Pasar Saham Gonjang-ganjing Karena Perang, Apa Pilihan Investasi Yang Aman?

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Kondisi geopolitik nan memanas dengan pecahnya perang Israel dan Iran mengguncang pasar keuangan. Chief Investment Officer PT Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu mengatakan, reksa biaya pasar duit dan pendapatan tetap dapat menjadi salah satu pilihan investasi nan kondusif bagi penanammodal di tengah ketidakpastian. 

“Kami lebih memilih posisi melindungi memandang kondisi dunia saat ini. Karena itu, kami merekomendasikan reksa biaya pasar duit dan fixed income lantaran lebih defensif,” ujarnya di Sinarmas Tower 3, Jakarta Pusat, Selasa (24/6).

Genta mencatat, total nilai aset kelolaan alias asset under management (AUM) nan dikelola Sinarmas saat ini mencapai Rp 58 triliun. Sebesar Rp 33 triliun dikelola dalam corak reksa dana. Hingga akhir 2025, pihaknya menargetkan AUM dapat mencapai Rp 63 triliun. 

Ia menjelaskan, Sinarmas condong memilih surat utang berjnomor pendek dalam portofolio produk reksa biaya berpatokan fixed income. Sementara untuk portofolio investasi pada reksa biaya pasar uang, Sinarmas condong memilih obligasi korporasi dengan tenor di bawah satu tahun lantaran dinilai bisa memberikan imbal hasil nan lebih tinggi.

“Untuk reksa biaya pasar duit maupun fixed income, kami melihatnya sebagai pilihan nan relatif aman, setidaknya dalam satu hingga dua bulan ke depan, sembari menanti arah pasar dunia nan lebih jelas,” kata Genta.

Ia juga menyoroti dua ftokoh utama nan menjadi perhatian pasar saat ini. Pertama adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel, nan menurutnya telah meluas menjadi bentrok regional. Kedua, pasar tengah menantikan info ekonomi Amerika Serikat nan bakal memengaruhi arah kebijbakal suku kembang The Fed. 

Sementara dari sisi domestik, ekonomi Indonesia relatif stabil. Namun, dia mengingatkan bahwa ada tanda-tkamu perlambatan pertumbuhan ekonomi ke depan nan menjadi tantangan bagi pasar, terutama untuk aset berisiko seperti saham. 

Namun menurutnya, jika Bank Indonesia menurunkan suku kembang referensi (BI Rate) sebagai corak stimulus, maka perihal ini bakal berakibat positif bagi aset-aset seperti fixed income dan pasar duit lantaran imbal hasilnya berpotensi meningkat.

Adapun PT Sinarmas Asset Management baru saja meneken kerja sama dengan PT Bahana Sekuritas sebagai pemasok penjual reksa dana.

Direktur Utama PT Bahana Sekuritas Reza Benito Zahar mengatakan, lewat kerjasama ini, Bahana bakal menjadi mitra pengedaran resmi untuk memasarkan beragam produk unggulan dari Sinarmas, seperti Danamas Stabil, Danamas Pasti, Danamas Rupiah Plus, Danamas Saham dan Indeks Simas Sri Kehati. Produk Sinarmas tersebut dapat diakses melalui kanal digital milik Bahana Sekuritas. 

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan nilai tambah bagi pengguna melalui sinergi berbareng mitra terpercaya. Kami berambisi kerjasama ini menjadi tonggak krusial dalam pengembangan jasa investasi nan modern, aman, dan mudah diakses,” ujar Reza.

Selengkapnya
Sumber
-->