Karyawan Ubisoft PHK – Kabar terbaru mengenai Ubisoft tak ubahnya sebuah bencana tidak hanya untuk pemain, tapi orang-orang yang bekerja disana. Selain membatalkan sejumlah crippled baru termasuk Prince of Persia: The Sands of Time versi remake, raksasa crippled asal Prancis itu juga harus menerima fakta bahwa saham mereka merosot hingga menyentuh titik terendah.
Di tengah situasi yang serba kacau, Ubisoft kabarnya akan kembali melakukan langkah penghematan untuk mengurangi pengeluaran demi meningkatkan profitabilitas sekaligus mengatasi masalah finansial yang tengah mereka hadapi. Nah, laporan terbaru menyebut jika langkah tersebut berpotensi berujung pada pemutusan kerja bagi lebih dari 2,000 karyawan.
Asal Usul Rumor Banyak Karyawan Ubisoft Dilaporkan akan Kena PHK
Darimana rumor tersebut berasal?Dilansir dari laporan seorang Insider bernama Tom Henderson, Ubisoft disebut-sebut sudah mulai melakukan penghematan biaya hingga sekitar €300 juta sejak beberapa tahun lalu. Sejak kebijakan efisiensi itu berjalan, perusahaan yang sudah berdiri selama 39 tahun itu dikabarkan telah melepas kurang lebih 3,632 karyawan. Jadi, dari sekitar 20,729 karyawan (per September 2022), kini hanya tersisa sekitar 17,097 karyawan (per September 2025).
Tim-tim pengembang perusahaan crippled ini di Stockholm, Leamington, London dan beberapa lokasi lainnya juga ikut terdampak sebagai bagian dari langkah penghematan biaya itu. Saat ini, mereka sedang memasuki tahap terakhir dari programme efisiensinya, dengan target memangkas pengeluaran hingga full €200 juta sebelum Maret 2028.
UbisoftJika dihitung-hitung, akan ada sekitar 2,400 karyawan atau sekitar dua pertiga dari angka sebelumnya yang berpotensi terdampak dan kehilangan pekerjaan. Perlu dicatat juga bahwa pengumuman gelombang PHK tersebut dijadwalkan pada 12 Februari 2026 mendatang.
Aturan Baru Ubisoft untuk Karyawan di Kantor
Diketahui perusahaan ini juga menerapkan aturan baru bagi karyawan di kantorUbisoft sendiri kabarnya juga akan menerapkan aturan masuk kantor penuh yaitu 5 hari seminggu dan menawarkan “tunjangan tahunan” untuk kerja dari rumah othername WFH. Menurut mereka, aturan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, mendorong kreativitas dan memperkuat kerja tim demi kesuksesan bersama.
Namun, banyak pengembang menilai langkah tersebut justru jadi cara lain untuk “mendorong” karyawan keluar secara tidak langsung sebagai bagian dari penghematan biaya. Aturan itu disebut-sebut merupakan strategi perusahaan ini agar bisa mengurangi jumlah karyawan tanpa perlu mengumumkan PHK besar-besaran yang biasanya memicu sorotan dan pemberitaan negatif.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Ubisoft atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further accusation and different inquiries, you tin interaction america via author@gamebrott.com.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·