Serangan As Ke Iran Bisa Picu Krisis Keuangan Global, Lebih Parah Dari 2008

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

CEKLANGSUNG, Jakarta - Ekonom dan Pakar Kebijbakal Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengatbakal keterlibatam militer langsung Amerika Serikat nan meluncurkan serangan udara ke Iran memicu retindakan berantai dari kelompok-kelompok militan nan menjadi sekutu Iran.

Kelompok Houthi di Ykondusif telah menakut-nakuti bakal menyerang kapal perang AS di Laut Merah. Di sisi lain, Hizbullah di Lebanon diperkirbakal bakal meningkatkan serangan ke wilayah utara Israel, sementara milisi Syiah di Irak, Suriah, dan Afghanistan bisa melakukan serangan bargumen terhadap kepentingan AS dan Israel.

Menurut Achmad, bentrok nan membesar di area ini bakal mengguncang pasar modal global. Investor bakal mengalihkan dananya ke aset-aset kondusif seperti emas dan dolar AS, nan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan di pasar global.

"Dan kita tahu, saat area itu terbakar, bumi ikut panas. Pasar modal dunia bakal terguncang, penanammodal bakal mengalihkan biaya ke aset kondusif seperti emas dan dolar AS, nan pada akhirnya menciptbakal ketidakseimbangan baru di pasar global," kata Achmad kepada CEKLANGSUNG, Selasa (24/6/2025).

Selain itu, jalur logistik krusial seperti Terusan Suez dan jalur pelayaran Asia–Timur Tengah–Afrika terancam terganggu, memperparah krisis rantai pasok dunia nan belum pulih sejak pandemi.

Jika situasi tidak segera diredam, bumi berisiko menghadapi krisis finansial dunia baru nan dampaknya bisa melampaui krisis 2007–2008. Harga pangan dan daya bisa melonjak, memperparah kelaparan di Afrika dan meningkatkan tekanan sosial di negara-negara berkembang.

"Situasi ini bakal mengulang krisis finansial 2007/2008 , tetapi dalam skala nan jauh lebih parah," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber
-->