Pertamina Gaet Perusahaan Raksasa Cina Bangun Pabrik Panel Surya Di Bekasi

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bekerja sama dengan LONGi Green Technology Co., Ltd., meluncurkan proyek strategis pemgedung akomodasi manufaktur panel Surya (Photovoltaic/PV) di Indonesia. 

Fasilitas ini ditargetkan mempunyai kapabilitas produksi sebesar 1,4 gigawatt (GW) per tahun, dan bakal menggunbakal teknologi terbaru dari LONGi, Hybrid Passivated Back Contact (HPBC) 2.0 jenis N nan dapat menghasilkan modul surya berkekuatan efisiensi tinggi. 

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatbakal proyek strategis ini bakal mendukung proses transisi daya di Indonesia, nan menargetkan bauran daya 34,3% hingga 2034.

Eniya berambisi proyek ini dapat melangkah lancar sehingga dapat mendukung RUPTL dengan sasaran tambahan kapabilitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW). “Dari target  tersebut, 61% alias 42,6 GW berasal dari pembangkit EBT,” kata Eniya dalam siaran pers, dikutip Selasa (24/6).

Pertamina NRE mengatbakal proyek ini mendukung komitmen Pemerintah Indonesia terhadap pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan bermaksud untuk memenuhi permintaan nan terus meningkat terhadap modul solar PV di dalam negeri dan area Asia Tenggara.

Lokasi proyek solar pv ini berada di Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupbakal wilayah strategis nan memudahkan pengedaran dan rantai pasok dalam proses produksinya. Fasilitas ini nantinya diharapkan dapat menyerap tenaga lokal dan juga meningkatkan perekonomian nasional. 

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penankondusif Modal, Kementerian Investasi/BKPM, Edy Junaedi, mengatbakal proyek ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas manufaktur Indonesia, tetapi juga dalam mengintegrasikan Indonesia ke dalam rantai pasok dunia dalam industri daya baru terbarukan.

“Hal ini bakal memperkuat dan meningkatkan kerjasama kedua negara dalam mempercepat transisi energi,” ujar Edy. 

Menurut info Kementerian Perindustrian, keahlian produksi panel surya dalam negeri saat ini baru sebesar 1.6 GWp per tahun, sehingga dengan proyek ini bakal meningkatkan keahlian produksi nasional hingga 3 GWp. Peningkatan ini dapat mendukung penambahan PLTS sesuai sasaran pemerintah sebesar 300-400 GWp di 2060.

Sementara itu, CEO Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupbakal tonggak krusial dalam transisi daya di Indonesia. 

“Dengan membangun kapabilitas manufaktur lokal, kami mau memperkuat rantai pasok solar PV dalam negeri, menurunkan biaya produksi, dan menciptbakal lapangan kerja hijau nan berkeahlian tinggi,”  ucap John.

VP Longi Global, Dennis She, menyampaikan kerja sama ini merupbakal pesenggang bagi Longi dalam mengembangkan upaya dalam industri daya di Asia Tenggara.

“Dengan kerjasama ini kami minta bisa terus mendukung sasaran transisi daya di Indonesia dengan saling berbagi pengetahuan dan teknologi dalam industri solar pv,” ujar Dennis

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengatbakal langkah Pertamina NRE dalam mendorong pengembangan daya transisi merupbakal upaya proaktif Pertamina dalam mendukung sasaran swasembada daya dan net zero emission (NZE) Pemerintah. 

“Sejalan dengan program Pertamina sebagai pemimpin daya transisi, Pertamina berambisi proyek pemgedung akomodasi manufaktur panel surya ini dapat memperkuat ekosistem daya transisi di Indonesia,” kata Fadjar.

Selengkapnya
Sumber
-->