Kenali Penyebab Darah Keluar Saat Hamil 3 Bulan Tapi Tidak Sakit

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Jakarta -

Bunda nan sedang menjalani kehamilan tentu mau semuanya melangkah lancar ya kan. Namun, gimana jika tiba-tiba muncul flek alias darah saat usia kehamilan memasuki 3 bulan? Apalagi jika tidak disertai rasa sakit, apakah ini tanda ancaman alias justru tetap tergolong normal?

Keluar darah saat hamil, terutama ketika usia kandungan memasuki 3 bulan, bisa membikin ibu mengandung merasa cemas. Apalagi jika perdarahan tersebut tidak disertai rasa sakit.

Pada trimester pertama kehamilan, sekitar 20 persen ibu mengandung mengalami perdarahan ringan. Tidak semua perdarahan berfaedah masalah serius, namun krusial untuk memahami penyebab dan langkah nan tepat jika perihal ini terjadi.

Apakah normal keluar darah saat mengandung 3 bulan?

Pada trimester pertama (hingga usia kehamilan 12 minggu), perdarahan ringan alias bercak bisa terjadi pada sekitar 20% ibu hamil. Bahkan, sebagian besar dari mereka tetap melanjutkan kehamilan dengan sehat dan aman.

Dikutip dari ACOG menjelaskan bahwa sekitar 15–25 persen ibu mengandung mengalami perdarahan ringan selama trimester pertama, dan banyak di antaranya tetap menjalani kehamilan dengan sehat. ACOG juga menyebut bahwa bercak darah bisa disebabkan oleh hubungan seksual, infeksi, alias perubahan pada serviks.

Selain itu, dilansir dari Cleveland Clinic mencatat bahwa meskipun perdarahan ringan tanpa nyeri bisa disebabkan oleh perubahan normal pada tubuh selama kehamilan, namun tetap perlu dilakukan pertimbangan medis untuk menyingkirkan kemungkinan komplikasi serius seperti kehamilan ektopik alias keguguran.

Jika darah nan keluar sedikit, berwarna merah muda alias cokelat, dan tidak disertai kram hebat, kemungkinan besar ini adalah kondisi nan tetap tergolong normal. Namun, tetap perlu diperiksa oleh master ya Bunda.

Penyebab keluar darah saat mengandung 3 bulan tanpa nyeri

Perdarahan ringan saat kehamilan trimester pertama (termasuk usia 3 bulan) cukup sering terjadi dan tidak selalu menandakan adanya masalah serius, terutama jika tidak disertai rasa sakit. Namun, krusial untuk mengenali kemungkinan penyebabnya agar ibu mengandung tetap waspada dan tidak mengabaikan kondisi ini.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab perdarahan ringan nan tidak disertai rasa sakit pada usia kehamilan 3 bulan:

1. Perubahan pada leher rahim (serviks)

Saat hamil, aliran darah ke leher rahim meningkat, membikin jaringan serviks menjadi lebih lunak dan sensitif. Akibatnya, aktivitas ringan seperti hubungan seksual alias pemeriksaan dalam bisa menyebabkan perdarahan ringan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut bahwa perihal ini merupakan salah satu penyebab paling umum dari perdarahan ringan di trimester pertama.

2. Polip serviks

Polip serviks adalah pertumbuhan jinak di area leher rahim nan dapat berdarah, terutama ketika tergesek. Polip lebih mudah berdarah selama kehamilan lantaran meningkatnya kadar estrogen dan aliran darah ke area serviks.

3. Implantasi nan terlambat

Pada sebagian kasus, perdarahan ringan akibat penempelan embrio ke tembok rahim bisa terjadi agak terlambat, apalagi saat usia kehamilan sudah masuk minggu ke-10 hingga ke-12.

4. Infeksi ringan

Infeksi di memek alias serviks dapat menimbulkan flek alias bercak darah, meskipun tidak selalu disertai keluhan nyeri. Biasanya, kondisi ini juga disertai keputihan nan tidak biasa.

Perdarahan nan kudu diwaspadai

Meskipun banyak kasus perdarahan ringan pada trimester pertama berkarakter tidak berbahaya, Bunda tetap perlu waspada. Ada beberapa jenis perdarahan nan bisa menjadi tanda adanya masalah pada kehamilan dan perlu ditangani segera oleh tenaga medis.

Berikut ini adalah tanda-tanda perdarahan nan perlu diwaspadai:

1. Perdarahan dengan volume banyak

Jika darah nan keluar berjumlah banyak, seperti menstruasi alias lebih, ini bisa menjadi pertanda gangguan serius pada kehamilan. Terutama jika darah nan keluar berwarna merah terang dan berjalan terus-menerus.

2. Disertai gumpalan alias jaringan

Keluarnya bekuan darah alias jaringan bisa menandakan adanya keguguran. Dalam kasus keguguran spontan, janin dan jaringan kehamilan dapat keluar berbareng darah.

3. Perdarahan nan disertai indikasi tambahan

Jika perdarahan disertai dengan:

  • Pusing alias lemas hebat
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Nyeri bahuDetak jantung cepat
  • Demam

Maka kondisi ini bisa menunjukkan komplikasi serius, seperti kehamilan ektopik alias infeksi.

4. Perdarahan nan terjadi berulang

Perdarahan nan muncul lebih dari satu kali dalam minggu nan sama, alias berjalan selama beberapa hari berturut-turut, perlu dikonsultasikan segera ke master kandungan.

Perdarahan saat mengandung mudaPerdarahan saat mengandung muda/ Foto: Getty Images/Kayoko Hayashi

Kemungkinan kondisi serius nan menyebabkan perdarahan

Berikut ini beberapa kondisi serius nan bisa menyebabkan perdarahan saat hamil:

a. Keguguran tanpa indikasi (missed abortion)

Kondisi di mana janin berakhir berkembang, tetapi tidak keluar dari rahim secara spontan. Ibu mengandung biasanya tidak merasakan nyeri, namun bisa mengalami perdarahan ringan hingga sedang. Sebuah studi menyatakan bahwa perdarahan ringan di awal kehamilan tetap berkorelasi dengan peningkatan akibat keguguran dini.

b. Kehamilan ektopik

Merupakan kondisi saat embrio menempel dan berkembang di luar rahim, umumnya di tuba fallopi. Gejalanya bisa ringan alias tidak terasa pada awalnya, namun dapat berkembang menjadi nyeri dahsyat dan perdarahan nan membahayakan jika tidak ditangani segera. Menurut Cleveland Clinic, kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 1–2 persen kehamilan dan bisa berakibat fatal jika pecah.

c. Plasenta previa

Plasenta menutupi sebagian alias seluruh jalan lahir (serviks), sehingga menyebabkan perdarahan, terutama saat kehamilan bertambah tua. Plasenta previa bisa terdeteksi melalui USG sejak trimester pertama alias awal trimester kedua, meskipun sering kali berkembang tanpa nyeri. British Medical Journal mencatat bahwa ini adalah salah satu penyebab utama perdarahan tanpa nyeri pada trimester awal dan tengah.

Apa nan kudu dilakukan?

Jika mengalami perdarahan ringan saat mengandung 3 bulan meski tanpa nyeri, berikut langkah nan bisa dilakukan:

  • Istirahat dan hindari aktivitas berat
  • Hindari hubungan intim untuk sementara waktu
  • Catat warna, jumlah, dan lama perdarahan
  • Segera periksakan diri ke master kandungan

Dokter bakal melakukan pemeriksaan, biasanya dengan USG, untuk memastikan kondisi janin, posisi plasenta, dan kesehatan rahim secara keseluruhan.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber
-->