Jakarta -
Fanny Kondoh, istri dari mendiang Hajime Kondoh alias Papa Udon ialah Presiden Direktur Marugame Udon di Indonesia tengah menjalani masa akhir kehamilan.
Menjelang masa persalinan, Fanny Kondoh pamit ke almarhum suaminya. Melalui akun Instagram, Fanny Kondoh mengunggah foto dirinya sedang duduk di bangku sembari memegang foto almarhum suaminya nan sedang tersenyum komplit dengan kalimat manis.
"Suamiku sayang ... saya pamit ya mau lahiran anak pertama kita ... ga kerasa ya akhirnya kandungan ini memperkuat sampai hari ini , dulu mengandung dua minggu Allah jemput janin ini , tapi alhamdulilah kali ini Allah mudahkan baby udon memperkuat membersamai proses duka ini bersamsaya selama nyaris 9 bulan," tulis Fanny Kondoh dikutip dari lkondusif akun Instagramnya @fannykondoh.
Fanny Kondoh mengatbakal suaminya sudah 9 bulan meninggal bumi seperti usia kandungannya saat ini. Tapi juga meminta maaf kepada almahum suaminya tidak bisa datang ke makam setelah dia melahirkan. Alasannya lantaran dia butuh pemulihan pasca melahirkan dan waktu untuk Si Kecil berpenyesuaian setelah lahir.
"MasyaAllah ga kerasa juga 9 bulan Anda wafat , maaf ya sayang setelah lahiran saya belum bisa ke makam buat doain Anda langsung sesering sebelumnya , lantaran saya dan anakmu tetap butuh proses , ruang dan waktu untuk berpenyesuaian menjadi ibu dan anak nan bertumbuh , saya percaya Anda pasti mengerti dan sepakat bakal perihal ini," tuturnya.
Meski begitu, Fanny Kondoh berjanji kepada suaminya jika dia bakal sering mengunjungi makam setelah anaknya tumbuh cukup bulan. "Nanti jika baby udon sudah cukup bulan , saya bakal bawa ke makam untuk berjumpa dan berkenalan denganmu," tuturnya.
Selain itu, Fanny Kondoh juga senang dan berterima kasih kepada almarhum suaminya nan datang ke dalam mimpinya. Menurut Fanny Kondoh, dia mendapatkan kekuatan mendekati persalinan, meski dia tidak bisa menyentuh dan memeluknya seperti dulu. Ia juga berterima kasih lantaran sampai detik ini suaminya nan sudah meninggal tetap memberikan nafkah untuknya dan calon bayinya.
"Makasih ya sayang uda jagain aku, please datang di dalam mimpi alias dalam spirit ketika saya lahiran kelak ya, saya butuh Anda menguatkan saya ... meskipun saya ga bisa menyentuhmu, memelukmu dan Anda ga bisa menciumku ... tapi kehadiranmu sangat berarti saya pasti bisa merasbakal itu ... makasih sayang uda nafkahin saya dan anak kita sampai hari ini, sampai detik ini kami tetap mencintai dan mendoakanmu," tutur Fanny.
Di sisi lain, Fanny Kondoh menuliskan ucapan manis untuk calon anaknya. Ia berterima kasih kepada bayi nan dia berjulukan Kazuki nan bakal lahir dari rahimnya. Memilihnya menjadi ibunya dan sejenak lagi bakal berjumpa dan bertumbuh berbareng meski sang suami sudah meninggalkan mereka.
"Buat ansaya kazuki ... makasih ya nak sudah memperkuat dan membersamai mami sampai detik ini , terimakasih sudah memilihku menjadi ibumu , dan papaudon sebagai ayahmu ... tidak kenapa nak jika Anda tetap memerlukan waktu didalam rahim mami dan tetap nykondusif satu tubuh sama mami , mami percaya dan percaya kazuki tahu waktu nan terbaik untuk kita berjumpa , semoga Allah mudahkan ya nak, kita berjumpa sehat selbanget ibu dan anaknya tanpa kekurangan apapun seperti yg kita selampau dobakal setiap sepertiga malam bersama," tuturnya.
Di akhir kalimat, Fanny Kondoh mengatbakal kepada calon anaknya apalagi dia dan almarhum suaminya cinta terakhirnya. Ia berambisi putranya bisa tumbuh menjadi pemimpin nan bermanfaat, ahli doa dan sedekah.
"Mama sayang banget sama kazuki, Anda dan ayah adalah cinta terakhir ibu nak... Tumbuhlah besar menjadi pemimpin nan berfaedah untuk bumi dan aheratnya Allah, qurotaayun ya nak, jadilah mahir angan dan infak untuk kami," kata Fanny Udon.
Tak butuh lama kalimat menyentuh nan dituliskan Fanny Kondoh untuk almahum suaminya dan calon Si Kecil mendapatkan respon dari warganet. Mereka ikut terharu apalagi sampai menangis membaca ucapan Fanny tersebut.
Banyak dari warganet nan mendobakal proses persalinan calon anak pertamanya melangkah lancar. Tak sedikit pula nan mendobakal almarhum suaminya Papa Udon.
"yaaa Allah AQ nangis. KK Fani sehat2 sama dekbay ya,udah beser ceritain ke dek Kazuki bahwasanya papanya ayah yg baik dan punya ibu yg dahsyat luar biasa senang selampau KK Fani dan dekbay," tulis akun @tut***.
"MasyaAllah.. semoga lancar sampai lahiran ya.. semoga kakak dan Kazuki senang bumi dan akhirat..," kata akun @mir***.
"Bismillah Allah lancarkan ya kak. Kelak kazuki bakal tau jika ibu dan papahnya hebat. Semoga kazuki lahir menjadi pelindung dan penyejuk hati mami aaaa ikut mewek baca captionnya hiks,' tulis akun @nrf***.
Fanny Kondoh/ Foto: IG @fannykondoh
Kisah kehamilan Fanny Kondoh
Di kembali kisah senang kehamilannya, terselip cerita sedih ketika Fanny mengetahui berita tersebut setelah sang suami meninggal bumi lantaran kanker. Fanny mengandung melalui program bayi tabung dan menjalani proses transfer embrio sebelum sang suami meninggal dunia.
Fanny mengetahui kehamilannya setelah sang suami meninggal dunia, Bunda. Namun, sebelum meninggal, suami Fanny seolah-olah sudah mengetahui buletin baik ini. Mendiang Hajime Kondoh apalagi sudah menyiapkan nama untuk calon anaknya.
Fanny pun dinyatbakal mengandung oleh dokter. Saat ini, usia kehamilan Fanny sudah masuk trimester ketiga dan kondisi janinnya dalam keadaan sehat.
Fanny tak mau berkecil hati meski menjalani kehamilan tanpa suami. Ia mau anaknya kelak juga tak merasa kekurangan kasih sayang lantaran tak mempunyai Ayah.
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·