Seberapa Bahagia Gen Z? Ini Fakta Menarik Menurut Studi

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Generasi Z, alias Gen Z, nan lahir antara tahun 1997 hingga 2012, saat ini mulai mendominasi golongan usia remaja hingga dewasa awal. Di tengah pesatnya perubahan era dan tingginya tekanan sosial, muncul pertanyaan besar, seberapa senang sebenarnya mereka?

Berdasarkan survei terbaru nan dilakukan Walton Family Foundation dan dikutip oleh Gallup News, sebanyak 75 persen responden Gen Z di Amerika Serikat menyatakan merasa bahagia, dengan rincian 25 persen merasa sangat senang dan 48 persen lainnya cukup bahagia.

Sayangnya, sisanya merasa tidak bahagia, dengan sekitar 9 persen apalagi merasa sangat tidak bahagia.

Namun, apa nan sebenarnya memengaruhi tingkat kebahagiaan mereka? 

4 Hal nan bikin Gen Z sangat berbeda dengan generasi sebelumnya

Berikut ini beberapa kebenaran menarik Gen Z dari studi terbaru.

Sekolah dan pekerjaan jadi kunci kebahagiaan

Faktor terpenting nan menentukan tingkat kebahagiaan Gen Z bukan berangkaian dengan hal-hal material, melainkan dari sejauh mana mereka merasa aktivitas hariannya bermakna.

Dikutip dari Gallup News, mereka nan menikmati aktivitas rutin seperti belajar alias bekerja umumnya mempunyai tingkat kebahagiaan nan lebih tinggi.

Sebanyak 60 persen Gen Z nan senang merasa bahwa mereka melakukan sesuatu nan menarik setiap hari. Sebaliknya, hanya 28 persen dari Gen Z nan tidak senang nan merasakan perihal serupa.

Selain itu, 64 persen Gen Z nan senang merasa bahwa aktivitas di sekolah alias pekerjaan mereka penting, jauh lebih tinggi dibandingkan 38 persen dari mereka nan tidak bahagia.

Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan Gen Z sangat mengenai dengan keterlibatan dalam aktivitas nan mereka lakukan.

“Tingkat kebahagiaan seseorang dipengaruhi oleh rasa antusias saat bangun pagi dan kepercayaan bahwa aktivitas di sekolah alias pekerjaan mempunyai nilai dan suatu makna,” kata Zach Hrynowski, peneliti senior Gallup, dikutip dari CNN Health.

Tidak semua Gen Z merasa hidupnya bermakna

Meskipun sebagian besar Gen Z mengaku merasa bahagia, tak semuanya merasakan makna dalam hidup mereka. Hanya 45 persen nan mengatakan mereka selalu merasa hidupnya bermakna, dan hanya 28 persen nan merasa hidupnya mempunyai tujuan nan jelas.

Data dari Gallup–Walton Family Foundation memperlihatkan bahwa banyak anak muda dari Gen Z nan tetap meragukan tujuan hidup mereka.

Hal ini menunjukkan pentingnya membangun rasa percaya diri dan makna dalam setiap aspek kehidupan sejak dini.

Seperti nan diungkapkan oleh Dr. Broderick Sawyer, seorang psikolog klinis asal Kentucky, "Masa perkembangan seseorang semestinya memberikan rasa bahwa hidup mereka mempunyai tujuan nan jelas, bukan sekadar mengikuti arus sosial alias angan orang tua tanpa arah nan pasti."

Kualitas tidur dan waktu rehat berpengaruh besar

Selain menjadi komponen dalam suatu aktivitas, rehat nan cukup juga sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan Gen Z.

Dikutip dari CNN Health, dua aspek utama nan paling berkorelasi dengan kebahagiaan Gen Z adalah waktu tidur di akhir pekan dan waktu relaksasi.

Menurut Dr. Rachel Salas dari Johns Hopkins University, tidur nan kurang alias berbobot jelek bisa menyebabkan suasana hati memburuk, susah berkonsentrasi, dan memengaruhi hubungan sosial.

Oleh lantaran itu, tidur nan cukup dan berbobot menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keseimbangan mental dan emosi.

Tips dari Dr. Salas antara lain, ialah mematikan perangkat elektronik satu jam sebelum tidur, menjauhkan ponsel dari tempat tidur, membatasi waktu layar, serta konsisten dalam jam tidur dan bangun.

Gen Z lebih rentan dibanding generasi sebelumnya

Menurut kajian dari CNN Health, Gen Z nan berumur antara 18 hingga 26 tahun condong menilai hidup mereka secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya pada usia nan sama.

Hal ini dipengaruhi oleh beragam tekanan sosial, perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, hingga ekspektasi nan tinggi terhadap diri mereka sendiri.

Namun, hasil studi mengungkap bahwa ketika Gen Z bisa menemukan makna dalam aktivitas mereka, serta menjaga keseimbangan hidup lewat tidur nan cukup dan waktu istirahat, tingkat kebahagiaan mereka dapat meningkat secara signifikan.

Itu dia penjelasan mengenai kebenaran menarik terbaru mengenai seberapa senang Gen Z. Semoga bermanfaat.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya
Sumber
-->