Mengenal Tren Kencan Floodlighting, "oversharing" Yang Bisa Merusak Hubungan Baru

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Di era media sosial dan dating apps, banyak banget tren kencan baru nan muncul. Namun, tidak semua tren kencan itu sehat, lho. Salah satunya adalah floodlighting. Mungkin istilah ini tetap terdengar asing buat kamu, tapi fenomenanya cukup sering terjadi, terutama di awal hubungan.

Bayangkan baru kenal seseorang, tapi dia langsung cerita semua perihal pribadi, trauma masa lalu, sampai masalah keluarga. Awalnya mungkin Anda merasa dipercaya, tapi lama-lama justru membikin Anda merasa terbebani.

Itulah gambaran sederhana dari floodlighting. Melansir The Guardian dan Today, ini beberapa perihal nan perlu Anda ketahui tentang floodlighting agar hubungan Anda tetap sehat dan terjaga.

Apa Itu Floodlighting?

floodlighting
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/katemangostar

Floodlighting adalah istilah nan menggambarkan perilaku oversharing alias membanjiri orang lain dengan info pribadi secara berlebihan dan terlalu cepat, terutama di awal hubungan. Istilah ini diadaptasi dari sinar floodlight (lampu sorot besar) nan menyinari semua perihal sekaligus, tanpa filter.

Di bumi kencan, floodlighting sering terjadi saat seseorang membongkar semua isi hati dan masalah hidup di momen nan semestinya tetap tahap pengenalan. Ini bukan sekadar jujur alias terbuka, melainkan membanjiri musuh bicara dengan cerita nan terlalu berat dan intim, sehingga membikin hubungan jadi tidak nyaman.

Alasan Orang Melakukan Floodlighting

Mengenal floodlighting nan bisa merusak hubungan/Foto: Freepik.com

Ada banyak argumen kenapa seseorang melakukan floodlighting. Salah satunya adalah kemauan untuk sigap membangun kedekatan emosional. Dengan berbagi cerita personal, mereka berambisi hubungan bisa semakin erat. Sayangnya, langkah ini justru sering membikin musuh bicara merasa kewalahan.

Selain itu, floodlighting bisa jadi sistem pertahanan. Orang nan punya pengalaman jelek dalam hubungan kadang memakai oversharing untuk mengetes apakah pasangan barunya bisa menerima mereka apa adanya. Ada juga nan melakukannya lantaran kesenyapan alias kurang support system, sehingga tanpa sadar menjadikan pasangan baru sebagai tempat curhat utama.

Dampak Negatif Floodlighting dalam Hubungan

floodlighting
Ilustrasi/Foto: Freepik.com

Meskipun niatnya mau membangun koneksi, floodlighting sering kali berakibat buruk. Lawan bicara bisa merasa overwhelmed alias tertekan, apalagi jika mereka belum cukup kenal alias punya kapabilitas emosional untuk menerima beban cerita tersebut.

Hubungan nan awalnya berpotensi sehat justru bisa sigap berakhir. Sering juga muncul rasa tanggung jawab nan tidak sehat di pihak pendengar, padahal semestinya hubungan baru melangkah ringan dan bertahap. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu distrust dan burnout dalam hubungan.

Ciri-Ciri Floodlighting nan Perlu Diwaspadai

Mengenal floodlighting nan bisa merusak hubungan/Foto: Freepik.com

Biasanya, floodlighting terlihat saat seseorang baru kenal, tapi sudah cerita hal-hal sangat pribadi, seperti trauma alias masalah family secara berlebihan. Mereka juga sering mengungkapkan rasa cinta alias kebutuhan emosional terlalu cepat, nan membikin obrolan jadi berat dan tidak nyaman.

Kalau Anda merasa kewalahan alias tertekan lantaran pasangan membanjiri cerita nan terlalu dalam di awal hubungan, itu tanda floodlighting. Penting untuk mengenali karakter ini agar Anda bisa jaga batas dan hubungan tetap sehat.

Bedakan Antara Jujur dan Overshare

floodlighting
Ilustrasi/Foto: Freepik.com

Penting untuk bisa membedakan mana nan termasuk kejujuran sehat dan mana nan termasuk overshare namalain floodlighting. Kejujuran sehat dibangun secara berjenjang seiring tumbuhnya rasa percaya. Sementara overshare adalah penuangan info pribadi nan tidak sesuai dengan tahap kedekatan.

Semua hubungan itu butuh waktu untuk berkembang. Terlalu sigap membuka diri justru bisa membikin hubungan terasa berat sejak awal. Jangan takut untuk berbagi, tapi lakukan dengan sadar dan sesuai konteks.

Cara Mengatasi Floodlighting

Mengenal floodlighting nan bisa merusak hubungan/Foto: Freepik.com

Kalau Anda merasa condong melakukan floodlighting, jangan cemas lantaran ada langkah untuk mengatasinya. Pertama, latih kesadaran diri saat berbagi informasi. Tanyakan ke diri sendiri apakah ini waktu nan tepat untuk beragam alias apakah pasangan sudah siap mendengar cerita kamu.

Kedua, bangun support system di luar pasangan, seperti kawan dekat alias terapis. Jangan jadikan pasangan sebagai satu-satunya tempat curhat. Dengan punya jaringan pendukung nan lebih luas, Anda bisa menjaga keseimbangan dalam hubungan dan menghindari beban emosional nan tidak perlu.

Cara Menanggapi Floodlighting dari Pasangan 

floodlighting
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/jcomp

Kalau Anda jadi pihak nan menerima floodlighting, krusial untuk menjaga batas sehat. Kamu boleh bilang secara jujur jika Anda belum siap menerima beban cerita nan terlalu berat.

Kamu juga bisa mengarahkan pasangan untuk pelan-pelan membangun kepercayaan secara bertahap. Dalam hubungan nan sehat, kedua pihak kudu merasa nyaman dan tidak terbebani. Jangan merasa bersalah jika Anda butuh waktu untuk mengenal pasangan dengan tempo nan lebih wajar.

Floodlighting memang jadi salah satu tren kencan nan cukup sering muncul, apalagi di era serba sigap seperti sekarang. Sayangnya, overshare nan berlebihan justru bisa merusak hubungan baru nan semestinya dibangun secara bertahap.

***

Ingin jadi salah satu pembaca nan bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke organisasi pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Selengkapnya
Sumber
-->