- Home
- Wellness
- Health
Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Selasa, 24 Jun 2025 06:45 WIB
Ilustrasi makanan nan kaya protein/Foto: Freepik.com/Yuliyafurman
Selain karbohidrat dan lemak, protein juga berasosiasi dalam makronutrien nan mempunyai peran krusial dalam tubuh. Hal itu disampaikan oleh master nan dikutip dari EatingWell. Protein dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh.
Seorang mahir kesehatan berjulukan Kristen Smith, MS., RDN menyampaikan bahwa protein terdiri dari blok pembangun nan disebut masam amino, dan protein ditemukan di setiap sel di seluruh tubuh. Asupan protein nan cukup berkedudukan krusial dalam menjaga otot, tulang, dan jaringan tubuh agar tetap sehat.
Protein memang memberikan faedah bagi tubuh. Tetapi.. perlu diingat bahwa tetap ada bpemimpin dalam mengonsumsinya. Jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa berakibat jelek pada kesehatan.
Lantas, berapa pemisah mengonsumsi protein harian hingga efeknya jika dikonsumsi berlebihan!
Batas Konsumsi Protein Setiap Harinya

Ilustrasi jenis makanan nan mengandung protein tinggi/Foto: Freepik.com/freepik
Kebutuhan protein setiap orang mungkin berbeda-beda, tergantung pada kondisi tubuh, usia, serta tingkat aktivitas fisik. Terlepas dari itu, The Dietary Guidelines for Americans 2020-2025 merekomendasikan kebutuhan protein harian tubuh kudu memenuhi 10-35 persen dari kebutuhan kalori total.
Ketika kebutuhan kalori harian adalah 2.000 kalori, maka asupan protein nan direkomendasikan adalah 200-700 kalori alias setara 50-175 gram protein. Diketahui, satu gram protein rata-rata mengandung 4 kalori.
Mmari Clinic juga memaparkan mengenai asupan protein nan semestinya dikonsumsi seseorang, berasas usia dan tingkat aktivitas fisik:
- Rata-rata orang dewasa nan tidak banyak bergerak: 0,8 gram per kg berat badan,
- Orang dewasa berumur 40-50 tahun: 1-1,2 gram per kg berat badan. Saat usia ini, sarkopenia mulai terjadi. Sarkopenia adalah kondisi nan terjadi ketika tubuh kehilangan massa, kekuatan, serta kegunaan otot,
- Orang nan rutin olahraga alias dalam fase meningkatkan massa otot: 1,1-1,7 gram per kg berat badan.
Takaran Terbaik dalam Mengonsumsi Protein untuk Sekali Makan

Ilustrasi sepiring makanan nan kaya protein/Foto: Freepik.com/freepik
Sebaiknya konsumsi protein dibagi rata sepanjang hari. Rata-rata, orang mendapatkan asupan protein dari mbakal malam dan paling sedikit saat sarapan.
Masih merujuk Mmari Clinic, rekomendasi paling umum adalah 15-30 gram protein di setiap waktu makan. Penelitian menunjukkan bahwa asupan protein nan lebih tinggi dalam sekali mbakal alias lebih dari 40 gram, tidak lebih berfaedah daripada mengonsumsi 15-30 gram protein nan direkomendasikan.
Dampak Negatif Ketika Mengonsumsi Protein Berlebihan

Ilustrasi sekelompok orang nan sedang dinner dengan jenis lauk nan mengandung tinggi protein/Foto: Freepik.com/freepik
Mengonsumsi lebih banyak protein daripada nan dibutuhkan tubuh dapat menyebabkan pengaruh samping dan meningkatkan akibat kondisi tertentu. Hal tersebut diungkapkan oleh ahli nutrisi olahraga, Diana Schnee, RD., LD pada Cleveland Clinic.
“Asupan protein nan berlebihan dapat memberikan tekanan pada hati dan ginjal, serta meningkatkan akibat dehidrasi,” kata Schnee.
Hati dan ginjal berkedudukan krusial dalam penguraian protein maupun proses pembuangan melalui urine. Bila protein dalam tubuh berlebihan, maka beban kerja kedua organ tersebut bakal menjadi lebih berat dan berkapak pada gangguan organ.
***
Ingin jadi salah satu pembaca nan bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke organisasi pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah nan pertama memberikan komentar.
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·