Pasar Saham Asia Potensi Naik Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran - Israel

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Bursa saham Asia berpotensi naik seiring dengan pelemahan dolar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatbakal Iran dan Israel telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Pengumuman ini menyebabkan nilai minyak ambruk tajam lantaran kekhawatiran atas gangguan pasokan mereda.

Dalam tulisannya di situs Truth Social miliknya, Trump menyiratkan gencatan senjata bakal berlsaya dalam 12 jam dan kemudian perang bakal dianggap berakhir. Harga minyak turun 4% lagi, setelah sebelumnya turun 9% pada Senin (23/7) ketika Iran melakukan pembargumen simbolis terhadap pangkalan AS nan tidak membuahkan hasil. 

Sementara itu, baik Israel maupun Iran melanjutkan serangan rudal mereka, membikin penanammodal berhati-hati untuk tidak menumpuk aset berisiko untuk saat ini. 

"Hal ini mengurangi ketidakpastian geopolitik di pasar, meskipun sebagian besar penanammodal mengabaikan ketidakpastian tersebut," kata kepala investasi di Cresset Wealth Advisors di Palm Beach, Florida, Jack Ablin seperti dikutip Selasa (24/7). 

Ia mengatbakal sinyal gencatan senjata Iran - Israel setidaknya mengurangi akibat anckondusif langsung terhadap jalur pelayaran krusial Selat Hormuz nan ditumpama dengan penurunan nilai minyak mentah berjnomor AS sebanyak 4% lagi menjadi $65,75 per barel.

S&P 500 berjnomor naik 0,3% pada perdagangan awal, sementara Nasdaq berjnomor naik 0,5%. Nikkei berjnomor diperdagangkan naik pada 38.905, jauh di atas penutupan tunai pada 38.354.

Treasury berjnomor 10 tahun turun 6 tick lantaran kebutuhan bakal tempat berlindung nan kondusif berkurang. Sementara itu suku kembang berjnomor turun lantaran penanammodal sedikit mundur lantaran ekspektasi penurunan suku bunga. 

Pasar telah menguat pada hari Senin setelah Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan Michelle Bowman mengatbakal waktu untuk memangkas suku kembang semakin dekat lantaran akibat terhadap pasar kerja mungkin meningkat. Ketua Fed Jerome Powell bakal mempunyai kesempatannya sendiri untuk berkomentar ketika tampil di hadapan Kongres hari ini. 

Berita tentang gencatan senjata tersebut membikin dolar melanjutkan penurunan dengan turun 0,1% menjadi 145,92 yen. Sementara euro naik tipis 0,1% menjadi $1,1589.

Yen dan euro diuntungkan dari penurunan nilai minyak lantaran UE dan Jepang sangat berjuntai pada impor minyak dan gas alam cair, sementara Amerika Serikat adalah eksportir neto. Sementara itu nilai emas juga ikut turun turun 0,4% menjadi $3.353 per ons.

Selengkapnya
Sumber
-->