Mahasiswa Ilkom Usm Turun Tangan Cegah Bullying, Tanamkan Budaya Saling Menghargai Di Sekolah Dasar

Sedang Trending 2 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye anti-bullying berjudul “Sekolah Ceria Tanpa Bullying” di SD Negeri Muktiharjo Kidul 04 Semarang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan nan diikuti 28 siswa kelas 5 tersebut berjalan di sela aktivitas classmeeting sekolah.

Kampanye ini merupbakal penerapan mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas nan diampu oleh Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.

Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa didorong untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui edukasi mengenai ancaman perundungan di lingkungan sekolah.

“Ini merupbakal bagian dari praktik mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas. Dengan mengangkat tema bullying, kami berambisi aktivitas ini berfaedah bagi adik-adik siswa lantaran ftokoh akibat bullying itu ada di sekeliling kita. Ini juga menjadi angan kami untuk menjadikan mahasiswa USM berakibat dan mempunyai faedah nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.

Kepala SDN Muktiharjo Kidul 04 Semarang, Ratna Wijayanti, S.Pd., M.Pd., menyambut positif aktivitas tersebut.

Menurutnya, sosialisasi mengenai ancaman bullying krusial untuk memberikan pemahkondusif kepada siswa tentang langkah mencegah dan menghadapi perundungan.

“Terima kasih kepada mahasiswa USM nan hari ini sudah mensosialisasikan tentang ancaman bullying kepada murid-murid kami. Melalui aktivitas ini, anak-anak bisa tahu dan mengerti gimana langkah pencegahan, serta gimana bersikap ketika menjadi korban, sehingga ke depan tidak ada lagi tindbakal pembullyan di sekolah,” tutur Ratna.

Dalam pelaksanaannya, kampanye dikemas secara interaktif melalui dua sesi materi.

Materi pertama berjudul “Anti-Bullying Base On Psikologi” disampaikan oleh narasumber eksternal Margaretha Sri Wahyuningrum, S.Psi., nan menjelaskan beragam corak bullying, kebenaran di lapangan, serta akibat psikologis nan dapat dialami korban.

Sementara itu, materi kedua bertema “Anti-Bullying dari Sisi Ilmu Komunikasi” disampaikan oleh Christina Elok Ayu Widyantari.

Materi tersebut menyoroti pentingnya komunikasi dalam mencegah terjadinya perundungan dan langkah-langkah nan dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Tak hanya melalui penyampaian materi, mahasiswa juga menghadirkan pagelaran drama pendek nan menggambarkan beragam corak bullying nan kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Penampilan tersebut diperkuat dengan tata rias karakter untuk memberikan gambaran nan lebih nyata kepada para siswa mengenai akibat perundungan.

Setelah pertunjukan, peserta diajak mengikuti sesi ice breaking edukatif dan obrolan interaktif guna memperdalam pemahkondusif mereka tentang pentingnya menciptbakal lingkungan sekolah nan kondusif dan nyaman.

Margaretha mengapresiasi antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan.

“Menurut aku, acaranya hari ini bener-bener luar biasa banget. Terima kasih untuk Ilmu Komunikasi USM atas kesempatan nan diberikan kepada saya. Sukses dan semangat terus untuk teman-teman semester 6,” ungkapnya.

Melalui kampanye tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM berambisi siswa dapat semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai dan menghormeninggal sesama, sekaligus menumbuhkan komitmen untuk menciptbakal lingkungan sekolah nan bebas dari perundungan dengan mengusung pesan, “Belajar Saling Jaga, Bukan Saling Menyakiti.” (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->