Kemenhub Pastikan Ancaman Bom Di Saudia Airlines Adalah Hoaks

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Kementerian Perhubungan mengatbakal anckondusif peledak nan terjadi di Saudia Airline merupbakal hoaks. Anackondusif tersebut diterima dua pesawat Saudi Airlines dalam sepekan.

Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah-Jakarta mendapat anckondusif peledak melalui surat elektronik (E-mail). Anckondusif serupa juga diterima maskapai nan sama  melalui telepon nan diterima Petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta Area Control Center (ACC) dari Kuala Lumpur ACC, namun dengan rute berbeda ialah rute Jeddah-Muscat (Oman)-Surabaya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatbakal kedua penerbangan telah ditangani sesuai dengan protokol kontinjensi nan berlaku.

“Setelah melalui penilaian menyeluruh, anckondusif nan diterima dinyatbakal tidak berdasar dan diklasifikasikan sebagai hoaks oleh otoritas terkait,” kata Lukman dalam siaran pers, dikutip Senin (23/6).

Meski hoaks, Lukman menyebut Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait, baik operator penerbangan, Komite Keamanan Bandar Udara Kualanamu, Pemerintah Daerah setempat dan pihak mengenai lainnya hingga kondisi menjadi kondusif terkendali.

Dia menyampaikan penanganan anckondusif peledak ini telah sesuai dengan Perpatokan Menteri Perhubungan Nomor PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 22 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Penilaian Anckondusif Keamanan Penerbangan.

"Sebagai langkah antisipasi menghadapi kejadian nan serupa, kami telah melakukan koordinasi umum dengan Otoritas Penerbangan Sipil Saudi (GACA) untuk bersama-sama meningkatkan langkah-langkah pengamanan penerbangan dari anckondusif bom," ujar Lukman.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memastikan keselkajian dan keamanan 376 penumpang jemaah haji Kelompok Terbang (kloter) 33 Debarkasi Surabaya dari anckondusif bom.

Pilot Pesawat Saudia Airlines SV 5688  memutuskan untuk mengalihkan rute penerbangan (divert) ke Bandar Udara Kualanamu di Medan setelah mendapat anckondusif bom.  Keputusan ini diambil setelah melakukan koordinasi dengan pihak mengenai untuk penanganan lebih awal.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan Asri Santosa dalam laporannya menjelaskan bahwa penanganan (emergency treatment) dilakukan setelah Pesawat Saudia Airlines mendarat darurat di Bandar Udara Kualanamu.

“Setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Kualanamu pada pukul 09.27 WIB, maka dilakukan emergency treatment berupa pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan kru pesawat, kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kabin pesawat dan cargo compartement (peralatan penumpang di bagasi),” ujar Asri Santosa.

Asri menamapalagi pukul 12.55 WIB pemeriksaan terhadap kru dan penumpang telah selesai dilakukan dan dilanjutkan pemeriksaan pesawat secara campuran oleh Tim Gegana POLRI, Tim Penjinak Bom dari Polda, TNI AD, TNI AU dan Petugas Keamanan bandar udara (Aviation Security) serta Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) bandar udara.

Operasional penerbangan dari dan ke Kualanamu tidak terganggu. “Bandar Udara Kualanamu tetap beraksi dan penanganan dilakukan di area isolasi sehingga tidak menimbulkan hambatan dalam pergerbakal tinggal landas dan mendarat pesawat terbang lainnya," ucap Asri.

Kru dan penumpang rencana bakal diterbangkan ke Surabaya hari Minggu (22/6), pukul 03.30 WIB dengan pesawat nan sama.

Selengkapnya
Sumber
-->