Akseleran melaporkan dua peminjam alias borrower nan kandas bayar ke kepolisian atas dugaan penipuan. Platform pinjkondusif daring, nan dulu dikenal pinjol, ini disebut dalam unggahan influencer keuangan Felicia Putri Tjiasaka.
Pinjkondusif daring Akseleran mencatat ada enam borrower kandas bayar utang dengan total Rp 178 miliar. Berikut daftarnya, segimana info ini beredar di media sosial Telegram dan sudah dikonfirmasi oleh perusahaan:
- PT PDB beserta afiliasinya: Rp 42,3 miliar, penyuplai peralatan pertahanan
- PT EFI beserta afiliasinya: Rp 46,6 miliar, kontrtokoh engineering, procurement, dan construction
- PT PPD beserta afiliasinya: Rp 59 miliar, penyuplai pasir dan batu nan mendapatkan perjanjian pada 2020 dari PT Andalan Multi Kencana sehubungan dengan proyek tol Semarang - Demak
- PT CPM beserta fasilitasnya: Rp 9,6 miliar, kontrtokoh dan kreasi interior
- PT ABA beserta afiliasinya: Rp 15,5 miliar, perusahaan bangunan nan mempunyai perjanjian jasa pengadaan lahan untuk BUMN
- PT IBW beserta afiliasinya: Rp 5,3 miliar, perusahaan manufaktur furnitur
Co-Founder sekaligus Komisaris Utama Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyampaikan perusahaan telah melaporkan dua peminjam ke kepolisian.
“Dari Akseleran saat ini konsentrasi ke dua hal. Pertama, penagihan terhadap para penerima pinjkondusif tetap kami lakukan. Ada dua penerima pinjkondusif nan kami buat laporan polisi,” kata Ivan kepada Katadata.co.id, Senin (23/6).
“Kedua, kami juga sedang mencari penanammodal potensial nan bisa menyuntikkan dana, dengan angan bisa membantu proses recovery untuk para lender,” Ivan menambahkan.
Pada Maret, Ivan menjelaskan penyebab kandas bayar bervariasi, mulai dari masalah upaya hingga dugaan fraud dari pihak peminjam. Perusahaan juga telah dan/alias bakal melakukan upaya-upaya sebagai berikut:
- Melakukan penagihan secara seksama atas seluruh portfolio pendanaan nan tetap berjalan pada platform Akseleran. Dana nan sukses ditagih bakal langsung disalurkan kepada para pemberi dana
- Melakukan proses norma melalui penasehat norma Penyelenggara terhadap penerima biaya nan terindikasi melakukan fraud, alias tidak kooperatif dalam proses penagihan
- Telah memberikan laporan insidental kepada penghati-hati pada Otoritas Jasa Keuangan alias OJK dan sedang dalam proses audit pemeriksaan
- Mencari penanammodal nan dapat menyuntikkan biaya segar pada Akseleran
- Melakukan komunikasi secara berkala dengan para pemberi dana. Pemberi biaya segimana diperlukan dari waktu ke waktu, dan menyedibakal info nan diperlukan mengenai dengan portofolio pendanaan para pemberi dana
Influencer Felicia Putri Minta Maaf ke Netizen nan Jadi Lender Akseleran
Influencer finansial Felicia Putri Tjiasaka meminta maaf kepada pengikut alias follower-nya nan menjadi pemberi pinjkondusif namalain lender di platform pinjkondusif daring Akseleran.
"Aku mengerti banyak nan kecewa terhadap aku, marah dan jengkel lantaran menempatkan duit di peer to peer lending nan sekarang kesulitan bayar, setelah menonton video saya pada waktu nan lalu," kata Felicia Putri melalui akun TikTok nan diunggah pada Jumat (20/6).
"Sebaik-baik saya menganalisis, pasti ada akibat dan hal-hal nan di luar perkiraan aku. Dan sayangnya, itu justru terjadi," Felicia menambahkan. "Aku meminta maaf."
Ia pun menyertbakal formulir digital nan bisa diisi oleh lender Akseleran, nan uangnya belum dikembalikan lantaran peminjam kandas bayar. "Aku bakal membantu dalam mengawal, berkoordinasi dan menindaklanjuti (follow up) sebisaku, meski ini bukan tanggung jawab aku," katanya.
Felicia juga berharap, siapapun nan berinvestasi, bisa mempertimbangkan segala perihal sebelum memutuskan dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
Ia menjelaskan dirinya sempat mempromosikan upaya pinjkondusif daring nan dulu dikenal pinjol, meskipun industri sejenis di Cina mulai anjlok. Hal itu lantaran sektor serupa di Tiongkok nan menurun, merupbakal peer to peer lending untuk konsumtif.
"Oleh lantaran itu, saya sangat against peer to peer lending konsumtif, terlepas dari sokongan duit nan kuat. Tetapi sekarang justru peer to peer lending produktif nan kandas bayar di Indonesia? Ada banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi sampai internal perusahaan misalnya, dalam mengkajian (risiko) angsuran nan tidak ketat alias owner nan fraud," ujar dia, Rabu (18/6).
Felicia Putri juga menyoroti platform-platform pinjol nan tidak menjelaskan secara perincian mengenai asuransi jika peminjam namalain borrower kandas bayar.
"Apakah saya mempromosikan Akseleran, tetapi tidak investasi di platform ini? Itu salah total. Saya punya pendanaan di situ (Akseleran) sejak 2020 dan berakhir sekitar 2023, lantaran situasi ekonomi nan memburuk," kata Felicia.
Ia juga menceritbakal beberapa pendanaannya nan macet, meski nilai investasinya tidak besar lantaran memakai fitur auto-lending.
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·