Kopdes Merah Putih Siap Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja, Uji Coba Dimulai Juli 2025

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memproyeksikan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat membuka lapangan kerja untuk sekitar 1,6 juta orang mulai tahun depan. Tenaga kerja tersebut bakal mengelola tujuh unit upaya inti di setiap Kopdes Merah Putih.

Tujuh unit upaya nan wajib mempunyai Kopdes Merah-Putih adalah instansi koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik kesehatan, apotek, gudang, dan sarana logistik. Pemerintah menghitung setiap koperasi bakal menyerap 20-25 tenaga kerja.

"Saya memberikan contoh Koperasi Krbanget Jati di Kabupaten Garut nan mempunyai 59 tenaga kerja. Itu terhitung banyak tenaga kerja nan diserap," kata Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus di Jakarta, Senin (23/6).

Meski potensi serapan tenaga kerja besar, namun pembukaan lapangan kerja secara masif belum bakal dilakukan tahun ini. Pemerintah bakal terlebih dulu menjalankan masa uji coba untuk sekitar 1.500 Kopdes Merah Putih, alias rata-rata 2-3 unit per kabupaten/kota.

“Banyak hoaks beredar seolah-olah jutaan lapangan kerja dibuka sekarang, apalagi dengan iming-iming penghasilan tertentu. Itu tidak benar. Tahun ini tetap masa uji coba,” katanya.

Ia menyebut masa uji coba bakal berjalan selama 3 hingga 12 bulan sejak Kopdes diresmikan, nan rencananya dimulai bulan depan. Melalui masa ini, Kopdes lain bisa belajar dari operasional nan sudah berjalan, sementara pemerintah wilayah merumuskan kebijbakal pendukung.

Uji Coba Jadi Penentu Keberlanjutan

Panel menyebut masa uji coba menjadi ujian utama keberlanjutan Kopdes Merah Putih, terutama dari sisi keuangan. Setiap Kopdes nan lolos uji coba wajib menunjukkan keahlian positif, salah satunya keahlian menghasilkan untung dan bayar angsuran ke perbankan.

“Tantangan terbesar justru saat pengoperasian nanti. Pemerintah kudu memutuskan banyak hal, mulai dari pengadaan aset hingga skema pembiayaan ke masing-masing Kopdes,” kata Panel nan juga dikenal sebagai mantan Bendahara Pro Jokowi itu.

Sebelumnya, Menteri Koperasi UKM Budi Arie Setiadi memperkirbakal total kebutuhan anggaran untuk membangun 80.000 Kopdes Merah Putih mencapai Rp 400 triliun, dengan aletak sekitar Rp 5 miliar per Kopdes.

Namun, dia menegaskan kehadiran Kopdes Merah Putih tidak bakal mematikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun koperasi desa nan sudah ada. Justru, Kopdes menjadi instrumen tambahan untuk mempercepat pemerataan ekonomi di perdesaan.

“BUMDes tetap ada. Kopdes ini adalah semangat baru dengan model upaya nan lebih terstruktur. Koperasi menjadi instrumen utama dalam pemerataan ekonomi, khususnya untuk masyarakat desa,” kata Budi.

Jika seluruh rencana melangkah sesuai target, pemerintah menargetkan 80.000 Kopdes Merah Putih telah beraksi penuh pada 28 Oktober 2025.

Reporter: Andi M. Arief

Selengkapnya
Sumber
-->