawat pengebom membersihkan wilayah udara, memeriksa pesawat musuh dan rudal permukaan-ke-udara.

Sekitar pukul 18.40 ET, alias 02.10 awal hari di Iran, pesawat pengebom B-2 menjatuhkan dua peledak ‘penghancur bunker’ nan dikenal sebagai GBU-57 Massive Ordnance Penetrators, alias MOP di Fordow.

Selama 25 menit berikutnya, kata Caine, total 14 MOP bakal dijatuhkan di sasaran di Fordo dan Natanz. Rudal Tomahawk mendarat di Isfahan setelah peledak dijatuhkan di dua letak lainnya. Ketua Misi Jenderal Dan Caine mengatbakal tidak ada tembbakal nan dilepaskan ke pesawat saat mereka meninggalkan wilayah udara Iran.

"Pesawat tempur Iran tidak terbang, dan tampaknya sistem rudal permukaan-ke-udara Iran tidak memandang kami. Sepanjang misi, kami mempertahankan unsur kejutan," kata Caine dikutip dari CBS News, Senin (23/6).

Ia menyebut ada lebih dari 125 pesawat Amerika nan berperan-serta dalam misi untuk menghancurkan akomodasi nuklir Iran, termasuk pesawat pengebom B-2, pesawat pengisian bahan bakar, dan pengintai.

"Penilaian awal kerusbakal akibat pertempuran menunjukkan bahwa ketiga letak mengalami kerusbakal dan kehancuran nan sangat parah," kata Caine, seraya menamapalagi bahwa penilaian menyeluruh bakal membakal waktu.

Menteri Pertahanan Amerika Pete Hegseth menyebut serangan itu sebagai keberhasilan nan luar biasa. "Perintah nan kami terima dari panglima tertinggi kami terfokus, kuat, dan jelas," kata Hegseth dalam pengbimbingan berbareng Caine. "Kami menghancurkan program nuklir Iran, tetapi perlu dicatat bahwa operasi itu tidak menargetkan pasukan Iran alias rakyat Iran.”

"Pesawat B-2 kami masuk dan keluar, serta kembali tanpa sepengetahuan bumi sama sekali," kata Hegseth. "Dengan langkah itu, ini merupbakal peristiwa bersejarah. Serangan nan mencakup misi pembom B-2 Spirit terlama sejak 2001, dan penggunaan operasional pertama MOP, sebuah Massive Ordnance Penetrator."

Selengkapnya
Sumber
-->