Jakarta -
Datang ke pesta pernikahan dengan pasangan adalah perihal nan umum. Tapi, gimana jika Bunda mau datang ke pesta pernikahan sahabat, tapi suami tidak diundang?
Pada umumnya, pasangan nan sudah menikah diundang ke sebuah pesta pernikahan sebagai satu 'paket'. Di label undangan, nama mereka bakal ditulis dengan pasangannya, seperti 'Tuan dan Nyonya' alias 'Nyonya X dan Suami'.
Namun, tampaknya tidak semua pasangan melakukan perihal tersebut. Ada juga nan hanya mengundang sahabatnya tanpa menyebut nama pasangan sahabat itu di kartu undangan.
Hal tersebut dialami seorang wanita nan tidak disebutkan identitasnya. Perempuan ini mempertanybakal perihal tersebut di internet setelah menerima undangan ke pesta pernikahan temannya.
Dilansir People, wanita itu berbagi bahwa dia tidak 'terlampau dekat' dengan temannya. Mereka berjumpa di aktivitas sosial dan dulu pernah dekat.
Teman wanita itu bakal menikah dan mengundangnya untuk datang ke pesta. Namun, tidak seperti kawan nan lain, dia tidak diundang berbareng suaminya, Bunda.
Perempuan ini menganggap perihal tersebut tidak wajar, apalagi terkesan agak tidak sopan. Ia pun tampaknya memutuskan untuk tidak datang ke pesta tersebut.
"Saya menganggap ini agak kasar, tetapi teman-teman saya membuatnya tampak seperti perihal nan benar-betul normal dan bahwa saya kudu hadir. Tapi, Saya sangat condong untuk tidak hadir," katanya.
Beragam komentar netizen
Banyak netizen menanggapi cerita tersebut. Beberapa di antaranya mengatbakal bahwa wanita itu telah membikin pilihan nan tepat. Banyak netizen apalagi mengatbakal bahwa dia tidak kudu datang hanya lantaran diundang.
"Undangan bukanlah kontrak," tulis seorang netizen.
"Kamu tidak kudu datang dan Anda tidak perlu memberikan alasan. Cukup konfirmasi kehadiran dengan menolak dan nikmeninggal waktu berbareng suami kamu," ujar nan lain.
Tampaknya banyak netizen nan setuju dengan keputusan wanita ini untuk tidak datang di pesta pernikahan temannya. Seorang netizen merasa bahwa perihal itu tidak perlu dilakukan jika menganggapnya tak menyenangkan.
"Menurut saya, 'Saya tidak mau' semestinya menjadi argumen nan sah untuk menolak undangan pernikahan, selain jika undangan itu ditujukan kepada seseorang nan dekat dengan kamu. Ini bukan tentang penghinaan nan dirasbakal terhadap suami kamu, melainkan berjalan ke kota lain sendirian dan menghadiri pernikahan tanpa +1 (pasangan) tidaklah menyenangkan, dan Anda tidak boleh menghabiskan duit untuk hal-hal nan tidak menyenangkan bagimu," kata netizen tersebut.
Komentator lain menyarankan wanita tersebut untuk menghubungi calon pengantin alias temannya nan bakal menikah. Ia diminta untuk mencari tahu kenapa suaminya tidak diundang.
"Sepertinya RSVP sederhana (memberikan konfirmasi) tidak datang sudah cukup. Mungkin anggaran mereka terbatas. Namun, tidak normal untuk hanya mengundang satu pasangan. Jika hanya seorang pacar, mungkin, tapi bukan suami. Mungkin tanybakal kepadanya untuk memandang apakah ada makna di baliknya setelah aktivitas tersebut selesai. Sementara itu, sampaikan ucapan selbanget dan jangan berkutat pada perihal tersebut," ujar netizen itu.
Perempuan nan membikin postingan ini menanggapi komentar itu. Ia merasa tidak percaya untuk berjalan sendiri menghadiri pesta pernikahan temannya.
"Saya cukup percaya itu hanya masalah anggaran! Kalau saya tidak kudu bepergian, saya bakal pergi saja, tetapi kudu berjalan dan menghabiskan akhir pekan di luar membikin saya susah membikin keputusan itu. Tapi saya rasa saya bakal langsung RSVP saja," katanya.
Siapa sebaiknya nan diundang ke pernikahan?
Memutuskan siapa nan bakal diundang ke pesta pernikahan mungkin merupbakal salah satu tugas berat nan dihadapi calon pengantin saat memulai proses perencanaan pernikahan. Terkadang, pasangan mesti membikin keputusan untuk tidak mengundang semua kawan lantaran masalah anggaran.
Ya, semakin banyak tamu nan diundang, maka semakin besar pula biaya nan bakal dikeluarkan. Jadi, ini bukanlah keputusan nan bisa dianggap enteng.
Dilansir lkondusif The Knot, alih-alih menanyakan, "Siapa nan kudu saya undang ke pesta pernikahan saya?", sebenarnya nan lebih krusial adalah, "Siapa nan kudu saya undang ke pesta pernikahan saya?"
Sebenarnya, tidak ada jawaban nan cocok untuk semua orang. Daftar tamu undangan bakal dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti anggaran pernikahan, ukuran tempat, dan suasana pernikahan nan diinginkan.
Berikut beberapa saran orang nan bisa diundang ke pesta pernikahan:
- Keluarga dekat, seperti orang tua, kerabat kandung, kerabat tiri, alias kakek dan nenek.
- Sahabat paling dekat dan pasangannya.
- Kerabat dekat, seperti paman, bibi, dan sepupu.
- Sahabat keluarga, ialah orang-orang nan memandang kita tumbuh dewasa dan tetap berasosiasi baik.
- Teman kerja, kawan sekolah, kawan kecil, alias kawan di klub olahraga.
- Kerabat jauh nan tetap ditemui setiap beberapa tahun sekali.
Demikian kisah wanita nan mau datang ke pernikahan sahabat tapi suami tak diundang, serta saran pemilihan tamu undangan pernikahan.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·