Perusahaan konglomerat milik taipan Peter Sondakh, PT Rajawali Corp dikabarkan menunda rencana untuk menjual sebagian besar sahamnya di PT Archi Indonesia Tbk. Hal ini seiring membaiknya keahlian finansial perusahaan di tengah melonjaknya nilai emas global.
Rajawali menguasai 85% kepemilikan saham dan menjadi pengendali di emiten dengan kode ticker ARCI itu.
Mengutip laporan Bloomberg, sumber nan mengetahui perihal tersebut menjelaskan, keputusan ini diambil setelah memandang untung bersih Archi Indonesia pada kuartal pertama 2025 nan mencapai US$ 10,28 juta alias sekitar Rp 169,01 miliar. Torehan itu berkembali dari kondisi rugi US$ 4,18 juta alias Rp 68,80 miliar pada periode nan sama tahun lalu.
Laba Archi Indonesia sempat mencatatkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Perusahaan membukukan untung bersih pada tahun lampau sebesar US$ 10,45 juta, ambruk hingga 28,2% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 14,56 juta.
| Kuartal I | Tahun Bersih Buku 2024–2022 | ||||
| Maret 2025 | Maret 2024 | 2024 | 2023 | 2022 | |
| Laba/(Rugi) | US$ 10,28 juta | (US$ 4,18 juta) | US$ 10,45 juta | US$ 14,56 juta | US$ 14,55 juta |
| Pendapatan | US$ 90,77 juta | US$ 57,01 juta | US$ 287,61 juta | US$ 249,63 juta | US$ 216,47 juta |
Sumber: Laporan finansial Archi Indonesia, info diolah penulis
Kinerja ARCI terdongkrak oleh melonjaknya nilai emas nan naik nyaris 30% sepanjang tahun ini. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan lonjbakal pada permintaan safe-haven, seperti emas. Kenaikan nilai emas juga didorong oleh tindakan borong bank-bank sentral dunia.
Saham ARCI tercatat telah melonjak 146% sejak awal tahun dan sempat naik 19% pada Jumat (20/6), menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2021. Kenaikan tersebut membikin kapitalisasi pasar Archi melampaui US$ 1 miliar.
Pada 2023, Rajawali diketahui bekerja sama dengan penasihat finansial untuk memandang kesempatan divestasi saham Archi. Meski saat ini penjualan ditunda, kesempatan kemungkinan pengendali untuk melepas ARCI tetap ada seiring pertimbangan nan terus berlangsung.
Archi, nan berdiri pada tahun 2000, mengelola tperiode emas Toka Tindung di Sulawesi Utara dan menjadi salah satu produsen emas murni terbesar di Indonesia serta Asia Tenggara. Perusahaan ini menggkepalang biaya sebesar Rp 2,8 triliun dalam penawaran umum perdana (IPO) pada 2021 lalu.
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·